Tutup Rangkaian Kovalen Edu Fair 2021, HMP Pendidikan Kimia UNS Adakan Webinar Nasional

Tutup Rangkaian Kovalen Edu Fair 2021, HMP Pendidikan Kimia UNS Adakan Webinar Nasional

UNS — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar nasional. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring yang diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Webinar nasional ini juga sekaligus menutup rangkaian agenda Kovalen Edu Fair XI 2021.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Prof. Richardus Eko Indrajit yang merupakan Rektor Universitas Pradita, Dr. Paed. Nurma Yunita Indriyanti, Kepala Prodi Pendidikan IPA UNS, dan dr. Dian Nugroho, dosen Pendidikan Dokter UNS. Sementara itu, moderator kegiatan tersebut adalah Anita Sukarini, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMA Bina Widya Solo.

Pembicara pertama, Prof. Richardus menyampaikan materi tentang generasi emas 2045. Ia berpendapat bahwa Indonesia emas merupakan negara yang mandiri, berdaulat yang berarti dapat memenuhi sandang, pangan, dan papan sendiri sehingga tidak memerlukan bantuan negara lain.

“Kondisi saat ini yang sedang pandemi sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk belajar dan mandiri. Kita haru menjemput bola untuk belajar bahwa seharusnya kita menjadi independent learner, tanpa disuruh harus meningkatkan kualitas diri kita masing-masing sehingga benar-benar akan dapat manfaat dari bonus demografi,” tuturnya.

Sementara itu, dr. Dian Nugroho berpendapat bahwa dalam menghadapi usia produktif, harus giat menimba ilmu saat ini agar dapat dipetik hasilnya suatu saat nanti.

“Belajarlah hari ini untuk masa depan bukan untuk menyikapi hari ini. Pada saat sebelum masa pandemi kita mengalami masa destruksi teknologi kekurangan perkembangan teknologi, sedangkan masa destruksi saat pandemi yaitu menghadapi double destruction yang diharuskan melakukan sesuatu diluar norma, kalau dilakukan sesuai dengan norma tidak akan mengalami nilai tambah. Jauhilah zona nyaman,” katanya dalam webinar yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2021).

Ia juga menambahkan bahwa dalam menghadapi Indonesia emas, dalam dunia Pendidikan terdapat tiga kunci, yaitu murid, guru, dan pembelajarannya. 

“Perubahan tersebut perlu mempersiapkan sebuah sikap atau literasi, literasi komunikasi, literasi teknologi. Kita harus mengefisien segala sumber dayanya menghadapi 5.0 dalam waktu dekat, salah satu di Indonesia yaitu mengidentifikasi penggunaan merkuri,” imbuhnya.

Kemudian, narasumber terakhir yaitu Dr. paed Nurma Yunita Indriyanti berpendapat bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan Indonesia yang gemilang, kuat, mandiri, dan menjadi negara yang merdeka dan independen.

Tutup Rangkaian Kovalen Edu Fair 2021, HMP Pendidikan Kimia UNS Adakan Webinar Nasional

“Jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, sekarang mahasiswa bebas belajar dari mana saja .Saat ini, pembelajaran juga membangun meta knowledge, tidak hanya knowledge saja. Pengetahuan bisa didapat dari mana saja, meta knowledge, problem solving, dan humanistis,” jelas Dr. Nurma. Humas UNS

Reporter: Bayu Prasetya Aji
Editor: Dwi Hastuti

UKM SSC FIB UNS Mengadakan Webinar Nasional SAFIK 2021

UKM SSC FIB UNS Mengadakan Webinar Nasional SAFIK 2021

UNS — Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Sarasati Community (SSC) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar nasional. Kegiatan dengan tajuk Semarak Festival Keilmiahan (SAFIK) ini berlangsung pada Minggu (7/11/20221). Webinar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta melalui platform Zoom Clouds Meeting.

Dalam webinar dengan tema Peran Pemuda melalui Strategi dan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal dalam Menyambut Era Society 5.0 ini menghadirkan dua pembicara. Mereka yaitu Hankenina Deafinola (Duta Bahasa DIY 2021) dan Afrizal Mufti (Duta Bahasa Jawa Tengah 2019).

Pada sesi pertama, Hankenina Deafinola menyampaikan materi tentang tantangan dan kemampuan hidup (life skills) yang dibutuhkan di era 5.0.

“Pada era 5.0, terdapat beberapa bidang pekerjaan yang akan bertambah dan berkurang. Contohnya data analisis, big data specialist, information security analyst, digital marketing and strategy specialist, internet of things specialist, fintech engineers, devops engineer database and network professionals. Bidang ini akan berkembang,” jelasnya.

Sementara, beberapa bidang yang akan meredup antara lain data entry clerks, accounting, bookkeeping and payroll clerks, administrative and executive secretaries, accountant and auditors, general and operation managers, business services and administration managers,  human resources specialist, client information and costumer service workers, assembly and factory workers, bank tellers and related clerks.

“Lalu, kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki antara lain kreatifitas, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, jiwa pembelajar, intelegensi, berpikir kritis, inovasi, berjiwa kepemimpinan. Selain itu juga kemampuan dalam mendesain serta penguasaan teknologi sangat diperhitungkan juga,” imbuhnya.

Sementara, pemateri berikutnya yaitu Afrizal Mufti menyampaikan materi mengenai kearifan lokal.
“Secara substansial, kearifan lokal merupakan nilai-nilai yang berlaku dalam tatanan masyarakat. Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi pedoman dalam bertingkah-laku sehari-hari suatu masyarakat. Kearifan lokal merupakan aset spiritual atau kebijakan hidup yang mengajarkan masyarakat bagaimana harus bersikap,” jelas Duta Bahasa Jawa Tengah tersebut.

UKM SSC FIB UNS Mengadakan Webinar Nasional SAFIK 2021

Peran pemuda yang dapat dilakukan dalam menjaga kearifan lokal tersebut antara lain dengan melakukan culture experience dan culture knowledge.
“Culture experience merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. Sementara culture knowledge adalah pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi ke dalam banyak bentuk,” pungkas Afrizal. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti