Delegasi KDFH UNS Juarai Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0

Delegasi KDFH UNS Juarai Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0

UNS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, delegasi dari tim Komunitas Debat Fakultas Hukum (KDFH) meraih Juara 1 Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0. Mereka adalah Yohanes Christian Kamengyeti, Dewi Suci Ramadhani, dan Dewi Rinjani.

Kompetisi debat tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada 15—16 Oktober 2022. Terdapat 16 tim dari berbagai universitas di Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut.

Saat diwawancarai uns.ac.id, Yohanes menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terdiri atas tahap penyisihan, perdelapan final, semi final, dan final. Dalam tahap final, Yohanes dan timnya berhadapan dengan delegasi dari Universitas Indonesia (UI). 

“Saat final, kami melawan tim dari UI. Mosi yang diperdebatkan adalah penetapan kawasan hutan lindung untuk pembangunan ketahanan pangan (food estate) dan kami menjadi tim pro. Puji Tuhan, 4 dari 7 juri memberikan penilaian yang begitu baik kepada kami sehingga dapat memenangkan babak final tersebut,” jelasnya, Jumat (28/10/2022).

Delegasi KDFH UNS Juarai Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0

Mahasiswa semester tiga tersebut mengaku sangat senang dan bersyukur dapat meraih juara dalam kompetisi debat tingkat nasional tersebut.

“Sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah menyertai, memberkati, dan memimpin saya bersama dengan delegasi selama proses pemberkasan sampai tahap perlombaan. Terlebih, kompetisi debat luring menjadi menantang karena harus bertatap muka secara langsung dengan juri, audiens, dan tim lawan sehingga membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk dapat berdebat dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Yohanes berharap agar melalui ajang debat seperti ini dapat menyadarkan sekaligus membuka mata mahasiswa bahwa perdebatan bukan hanya sebuah pertandingan mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah. Akan tetapi, bagaimana cara melihat masing-masing tim membawa solusi dan jalan keluar yang solutif dengan argumen yang baik dalam menangani sebuah permasalahan yang terjadi di Indonesia. 

“Melalui kompetisi debat juga dapat meningkatkan serta mengasah pemahaman dan pengetahuan kita mengenai mosi yang akan dibahas sehingga kita akan melihat bahwa begitu kompleks dan rumitnya permasalahan yang terjadi di masyarakat,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

UNS — Komisi I Dewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kunjungan kerja ke Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI). Kunjungan kerja tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., Sekretaris DP UNS, Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T., Sekretaris Komisi II DP UNS, Prof. Dr. Dra. Suciati, M.Pd., dan Sekretaris Komisi III DP UNS, Prof. Dr. Sumarlam, M.S.

Dalam rilis yang diterima oleh uns.ac.id pada Senin (15/8/2022), Ketua Komisi I DP UNS, Prof. Dr. Drs. Eddy Heraldy, M.Si menyampaikan kegiatan kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jumat (4-5/8/2022).

Setibanya di IPB, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arief Satria, S.P., M.Si., Ketua DGB IPB, Prof. Dr. Ir. Evy Damayanti, M.S., dan Sekretaris DGB IPB, Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi. Dalam kunjungan kerja tersebut, DGB dan Rektor IPB menekankan pentingnya harmonisasi antar Majelis Wali Amanat, Rektor, Senat Akademik, dan DGB untuk memajukan IPB.

Lebih lanjut, Prof. Cucuk juga menyampaikan selain bertukar informasi dengan DGB IPB, Komisi I DP UNS juga menyempatkan untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus.

“Jadi selain kita saling bertukar informasi di sana, rombongan DP UNS juga menyempatkan diri untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus ke Agribusiness and Technology Park dan Integrated Service Center,” ujar Prof. Cucuk.

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Sementara, dalam kunjungan kerja ke UI, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Ketua DGB UI, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, Sekretaris DGB, beserta seluruh Ketua dan Sekretaris Komite yang ada di DGB UI. Pada kunjungan kerja tersebut, DGB UI menyampaikan tugas dan fungsi dari DGB UI, serta program kerja komite-komite yang ada. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Usung CNC Mobile Application, Mahasiswa UNS Berhasil Raih Silver Medal dan Peroleh Special Award

Usung CNC Mobile Application, Mahasiswa UNS Berhasil Raih Silver Medal dan Peroleh Special Award

UNS — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, dipersembahkan oleh Dji Hanafit, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS; Rakel Junetty, mahasiswa Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS; Ramandha Ayu Damayathy, mahasiswa Prodi Kimia Fakultas Teknik (FT) UNS; Rezza Mahardika Putra Prasetyo, mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS; serta Zalfaa Azalia Pursita, mahasiswa Prodi Pendidikan Khusus FKIP UNS.

Dengan mengusung CNC Mobile Application, kelima mahasiswa UNS ini berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award dalam ajang World Science Environment Engineering Competition yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Selasa (2/8/2022), Dji Hanafit menyampaikan CNC Mobile Application merupakan aplikasi pembelajaran untuk mata pelajaran Computer Numerical Control (CNC) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan permesinan yang ia rancang bersama timnya di bawah bimbingan Taufik Wisnu Saputra, S.Pd., M.Pd.

“Aplikasi ini berfokus pada peningkatan minat belajar siswa terhadap kode-kode pemrograman CNC. Aplikasi ini dilengkapi juga dengan modul yang telah dikembangkan oleh tim. Selain itu, aplikasi ini sudah diujikan di beberapa SMK di Solo. Hasilnya menunjukkan aplikasi ini dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran CNC,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dji Hanafit juga menyampaikan rasa senangnya selain bersyukur telah berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award. “Rasa senang dari mulai mempersiapkan hingga memutuskan untuk melombakan aplikasi CNC ini yaitu kita bisa belajar mengembangkan suatu produk yang bisa memberikan manfaat untuk membantu seseorang dalam menuntut ilmu, khususnya siswa SMK jurusan permesinan,” pungkasnya.

Setelah berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award, Dji Hanafit berharap CNC Mobile Application ini dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi. Sehingga nantinya aplikasi tersebut dapat digunakan oleh siswa SMK di wilayah yang lebih luas dan dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran CNC. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

UNS — Komisi II Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar dan Lokakarya dengan tema Mengawal Integritas Dewan Profesor dengan Kode Etik. Kegiatan tersebut digelar secara luring dan daring di Ruang Sidang 2 Gedung Dr. Prakosa UNS, Rabu (13/7/2022).

Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan, Kode Etik Dewan Profesor dibuat dengan tujuan menjaga martabat dan kredibilitas anggota Dewan Profesor serta mengarahkan anggota dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajibannya. Ruang lingkup Kode Etik Dewan Profesor meliputi Kode etik kebebasan untuk menyampaikan berpendapat, Kode Etik tata tertib rapat, dan Kode Etik yang berkaitan dengan interaksi anggota Dewan Profesor.

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Dalam rangka menegakkan Kode Etik Anggota Dewan Profesor perlu ditetapkan suatu “Tim Kehormatan” yang menjalankan fungsi pemeriksaan dan memutus dugaan pelanggaran perilaku maupun ucapan mengenai hal-hal yang diwajibkan, dilarang, atau tidak patut dilakukan oleh Anggota Dewan Profesor dan perangkat pendukung Dewan Profesor. “Maka dari Komisi II Dewan Profesor UNS sedang dalam proses penyusunan untuk mengusulkan Peraturan Dewan Profesor tentang Tim Kehormatan Dewan Etik Dewan Profesor. Dalam rangka melakukan evaluasi dan penyempurnaan dari sosialisasi kode etik dan telaah tim kehormatan kode etik dewan profesor, komisi II Dewan Profesor UNS menyelenggarakan Lokakarya dan Webinar dengan tema Mengawal Integritas Dewan Profesor dengan Kode Etik,” terang Prof. Suranto.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. yang diwakili oleh Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. menyampaikan bahwa etika dalam berprofesi merupakan hal yang sangat penting keberadaannya. Karena etika ini yang akan menuntun seseorang untuk bekerja menjalankan tugasnya dengan baik. Orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan. Apalagi sosok Profesor yang diibaratkan sebagai guru, yakni digugu dan ditiru, sehingga harus bisa menjadi teladan dalam lisan, maupun dalam perbuatan.

Demikian juga, ketika seorang Profesor mengajar, tentu akan terjadi transfer dari dosen kepada mahasiswa. Muatan transfer ternyata tidak hanya ilmu yang menyangkut mata kuliah yang diajarkan saja, tetapi sampai transfer perilaku atau akhlak. Oleh karena itu, seorang Profesor tidak hanya sekadar menyiapkan ilmu dan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan masa depan saja, melainkan pula harus mampu memberikan keteladanan kepada peserta didiknya tentang nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Dan yang perlu dipahami oleh sejawat Profesor, bahwa tugas berat yang diembanya adalah membangun peradaban. Dipundak Profesorlah integritas moral dan keilmuanya dipertaruhkan. Sehingga layak kiranya jika komitmen seorang Profesor yang berupa kejujuran, keberanian, kepercayaan, penghormatan dan tanggungjawab harus menjadi marwah yang patut dan selayaknya untuk dipegang teguh.  Karena bagaimanapun juga integritas adalah ciri dari manusia pembelajar.

“Saya sangat setuju, bahwa kode etik Dewan Profesor harus dimaknai sebagai sebuah panduan yang akan menjaga integritas, martabat dan kredibilitasnya, supaya seluruh tugas, fungsi dan tanggungjawab terhadap ketatapamongan UNS dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga Webinar ini akan menghasilkan masukan dan rekomendasi penting bagi kepentingan penguatan tugas pokok dan fungsi organ Dewan Profesor UNS di masa depan,” terang Prof. Kuncoro.

Dalam webinar dan lokakarya ini menghadirkan dua penelaah yaitu Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, S.H.,M.A. yang merupakan Dewan Profesor Universitas Indonesia (UI) dan Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Dewan Profesor UGM. Prof. Harkristuti menyampaikan mengenai pentingnya integritas akademik dalam setiap proses belajar mengajar karena berkaitan dengan integritas intelektual. Dalam mencapai pembelajaran dan keterampilan yang tepat, maka kewajiban tiap anggota komunitas akademik mentaati prinsip-prinsip etis tentang integritas intelektual, kebebasan akademik dan penghormatan terhadap hak-hak orang lain.

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Sedangkan, Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. yang merupakan Dewan Profesor UGM menyampaikan bahwa guru besar itu statusnya dosen, tetapi berbeda karena jabatan fungsional tertinggi. “Esensinya adalah dosen, tetapi otoritasnya yang berbeda sebagai seorang guru besar, meskipun saat ini lebih fleksibel. Sebagai dosen, maka kode etik tersebut juga menjadi bagian dari kode etik dosen,” terang Prof. Sigit. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti