Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

UNS — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI), acara Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta seri ke-111 mengangkat tema Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung lewat YouTube Universitas Sebelas Maret pada Jumat (12/8/2022) malam.

Mewakili Rektor UNS, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus mengatakan bahwa pengambilan tema kali ini sangat baik.

“Dengan refleksi akan menjadikan kita intropeksi untuk memberikan yang terbaik lagi bagi Indonesia kedepannya. Menghadirkan narasumber hebat para alumni UNS yang telah berkontribusi untuk pembangunan bangsa Indonesia. Semoga dari pemikiran narasumber pada diskusi malam ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Prof. Yunus dalam sambutannya.

Narasumber pertama Ir. Bambang Sutrisno menyampaikan bahwa menumbuhkan semangat bersatu adalah suatu hal yang dapat menjadikan Negara Indonesia memiliki daya tawar tinggi. Karena dengan persatuan akan berdampak pada kemakmuran negara dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Kemudian Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa untuk merawat kebangsaan, dapat dilakukan dengan membangun branding positif dalam bernegara sekaligus membuat strategi marketing pada sektor yang kita kelola.

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Selanjutnya Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI), dr. Mohammad Syahril membawakan materi tentang  Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia.

“Refleksi 77 tahun kemerdekaan Indonesia, kita tak boleh melupakan dari segi perspektif kesehatan. Karena kita memiliki peran yang penting untuk turut memastikan bahwa generasi berikutnya sehat, berpendidikan, produktif, mandiri, dan berkeadilan. Hal ini kita lakukan dengan meningkatkan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi; mempercepat perbaikan gizi masyarakat; memperbaiki pengendalian penyakit; gerakan masyarakat hidup sehat; serta memperkuat sistem kesehatan dan pengendalian obat dan makanan,” tutur dr. Mohammad Syahril.

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Sementara Ir. Hariyadi Sukamdani menyampaikan dari sisi ekonomi. Bahwa kita harus senantiasa kerja keras supaya bisa tumbuh lebih besar dengan memanfaatkan sumber daya dan kekayaan yang dimiliki.

Dekan Fakultas Hukum (FH) UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani merefleksi dari prespektif hukum. Kemudian narasumber terakhir Drs. Mohamad Toha yang mengungkapkan gagasannya dari prespektif pendidikan.

“Melalui pendidikan kita bisa menancapkan nilai luhur bangsa Indonesia kembali. Dengan demikian, apapun tantangannya kita akan mampu untuk menghadapinya,” tutup Drs. Mohamad Toha. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

UNS — Fenomena stem cell atau sel punca belakangan ini ramai diperbincangkan khususnya dalam dunia kedokteran. Hal ini karena stem cell berperan penting dalam tubuh manusia untuk mengganti sel-sel dalam tubuh yang mengalami kerusakan dengan diganti menjadi sel-sel yang baru. Selain itu, stem cell juga menjanjikan harapan kesembuhan total bagi penderita penyakit degeneratif seperti stroke, Alzheimer, diabetes mellitus, Parkinson, maupun gagal jantung.

Menanggapi fenomena yang tengah hangat di masyarakat ini, Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta seri 109 mengangkat tema Stem Cell: Untuk Indonesia Sehat. Adapun acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret, Jumat (15/7/2022).

Mewakili Ketua IKA UNS, Ketua Bincang Aksi dan Advokasi Kesehatan IKA UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K)., Ph.D., FISQua mengatakan bahwa dua alumni UNS yang dihadirkan pada acara ini akan memberikan pencerahan tentang stem cell.

“Dengan demikian kita bisa mendapatkan informasi yang tepat mengenai stem cell dan dapat mengambil keputusan yang rasional terkait stem cell. Semoga melalui kegiatan Wedangan IKA UNS ini dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat akan fenomena stem cell,” kata dr. Tonang.

dr. Tonang melanjutkan bahwa kegiatan Wedangan IKA UNS seri 109 ini juga sebagai sumbangsih untuk Indonesia dari para alumni UNS khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat dan kesehatan bangsa.

Ketua Dewan Pakar IKA UNS sekaligus Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI), Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H., mengucapkan ini adalah acara dewan pakar untuk yang pertama kalinya.

“Dengan menghadirkan narasumber dua alumni UNS yang ahli tentang stem cell ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman utuh terkait topik tersebut. Semoga acara Wedangan IKA UNS ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Dr. Amir Yanto.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Narasumber pertama Prof. Dr. dr. Ferdiansyah Mahyudin, Sp.OT (K) memaparkan materi tentang Mengenal Stem Cell (Sel Punca): Sumber, Jenis, Terapi & Metabolitnya. Prof. Ferdiansyah mengatakan bahwa secara definisi stem cell atau sel punca merupakan sel spasial ditubuh manusia yang dapat memperbanyak dirinya sendiri dan juga dapat menjadi berbagai jenis sel seperti sel otak, ginjal, jantung, dan tulang.

“Sementara stem cell memiliki 3 mekanisme kerja setelah diberikan kepada penderita yang membutuhkan. Pertama memiliki kemampuan berubah menjadi sel pada target yang dituju. Kedua memproduksi berbagai jenis protein untuk memfasilitasi penyembuhan pada berbagai penyakit. Ketiga melakukan modifikasi sistem kekebalan tubuh,” jelas Prof. Ferdiansyah.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Prof. Ferdiansyah menambahkan banyak klinik yang telah menawarkan terapi sel punca namun sayangnya tidak didukung oleh ilmu pengetahuan saat ini. Maka dari itu, sebelum melakukan terapi sel punca harus mencari terapi sel punca yang terbukti aman dan efektif, berhati-hati pula terhadap penawaran terapi sel punca tanpa adanya perizinan dan registrasi dari regulator, mengecek dokter yang mengerjakan terapi sel punca harus sesuai dengan bidang ilmunya.

Kemudian narasumber kedua Divisi Reumatologi, Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Dr. dr. Arief Nurudhin, Sp.PD, KR, FINASIM menyampaikan tentang Stem Cell dan Metabolitnya: Harapan Terapi Masa Depan.

Sebagaimana yang diungkapkannya fenomena stem cell karena kemunculan Dolly the Sheep tahun 1997 yang menyebabkan peneliti di seluruh dunia mulai berspekulasi bahwa stem cell dapat digunakan untuk membuat jaringan manusia. Kemudian penelitian mengenai stem cell di dunia terus berkembang sampai dengan produk metabolitnya hingga saat ini.

Dr. Arief menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri, stem cell juga sudah mendapat perhatian. Hadirnya Pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan pada peneliti dan klinisi untuk mengkaji terkait stem cell dan metabolitnya sebagai terapi.

“Terapi Mesenchymal Stem cell (MSC) dan Exosome menjadi salah satu alternatif dalam upaya treatment penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil pengujian, pasien Covid-19 dengan kategori infeksi berat dan kritis yang mendapatkan terapi MSC tersebut 2,5 kali survive dibanding pasien yang tidak diterapi MSC,” tutur Dr. Arief.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Sebagaimana yang diungkapkannya, telah dilakukan uji klinis multicenter stem cell untuk mengobati pasien Covid-19, mengakibatkan meningkatnya minat dan perhatian pada terapi stem cell. Seiring dengan terus berjalannya penelitian stem cell di Indonesia, pemerintah juga telah membuat regulasi khusus mengenai stem cell.

“Adapun untuk regulasi sel punca di Indonesia telah diatur melalui Permenkes No 833/2009 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca, Permenkes No 604/2010 Tentang Komnas Sel Punca di Kemkes untuk memberikan saran dalam kebijakan atau penyusunan pedoman kepada Menkes, serta Permenkes No 32/2018 Tentang Pelayanan Kesehatan untuk Terapi Punca atau Terapi Sel,” tutup Dr. Arief. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

UNS — Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali hadir membahas tentang Perkembangan Terkini Pandemi & Ekonomi: Apa yang Mungkin Terjadi? Acara Wedangan IKA UNS yang telah memasuki seri ke-108 tersebut dilaksanakan pada Jumat (1/7/2022) malam melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengatakan bahwa acara Wedangan IKA UNS yang sudah lama tidak muncul, kini tampil dengan warna baru. Selain itu, Prof. Jamal turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para alumni UNS atas dukungan yang telah diberikan.

“Sebelumnya UNS berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Penghargaan pertama sebagai peraih poin tertinggi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 yaitu kelas kolaboratif dan partisipatif tahun 2021. Serta penghargaan kedua atas capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021 pada liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dan ini semua tak terlepas dari bantuan rekan-rekan alumni,” ucap Prof. Jamal dalam sambutannya.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama, Dosen UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, Tonang Dwi Ardyanto dr. SpPK, Ph.D. dr. Tonang memaparkan materi tentang Covid 19: Transisi Menuju Hidup Berdampingan?

“Syarat untuk menuju transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi pertama ditandai dengan transisi komunitas berada di level 1 selama tiga bulan berturut-turut. Kemudian syarat cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan target jumlah penduduk >70% dari total populasi. Serta reproduction rate atau laju penularan itu 1 atau di bawah 1 selama tiga bulan berturut-turut,” lanjut dr. Tonang.

dr. Tonang menambahkan bahwa imunitas pasca infeksi dan pasca vaksinasi, dapat saling memperkuat menghadapi varian baru Covid-19. Dengan demikian, tak perlu takut dalam menghadapi Covid-19 varian baru yang muncul. Karena virus hanya bisa bermutasi ke tubuh manusia. Oleh karenanya, ketika kita sudah divaksinasi dosis lengkap, maka mutasi virus ke tubuh kita akan rendah.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

“Adapun sebagaimana yang disyaratkan World Health Organization (WHO), cara relaksasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat dengan meningkatkan kapasitas testing agar angka positivitas terbukti menurun. Kemudian meningkatkan cakupan vaksinasi karena terbukti efektif mencegah penyebaran. Serta secara perlahan melakukan pelonggaran, bukan endemi. Karena endemi itu berarti hampir semua risiko dan tanggung jawab dikembalikan kepada masing-masing,” terang dr. Tonang.

Sementara narasumber kedua, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Director in PWC’s Forensic Services & Financial Crime Unit Leader, Budi Santoso S.E., Ak., MForAccy, PGCS, CA, CFE, CPA (Aust.) memaparkan tentang Post-Pandemic Economic Recovery.

“Hadirnya pandemi berdampak pada semua sektor kehidupan tak terkecuali sektor ekonomi. Maka, solusi untuk mengatasinya dengan melakukan transformasi digital. Sejak tahun 2020, banyak bisnis yang telah mengubah sistem usahanya ke digital,” ujar Budi.

Namun, untuk bertransformasi ke digital masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Pertama, sebanyak 49% masyarakat Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas, belum memiliki akses internet. Maka, tantangan inilah yang harus kita perbaiki bersama.

“Oleh karena itu, untuk menciptakan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi setelah hadirnya Covid-19 pertama dengan meningkatkan investasi. Baik investasi dalam hal pendidikan, investasi kesehatan, maupun investasi yang menambah nilai. Kemudian meningkatkan revenue usaha Anda, mengurangi biaya yang tidak perlu, melakukan inovasi, dan mendukung persiapan tenaga kerja yang berkualitas,” tutup Budi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Angkat Tema Idulfitri dan Kesucian Hati Menuju Masyarakat Madani

Wedangan IKA UNS Angkat Tema Idulfitri dan Kesucian Hati Menuju Masyarakat Madani

UNS — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar Wedangan IKA UNS, Rabu (4/5/2022). Dalam wedangan yang memasuki seri ke-107 ini mengangkat tema ‘Idulfitri dan Kesucian Hati Menuju Masyarakat Madani untuk Indonesia Maju’.

Pembicara yang dihadirkan adalah Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh yang sekaligus merupakan Wakil Ketua Umum IKA UNS. Turut hadir Ketua Umum IKA UNS, Ir. Budi Harto, M.M. dan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho.

Dalam sambutannya, Ir. Budi Harto berharap dengan datangnya Idulfitri ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, Ia juga menginformasikan bahwa pada 29 Mei mendatang akan digelar halalbihalal IKA UNS di Hotel Sahid, Jakarta. Ketum IKA UNS tersebut berharap agar para alumni dapat hadir karena saat ini kondisi sudah memungkinkan untuk berkumpul.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho mengatakan bahwa di Indonesia memiliki dua tradisi ketika Idulfitri tiba. Tradisi pertama adalah mudik. Ia mengatakan bahwa tahun ini terdapat lonjakan pemudik karena pemerintah telah memberikan kelonggaran agar dapat kembali ke kampung halaman.

Wedangan IKA UNS Angkat Tema Idulfitri dan Kesucian Hati Menuju Masyarakat Madani

“Tradisi kedua adalah silaturahmi. Ini kekuatan yang luar biasa. Kita di sini bisa sampai seminggu masih diselimuti semangat untuk bersilaturahmi. Termasuk acara malam hari ini,” kata Prof. Jamal.

Dalam materinya, Prof. Zudan menyampaikan bahwa banyak bangsa yang mengalami pertikaian karena masyarakatnya tidak dapat menjaga hawa nafsu dan amarah.

“Saya ambil contoh India. Ketika dijajah Inggris, India merupakan negara yang sangat besar, terlebih sebelum merdeka penduduknya terbesar di dunia karena Pakistan dan Bangladesh belum memerdekakan negaranya. Kalau sekarang, terbanyak adalah China, sekitar 1,4 miliar, kemudian disusul India dengan 1,3 miliar penduduk,” jelasnya.

Sementara, jumlah penduduk Pakistan saat ini sekitar 220 juta jiwa dan Bangladesh 160 juta jiwa. Oleh karena itu, apabila ketiga negara tersebut Bersatu, maka akan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Wedangan IKA UNS Angkat Tema Idulfitri dan Kesucian Hati Menuju Masyarakat Madani

“Ketika dimerdekakan oleh Inggris, Pakistan tidak mau ketinggalan. Jadi, yang Hindu bergabung dengan India dan yang Islam ke Pakistan. Kalau Indonesia pada tahun 1945 seperti itu, maka tidak akan ada Indonesia yang seperti sekarang dengan berbagai keragaman yang ada,” imbuhnya.

Prof. Zudan menekankan bahwa keragaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan yang luar biasa.
“Ini adalah bagian luar biasa yang harus dirawat dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan niat yang baik agar bisa berkontribusi dengan ibu pertiwi,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Kenal Lebih Dekat dengan Dua Fakultas Baru di UNS, Yuk!

Kenal Lebih Dekat dengan Dua Fakultas Baru di UNS, Yuk!

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi membuka dua fakultas baru. Kedua fakultas tersebut yakni Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data serta Fakultas Psikologi. Surat keputusan (SK) pendirian kedua fakultas ini dikeluarkan pada 11 Maret 2022, bertepatan dengan Dies Natalis ke-46 UNS.

Bagi sivitas akademika UNS, dua fakultas baru tersebut bukanlah hal baru. Ini karena dua fakultas tersebut merupakan pengembangan dari dua program studi (prodi) yang ada di UNS. Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data merupakan pengembangan dari Prodi Teknik Informatika dan Komputer (TIK) yang semula di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sementara itu, Fakultas Psikologi merupakan pengembangan dari Prodi Psikologi yang awalnya menginduk di Fakultas Kedokteran (FK).

Sejumlah alasan mendasari pengembangan dua prodi tersebut menjadi fakultas baru. Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menjelaskan alasan pertama yakni tingginya animo calon mahasiswa baru yang mendaftar di kedua prodi tersebut. Prodi Psikologi UNS pada tahun 2021 tercatat diminati oleh 10.149 pendaftar, padahal daya tampungnya hanya 150 mahasiswa. Pada tahun yang sama, Prodi TIK diminati 5.853 pendaftar, sedangkan yang diterima hanya 115 mahasiswa.

Selain itu, Prof. Jamal menyampaikan bahwa kualitas kedua prodi tersebut sudah terjamin. Kualitas yang dimaksud yakni akreditasi, Sumber Daya Manusia (SDM), dan kurikulum yang digunakan. Dengan pertimbangan tersebut, Senat Akademik UNS memutuskan untuk mengembangkan dua prodi tersebut menjadi fakultas.

Meskipun menambah dua fakultas baru, Prof. Jamal menegaskan bahwa UNS tidak akan menambah dekan. Hal ini guna merampingkan struktural di UNS.

“Meskipun ada dua fakultas baru, kami tidak menambah dekan baru. Ke depan harus miskin struktur, kaya fungsi. Ke depan dengan banyaknya fakultas, tidak banyak pejabat,” ujar Prof. Jamal dalam acara Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS seri 103 pada Rabu (6/4/2022).

Dengan demikian, dua fakultas tersebut masih akan dikepalai oleh dekan fakultas sebelumnya. Dekan FMIPA akan mengepalai Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data. Sementara itu, Dekan FK akan menjadi kepala untuk Fakultas Psikologi.

Terobosan Dua Fakultas Baru

Saat ini kedua fakultas tersebut baru memiliki satu prodi. Namun, kepala prodi masing-masing menyampaikan akan mengembangkan prodi lain di fakultas tersebut.

Kepala Prodi TIK, Dr. Wiharto, S.T., M.Kom. mengatakan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data akan menambah satu prodi baru yakni Prodi Sains Data.

Insyaallah nanti ada dua program studi, yang satu bagaimana cara membuat Artificial Intelligence (AI), kemudian yang kedua bagaimana mengolah data atau informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kebijakan. Ke depan bisa jadi lebih dari dua prodi,” tutur Dr. Wiharto.

Sementara itu, Fakultas Psikologi UNS akan mengembangkan Prodi S2 Psikologi dan magister profesi. Saat ini Fakultas Psikologi UNS sedang menjalin kerja sama dengan salah satu universitas di Korea Selatan untuk pendirian S2 Psikologi.

“Ke depannya kami akan membuka prodi S2 dan kami akan bekerja sama dengan universitas di Korsel. Kemudian magister profesi juga akan kami buka,” ujar Kepala Prodi Psikologi, Dr. Aditya Nanda Pratama.

Meskipun masih satu prodi, Fakultas Psikologi memiliki berbagai peminatan yang dapat diambil oleh mahasiswa. Ada empat peminatan yang dapat dipilih yakni psikologi industri organisasi, psikologi sosial, psikologi pendidikan, dan psikologi klinis. Keempat peminatan tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan lapangan saat ini sehingga para mahasiswa dapat memilih konsentrasi psikologi sesuai dengan minat masing-masing.

Selain penambahan prodi, fakultas baru ini juga memiliki keistimewaan untuk menambah daya tampung. Prodi Psikologi yang semula daya tampungnya hanya 150 mahasiswa, tahun depan akan ditambah menjadi 250 mahasiswa. Hal ini tentu memberikan peluang lebih besar kepada para calon pendaftar untuk dapat diterima di UNS. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti