Mahasiswa FKOR UNS Raih Juara 3 Ganda Putri Kejurkot Bulu Tangkis Kota Semarang 2022

Mahasiswa FKOR UNS Raih Juara 3 Ganda Putri Kejurkot Bulu Tangkis Kota Semarang 2022

UNS — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, prestasi tersebut datang dari dunia olahraga. Belum lama ini, salah seorang mahasiswa Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS meraih Juara 3 Ganda Putri Kejuaraan Kota (Kejurkot) Semarang.

Ia adalah Anggepy Mulan Sari, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Anggepy yang mewakili PB Arista Kota Semarang bersama Cindy Rania berhasil mencapai partai semi final namun ditundukan oleh wakil dari PBSI Kota Semarang dengan skor ketat 21-18, 19-21, 19-21.

Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Senin (12/9/2022), Anggepy mengaku sangat bersyukur dapat meraih gelar dalam kejuaraan tahunan tersebut.

Alhamdulillah, sangat bersyukur karena setelah pandemi akhirnya bisa kembali menjadi juara. Dalam mencapai ini, tentu ada doa dan dukungan orang tua yang selalu ada untuk saya,” ungkap Anggepy.

Mahasiswa semester akhir tersebut mengatakan bahwa persiapan dalam mengikuti turnamen yang berlangsung di Gedung Olahraga Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut cukup pendek.

“Awalnya ada teman yang lagi nyari partner, ini seminggu sebelum pertandingan. Akhirnya izin orang tua dan berangkat ke Semarang. Pas lihat draw, ternyata jadi unggulan 2. Agak beban juga sebenarnya karena kami belum pernah berpasangan, tapi kami saling percaya satu sama lain waktu main,” tuturnya.

Meskipun terhenti di babak semi final dan harus puas dengan podium juara 3, tetapi Anggepy mengaku bangga karena dapat mengajak lawan bermain rubber dengan skor yang ketat. Saat di lapangan, Ia mengatakan bahwa harus lebih sabar untuk mencari kelemahan lawan.

Melalui capaian tersebut, Anggepy berharap dapat memaksimalkan waktu untuk latihan rutin sehingga dalam setiap pertandingan dapat mengharumkan UNS. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

UNS — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar bertema Seminar Penyusunan Proposal Penelitian Pengabdian bagi Dosen, Penyusunan Roadmap, State of the Art, dan Novelty dalam Penelitan. Kegiatan webinar diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Rabu (15/6/2022).

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. Prof. Izza memaparkan bahwa kegiatan webinar ini dalam rangka mengembangkan FEB UNS dari segi penelitian dan pengabdian yang lebih bagus kedepannya.

“Harapannya materi yang didapat dari webinar ini dapat kita implementasikan untuk serta merta meningkatkan raihan dalam seleksi proposal penelitian dan pengabdian bagi dosen. Kita pun berharap apa yang disampaikan oleh kedua narasumber dapat memberikan wacana baru yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi kita bersama,” ujar Prof. Izza dalam sambutannya.

Pemaparan materi yang pertama disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si. Prof. Suci memaparkan tentang Penyusunan Roadmap, State of Art, dan Novelty dalam Penelitian.

“Strategi untuk menyusun proposal yang menarik yakni menyusun latar belakang yang atraktif. Membuat latar belakang yang atraktif dapat dilakukan dengan mendeskripsikan kondisi ideal suatu hal/topik yang terkait langsung dengan penelitian, mendeskripsikan kondisi eksisting tentang suatu hal/topik tadi, menganalisis mengapa kondisi eksisting tentang sesuatu tersebut demikian, menyampaikan gagasan penelitian kita yang kreatif dan inovatif tentang sesuatu hal/topik tadi agar kondisi ideal tercapai dan disertai dengan penjelasan mengapa gagasan tersebut lebih baik dari gagasan sebelumnya dan pentingnya penelitian terkait gagasan tersebut untuk dilakukan, mendeskripsikan perumusan masalah menjadi tujuan yang terukur, serta menyusun rumusan masalah yang memuat unsur gagasan kita untuk mencapai kondisi ideal,” terang Prof. Suci.

FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

Kemudian pada bagian tinjauan pustaka harus diisi dengan state of art, kerangka teoritis, kerangka berpikir, dan kondisi ideal yang diinginkan. Juga roadmap yang nantinya memuat rangkaian penelitian sebelumnya, penelitian yang sedang diusulkan untuk diteliti, dan penelitian yang akan diteliti. Selanjutnya pada metode pemilihannya harus sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai.

Penyusunan Roadmap

“Memasuki tahapan penyusunan roadmap, pertama yang perlu dilakukan yakni tetapkan dalam diri kita mau jadi ahli apa. Kedua pikirkan secara mendalam kepakaran apa yang ingin dicapai sebagai puncak karir profesional. Ketiga apa yang akan diteliti dapat didasarkan pada penguasaan ilmu, tuntutan masyarakat, dan minat. Keempat galilah informasi tentang bidang keahlian yang diminati untuk mengetahui topik yang sudah dan sedang diteliti. Kelima rumuskan topik-topik penelitian yang akan diteliti untuk minimal 3 tahun pertama, 3 tahun kedua, dan seterusnya,” lanjut Prof. Suci.

Sebagaimana yang dikatakan Prof. Suci, bahwa setiap peneliti, kelompok peneliti, dan prodi perlu menyusun roadmap penelitian. Karena dengan roadmap maka produktifitas akademik peneliti, kelompok peneliti, dan prodi dapat diketahui.

Adapun prinsip dasar yang diberikan Prof. Suci dalam penyusunan roadmap penelitian diantaranya disusun dengan jelas, ringkas, padat, dan mudah dipahami, menggunakan format tertentu, dapat dilaksanakan, terukur, program, kegiatan, target, waktu, dan outcomes harus dapat diukur, roadmap dapat mengakomodasi umpan balik dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, roadmap harus merupakan rincian dari pelaksanaan kegiatan dan hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut, serta roadmap harus merupakan kesepakatan bersama yang memberikan gambaran kesadaran akan tanggung jawab yang harus diselesaikan.

“Dengan demikian, penelitian yang terdapat dalam road map hasilnya diharapkan layak untuk dipublikasi dalam jurnal ilmiah khususnya jurnal ilmiah internasional. Juga layak untuk dipatenkan bila memiliki nilai komersial yang tinggi,” tambah Prof. Suci.

Penyusunan State of the Art

Prof. Suci melanjutkan selain roadmap hal lain yang perlu diperhatikan dalam penelitian yakni state of the art. State of the art akan menjelaskan apa yang paling baru dari sebuah teori yang ada.

“Isi state of the art yakni menjelaskan perkembangan terkini tentang suatu topik yang dihasilkan oleh masyarakat peneliti seluruh dunia, menentukan dimana kontribusi peneliti dalam riset yang akan dijalankan, serta menentukan novelty (hal baru) apa yang akan disumbangkan oleh peneliti,” lanjut Prof. Suci.

Penyusunan Novelty

Terakhir pada tahapan penyusunan novelty atau kebaruan, peneliti perlu melakukan tinjauan pustaka secara menyeluruh untuk mengetahui apa yang dipelajari dan apa kesenjangan (gap) yang perlu diklarifikasi. Tinjauan literature ini tergantung pada pengetahuan mendalam terhadap kondisi lapangan.

Kemudian sesi webinar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber kedua oleh Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember, Prof. Drs. Agus Subekti, M.Sc., Ph.D. Prof. Agus memaparkan materi tentang Strategi Mendapatkan Pendanaan Penelitian dari Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).

FEB UNS Gelar Webinar Bahas Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian untuk Dosen

“Untuk mendapatkan pendanaan kita harus mengoptimasi proposal penelitian. Aspek yang perlu diperhatikan yakni pahami karakter skema penelitian, ikuti panduan pengusulan, pahami standar penilaian, dan ketersediaan dana penelitian,” kata Prof. Agus dalam paparannya. 

Sementara itu selama keberlangsungan acara dimoderatori oleh Ketua Penelitian dan Pendabdian Kepada Masyarakat FEB UNS, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Akt. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

FP UNS Selenggarakan ISFC Pertanian Modern dan Berkelanjutan

FP UNS Selenggarakan ISFC Pertanian Modern dan Berkelanjutan

UNS — Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan The 2nd International Smart Farming Competition (ISFC). Rangkaian kegiatan ISFC ini digelar mulai 1 Maret hingga Rabu (8/6/2022) kemarin secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. ISFC merupakan kompetisi smart farming (pertanian presisi) tingkat internasional yang kedua kalinya telah diselenggarakan oleh FP UNS. Pada tahun 2021 acara serupa telah sukses diselenggarakan.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-46 UNS pada tahun 2022. Dalam pertanian presisi memanfaatkan sumber daya teknologi canggih seperti big data, machine learning, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Ketua Panitia ISFC, Muhammad Zukhrufuz Zaman, Ph.D. mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa lokal maupun internasional untuk berbagi ide dan inovasi cemerlangnya.

“Dalam acara Smart Farming Competition ini, Fakultas Pertanian UNS mengajak mahasiswa lokal dan internasional untuk berbagi ide dan inovasi cemerlang tentang penerapan smart farming menuju pertanian yang lebih modern dan efisien, serta mengajak anak muda untuk terjun di dunia pertanian,” ungkapnya.

Acara final ISFC telah diselenggarakan pada Rabu (8/6/2022) yang dibuka oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FP, Dr. Ir. Eka Handayanta M.P., IPU., ASEAN Eng. mewakili Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tujuan kompetisi ini sejalan dengan salah satu misi FP UNS untuk memberikan pendidikan yang unggul, penelitian berkualitas tinggi, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian terpadu dan berkelanjutan.

FP UNS Selenggarakan ISFC Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Selain itu, adanya ISFC ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya mahasiswa terhadap pengembangan dan inovasi pertanian di masa depan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kompetisi ini, panitia mengundang mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ISFC. Dewan juri yang terlibat yaitu Prof. Dr. Lilik Sutiarso dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia, Dr. Darius El Pebrian dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia, dan Komariah, Ph.D. dari UNS Indonesia. Pada ajang ini, peserta kegiatan berkompetisi menciptakan inovasi yang berfokus pada pengembangan pertanian presisi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian dengan tetap menjaga ekosistem pertanian.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri memutuskan para pemenang lomba yaitu juara 1 diraih oleh Muhammad Dilan Linoval dan tim yang berasal dari Universitas Brawijaya (UB), juara 2 dimenangkan oleh Muhammad Fuadi Hakimi dan tim dari UNS, juara 3 diraih Perdana Mangayu Bagyo dan tim dari UNS, juara 4 diraih oleh Muhamad Ogas Saputra dan tim dari Universitas Lampung (Unila), dan juara 5 diraih oleh Nur Afan Syarifudin dan tim dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

FP UNS Selenggarakan ISFC Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Muhammad Zukhrufuz Zaman, Ph.D. selaku Ketua Panitia dalam kegiatan ISFC mengucapkan selamat kepada para pemenang.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga kemenangan ini dapat memacu untuk lebih inovatif, kreatif, dan produktif untuk pertanian lebih modern dan berkelanjutan,” kata Zukhrufuz Zaman, Ph.D. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa FKIP UNS Mengikuti Program Magang BIPA di Yale University

Mahasiswa FKIP UNS Mengikuti Program Magang BIPA di Yale University

UNS — Sebanyak 10 Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut berpartisipasi dalam program magang Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Yale University. Kegiatan magang BIPA ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Negeri Semarang (Unnes), UNS, dan Yale University. Program magang BIPA akan berlangsung selama tiga bulan secara daring.

Adapun 10 mahasiswa UNS yang terpilih berasal dari 9 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNS. Mereka adalah Ain Nur Safira, Aisyah Salma Rasyidah, Cindy Laila Indahsari, Esti Yulandari, Kenes Ratu Pawestri, Lailatul Karimah, Nanda Yogi Zaliarisma, Nuri Puji Hastuti, dan Umi Zulaihah serta 1 mahasiswa dari Prodi S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FKIP UNS yakni Ajeng Sekar Mayastuti.

“Program magang BIPA di Yale University untuk memberikan pengajaran kepada mahasiswa di Yale University tentang bahasa dan budaya Indonesia. Pembelajarannya berbentuk case dengan materi yang dikemas ke dalam 4 ranah keterampilan berbahasa berbekal bahasa dan budaya Indonesia,” ungkap Koordinator dan Pembimbing Program Magang BIPA FKIP UNS, Dr. Kundharu Saddhono, S.S, M.Hum.

Nuri Puji Hastuti mahasiswa terpilih dalam program magang ini mengatakan, program magang BIPA bertujuan untuk mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya asli Indonesia. Lebih lanjut, juga untuk memberikan pelatihan bahasa Indonesia bagi mahasiswa Yale University. “Dengan mengikuti program magang BIPA ini semoga bisa memberikan kontribusi dengan mengenalkan budaya Indonesia secara lebih luas lewat bahasa Indonesia,” lanjutnya.

Kesempatan ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa magang untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari Yale University. “Sistemnya nanti karena masih magang jadi lebih ke tutor sebaya. Setiap mahasiswa magang akan dipasangkan dengan mahasiswa dari Yale University dan berinteraksi via Zoom,” kata Cindy Laila Indahsari sebagai salah satu mahasiswa UNS yang juga terpilih untuk mengikuti program magang BIPA ini.

Dr. Kundharu berharap, program magang BIPA ini dapat memberikan kiprah positif bagi Prodi PBSI di ranah internasional. “Harapannya melalui program ini dapat mewujudkan internasionalisasi Prodi PBSI,” tambahnya.

Mahasiswa FKIP UNS Mengikuti Program Magang BIPA di Yale University

Dr. Kundharu menambahkan, saat ini juga sedang disiapkan program magang BIPA lain yaitu di Thailand, Jepang, India dan Bangladesh. Untuk universitas setelah Yale University akan dibuka program magang BIPA di Harvard University. “Harapannya mahasiswa kita (read mahasiswa UNS) dapat mengajarkan bahasa Indonesia di berbagai Negara, sehingga semakin banyak mahasiswa asing belajar bahasa dan budaya Indonesia. Hal ini pun yang nantinya dapat mengangkat harkat martabat bahasa Indonesia, budaya Indonesia, dan tentu citra UNS sebagai pengajar bahasa Indonesia di top university di dunia,” pungkas Dr. Kundharu. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti