Naik Satu Peringkat, UNS Raih Peringkat 5 Nasional Perguruan Tinggi Versi Webometrics

Naik Satu Peringkat, UNS Raih Peringkat 5 Nasional Perguruan Tinggi Versi Webometrics

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih peringkat 5 nasional perguruan tinggi di Indonesia versi Webometrics. Peringkat tersebut naik satu peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat 6 nasional. Sementara itu, pada peringkat dunia, UNS menempati posisi ke-1.038 dunia, naik dari yang sebelumnya ada di peringkat 1.059 dunia. Pada posisi nasional, UNS tepat berada di bawah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Universitas Airlangga.

Terdapat tiga indikator dalam pemeringkatan ini, yaitu visibility (impact) dari konten website, transparency (openness) dengan melihat peneliti-peneliti yang paling banyak disitasi, dan excellence (scholar) dengan melihat dari artikel-artikel yang paling banyak disitasi. Data untuk ketiga indikator tersebut diambil dari beberapa sumber. Visibility diambil dari Ahrefs Majestic sedangkan transparency dan excellence masing-masing bersumber dari Google Scholar Profiles dan Scimago.

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho turut bangga atas capaian UNS di awal tahun 2023 yang berhasil naik satu peringkat nasional versi Webometrics. Ia juga mengapresiasi seluruh kerja keras sivitas akademika UNS dalam membantu meraih pemeringkatan tersebut.

“Pada indikator visibility, UNS menempati peringkat 418 dunia, sedangkan untuk transparency dan excellence masing-masing pada peringkat 910 dan 2.352 dunia. Peringkat indikator excellence yang masih relatif rendah merupakan hal yang harus diakselerasi ke depan, agar hasil penelitian-penelitian UNS yang dipublikasi memiliki dampak yang besar tidak hanya di level nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tutur Prof. Jamal, Sabtu (4/2/2023).

Prof. Jamal menambahkan bahwa meningkatnya jumlah sitasi dari paper yang terpublikasi juga akan berimplikasi pada meningkatnya profil dari peneliti-peneliti UNS sehingga akan meningkatkan indikator transparency pula. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

UNS Terima Kunjungan dari Senat Akademik UI

UNS Terima Kunjungan dari Senat Akademik UI

UNS — Senat Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terima kunjungan delegasi Senat Akademik Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (27/1/2023). Delegasi Senat Akademik UI dipimpin oleh Prof. Nachrowi, M.Sc., M.Phil., Ph.D., selaku ketua. Mereka diterima langsung oleh Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H. Turut hadir pula para Pimpinan Komisi Senat Akademik dan Badan Koordinasi Senat Akademik (BKSA) UNS.

Sebanyak 65 orang delegasi Senat Akademik UI hadir dalam kunjungan tersebut, termasuk para dekan fakultas yang masuk sebagai anggota Senat Akademik. Kedekatan UNS dan UI merupakan modal untuk peningkatan kerja sama di berbagai bidang.

“Untuk diketahui setelah UNS menjadi PTNBH, capaian kinerja UNS adalah nomor 2 setelah UI,” ujar Prof. Adi.

Penerimaan kunjungan Senat Akademik UI ke Senat Akademik UNS dilaksanakan di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS.  Ketua Senat Akademik UNS mengucapkan terima kasih kedatangan delegasi Senat Akademik UI dalam rangka untuk mempererat kerja sama antara UNS dan UI. 

Sebagai institusi yang berstatus PTN-BH, kedua universitas mempunyai peran strategis. Secara bersama mereka meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing. Serta kerja sama dalam bidang pendidikan dan riset dengan PTNBH lainnya yang kini telah berjumlah 21 perguruan tinggi yang tergabung dalam Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH.

Diskusi antar delegasi UI dan BKSA UNS yang dipimpin oleh Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc. (Hons), Ph.D. dan Sekretaris Senat Akademik UI, Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom., Ph.D. cukup menarik dan produktif untuk ditindak-lanjuti oleh kedua institusi.

Beberapa peluang kerja sama yang  menantang adalah baterai lithium sebagai energi bersih lingkungan berkelanjutan. UNS, UI dan perguruan tinggi lainnya sejak tahun 2012 bergabung dalam pengembangan Mobil Listrik Nasional (Molina).

Selain itu, ada juga bidang lainnya seperti big data, internet of Things (IoT), kesehatan, serta juga bidang-bidang lainnya. Ketua Komisi Senat Akademik UI sebanyak tiga komisi masing-masing juga menyampaikan program dan kegiatan yang berpotensi sebagai jembatan kerja sama dengan UNS.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga dibahas dalam pertemuan antara Senat Akademik UNS dan UI. Kemudian juga, diskusi berlanjut pada kaitannya dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi.  Kelanjutan hal ini akan dibahas di pertemuan MSA PTNBH yang dilaksanakan pada bulan Februari 2023.

“Saya mengucapkan  banyak terima kasih atas kebaikan Senat Akademik UNS menerima rombongan kami dengan sambutan yang sangat luar biasa. Semoga Allah SWT akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Harapannya, kerja sama akademik antara UI dan UNS bisa makin meningkat,” harap Ketua Senat Akademik UI, Prof. Nachrowi, M.Sc., M.Phil., Ph.D.

Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

Viral di Tiktok, Aksi Bersih-Bersih Sampah oleh Mahasiswa UNS Tuai Pujian Warganet

Viral di Tiktok, Aksi Bersih-Bersih Sampah oleh Mahasiswa UNS Tuai Pujian Warganet

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam beasiswa Rumah Kepemimpinan (RK) Solo mengadakan kegiatan bersih-bersih bertajuk “Resik-Resik Solo” (RRS) di daerah Pasar Gede. Aksi bersih-bersih ini berhasil mendapatkan likes sebanyak 12,4 ribu dengan views 95,2 ribu, dan menuai komentar sebanyak 619 pada akun tiktok @khanifirsyad.

Adapun, mahasiswa UNS yang terlibat adalah Ahmad Saifudin (Bimbingan Konseling angkatan 2021), Andika Satria Yoga Suharno (Pendidikan Sejarah angkatan 2020), Arzaq Fikrian Zahrawan (Kedokteran angkatan 2020), Daffa Hilmi Fauzan (Teknik Sipil angkatan 2020), Fuad Isnaini (Pendidikan Fisika angkatan 2020), Luthfi Hakim Kurniawan (Kedokteran angkatan 2021), Muhammad Faiz Rahmadany (Kedokteran angkatan 2020), Muhammad Faris Atstsauri (Matematika angkatan 2020), Muhammad Ghinan Afkar (Sastra Arab angkatan 2020), dan Khanif Irsyad Fahmi (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2018).

Daffa selaku Presiden Asrama RK menjelaskan bahwa mereka menggunakan media plastik sampah untuk memungut sampah-sampah yang berserakan di daerah Pasar Gede.

“Kita cuman nyediakan trash bag sama sarung tangan plastik seadanya. Terus, kita bagi beberapa tim untuk disebar. Di tim itu ada yang megangin trash bag-nya, ada yang ngambilin sampahnya untuk dimasukkan ke trash bag. Untuk pembagiannya, kemarin hanya di daerah sekitar tugu Pasar Gede, ada yang ke arah Pasar Gede sama ada yang di jalan-jalan sekitar tugu sampai jembatan,” terang Daffa, Jumat (3/2/2023).

Kegiatan yang terlaksana pada Jumat (27/1/2023) ini berlangsung pada pukul 22.30 WIB hingga 23.30 WIB. Daffa menjelaskan bahwa aksi bermula ketika tim RK UNS melihat banyaknya sampah berserakan saat perayaan Imlek di Pasar Gede.

“Jadi, ide kegiatan ini bermula ketika beberapa waktu sebelumnya kami main ke tempat perayaan Imlek tersebut. Kami melihat masih banyak sampah yang berserakan. Sangat disayangkan melihat acara yang meriah, tetapi di sisi lain sampahnya nggak kalah meriah. Ketika kami membahas soal hal tersebut, ada salah satu teman yang mengusulkan ide untuk melakukan aksi bersih-bersih pada tempat tersebut,” kata Daffa.

Tidak hanya menuai pujian warganet, aksi ini juga mendapatkan apresiasi dari panitia Grebeg Sudiro.

Alhamdulillah, kemarin Mas Khanif selaku supervisor kami dan juga pemilik akun Tiktok yang viral, sempat di-chat oleh perwakilan panitia Grebeg Sudiro yang mengucapkan terima kasih karena telah membantu membersihkan Pasar Gede. Beliau juga mendoakan semoga Allah membalas kebaikan kami,” kata Daffa.

Mewakili teman-temannya, Daffa berharap agar kegiatan ini dapat merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sendiri.

“Harapan kami, semoga langkah kecil kami ini bisa merangsang kepedulian masyarakat luas terhadap lingkungannya sendiri. Selain itu kami juga berharap semoga kegiatan semacam ini bisa semakin marak dilakukan oleh siapa saja. Kami juga berharap dengan adanya kegiatan semacam ini jangan sampai malah menciptakan pola pikir yang semakin membenarkan membuang sampah sembarangan hanya karena ada segelintir orang yang secara sukarela membersihkan sampahnya,” harap Daffa. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Prodi Magister Pendidikan Sains FKIP UNS Bersama PPII Jateng Selenggarakan Webinar Nasional

Prodi Magister Pendidikan Sains FKIP UNS Bersama PPII Jateng Selenggarakan Webinar Nasional

UNS — Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Jawa Tengah menyelenggarakan Webinar Nasional. Webinar ini diikuti lebih dari 150 peserta pada Sabtu (28/1/2023).

Webinar Nasional PPII Jawa Tengah mengangkat tema “Penyiapan Prodi IPA Menghadapi Implementasi Kurikulum Merdeka (Substansi Keilmuan dan Pembelajarannya)”. Para peserta sangat antusias mencermati substansi keilmuan dan pembelajaran dalam penyiapan Prodi IPA menghadapi implementasi kurikulum merdeka.

Pembukaan acara webinar nasional dihadiri Koordinator PPII Jawa Tengah, Dr. Sarwanto, S.Pd, M.Si., dan Sekretaris Jenderal PPII Pusat, Prof. Dr. Parmin, M.Pd. Adapun webinar nasional menghadirkan Kepala Prodi S-3 Pendidikan IPA FKIP UNS, Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D., dan Kepala Prodi S-3 Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd.

Prof. Parmin menyampaikan bahwa sesungguhnya keberadaan PPII sangat membantu pemerintah pada proses meningkatkan kualitas pendidikan.

“Webinar nasional ini juga sebagai bentuk komitmen pusat dari pengurus PPII yang akan mendukung kegiatan di wilayah dengan memanfaatkan narasumber dari PPII itu sendiri,” terang Prof. Parmin.

Prof. Sulistyo Saputro selaku narasumber menyampaikan materi tentang “Konten Kimia dalam Pembelajaran IPA pada Implementasi Kurikulum Merdeka”. Dalam kesempatan itu, beliau menjelaskan bahwa pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase dan waktu tempuhnya sehingga satuan pendidikan bebas menentukan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

“Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Adapun pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran meliputi pembelajaran yang fleksibel, pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik dan pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif,” jelas Prof. Sulistyo Saputro.

Adapun strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang efektif dengan cara memperhatikan kompetensi serta materi yang hendak dicapai pada Capaian Pembelajaran (CP) tersebut. Perumusan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi dan lingkup materinya. Selain itu, adapun upaya memastikan kompetensi utama yang termuat dalam CP tercapai.

Usaha lainnya meliputi pertimbangan beban jam pelajaran digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran agar selaras dengan beban CP pada mata pelajaran dan terakhir menyusun tujuan pembelajaran secara linear dari awal fase hingga akhir fase.

“Dalam menyusun alur, perhatikan kesesuaian tujuan pembelajaran terhadap kompleksitas dan perkembangan peserta didik,” tutur Prof. Sulistyo Saputro.

Prof. Insih Wilujeng menyampaikan tema “Sinergitas LPTK dan Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka”. Topik bahasan ini mempertimbangkan program implementasi dan tinjauan substansi dan pembelajaran. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dapat berguna pada saat memasuki dunia kerja.

“Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan mereka ambil. Sehingga perlu Kesesuaian program MBKM dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM),” terang Prof. Insih Wilujeng. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

Peringati Hari Gizi Nasional, Rumah Sakit UNS Gelar Talkshow Bahas Stunting

Peringati Hari Gizi Nasional, Rumah Sakit UNS Gelar Talkshow Bahas Stunting

UNS — Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ialah dengan perbaikan gizi. Namun sayangnya permasalahan gizi masih menjadi persoalan tersendiri khususnya terkait masalah stunting. Isu stunting dalam dunia kesehatan anak-anak masih menjadi perhatian besar.  Pasalnya stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada Balita di Indonesia yang belum teratasi.

Merespon hal tersebut Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan acara Satu Jam Lebih Dekat dengan tema Yuk Gunting Poni: Cegah Stunting dengan Protein Hewani. Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2023.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Live Streaming YouTube Rumah Sakit UNS pada Jumat (27/1/2023), menghadirkan narasumber dr. Maria Galuh K.S., Sp.A.,M.Kes. selaku Dokter Spesialis Anak RS UNS dengan dipandu oleh Host Banun Ma’rifah Fathsidni, S.Gz, selaku Ahli Gizi RS UNS.

“Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Sebelum mendiagnosis si anak menderita stunting, kita harus melihat parameter yang lain. Karena dengan melihat parameter yang lain, ketika si anak memang menderita stunting akan menambah referensi kita bahwa stunting tersebut terjadi karena nutrisi atau karena hal yang lain. Dengan demikian, kita dapat memberikan penanganan lanjutan yang tepat,” ujar dr. Maria Galuh. 

Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronik yang berhubungan dengan status sosioekonomi rendah, asupan nutrisi dan kesehatan ibu yang buruk, riwayat sakit berulang, dan praktik pemberian makan pada bayi dan anak yang tidak tepat.

dr. Maria Galuh menambahkan bahwa stunting dapat memberikan dampak jangka panjang dan jangka pendek. Dampak jangka pendek seperti meningkatkan angka kesakitan dan kematian dan risiko menderita berbagai penyakit infeksi. Adapun dampak jangka panjang yakni menurunkan kemampuan kognitif dan rendahnya Intelligence Quotient (IQ) dan kapasitas fisik.

Cara Mencegah Stunting

Sebagaimana yang diungkapkan dr. Maria Galuh, cara mencegah stunting dengan rutin mengontrol kehamilan untuk ibu hamil, memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bervariasi secara tepat waktu, adekuat, aman dan higienis serta dengan cara yang benar, rutin menimbang berat badan (BB) dan mengukur panjang atau tinggi badan (TB) dan lingkar kepala dengan cara yang benar setiap bulannya, serta memperhatikan durasi tidur anak yang harus sesuai usianya.

“Lebih lanjut juga memberikan ASI ekslusif selama enam bulan. MPASI harus mengandung sumber karbohidrat 35-55% dari total kebutuhan kalori, memprioritaskan pemberian protein hewani 10-15%, sumber lemak 30-45%, dan sayur atau buah sedikit saja sebagai pengenalan. Kemudian memperhatikan aktivitas fisik sesuai usia. Serta jika kenaikan berat badan anak tidak adekuat, maka segeralah berkonsultasi ke dokter,” terang dr. Maria Galuh.

Pentingnya Protein Hewani Mencegah Stunting

Protein hewani penting untuk mencegah stunting karena mengandung asam amino esensial yang lengkap dan berkualitas tinggi.

“Protein hewani tidak hanya efektif memperbaiki kualitas makanan. Tetapi juga status gizi, serta luaran kesehatan lain seperti pertumbuhan, fungsi kognitif, aktifitas fisik, dan performa sekolah di negara berkembang. Pastikan setiap kali makan, selalu ada sumber protein hewani untuk mencegah stunting,” jelas dr. Maria Galuh.

dr. Maria Galuh turut mengajak para ibu untuk mencegah stunting dengan memberikan protein hewani pada anak.

“Namun, bukan berarti protein nabati tidak penting. Tetapi dalam arti stunting untuk meningkatkan tumbuh kembang anak yang optimal, dititikberatkan pada protein hewani. Dengan begitu, pertumbuhan kognitif anak-anak kita dapat optimal di kemudian hari,” pungkas dr. Maria Galuh. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti