UNS Dukung UMKM Wonogiri Tingkatkan Akses Keuangan

UNS Dukung UMKM Wonogiri Tingkatkan Akses Keuangan

UNS — Para pengusaha gula kelapa di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri kini selangkah lebih maju dalam mendapatkan akses keuangan. Hal ini berkat Riset Grup (RG) Moneter dan Fiskal Studies Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang memberikan pelatihan literasi dan akses keuangan untuk mereka.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi 50 pelaku UMKM Gula Kelapa yang merupakan salah satu UMKM unggulan di Kecamatan Parangupito, Kabupaten Wonogiri. Sebelum ini, RG Moneter dan Fiskal Studies melakukan tinjauan lapangan. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro di Kabupaten Wonogiri saat ini masih dominan mengakses lembaga keuangan nonbank dengan biaya pendanaan yang relatif mahal. Apalagi jika akses keuangan menggunakan jasa lembaga keuangan nonformal, hal tersebut memberatkan pelaku usaha mikro di Kabupaten Wonogiri.

Bertolak pada hal tersebut, RG Moneter dan Fiskal Studies FEB UNS mengadakan pelatihan ini. RG Moneter dan Fiskal Studies memfasilitasi pelatihan tersebut dengan terlebih dahulu melakukan pelatihan tentang literasi keuangan. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat industri gula kelapa di Kabupaten Wonogiri, sehingga berdampak pada penguatan sektor industri pengolahan pangan sebagai respon atas berkembangnya sektor pariwisata di Provinsi Jateng utamanya Kabupaten Wonogiri,” ujar Koordinator Tim Pengabdian, Johadi, SE., M.Sc., dalam rilisnya Jumat (11/11/2022).

Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diberi pengetahuan dan keterampilan dalam memahami produk dan layanan yang disediakan oleh lembaga keuangan. Melalui pelatihan ini diharapkan indeks literasi keuangan meningkat yang selanjutnya berimplikasi pada kemudahan lembaga keuangan utamanya bank untuk melakukan pemetaan pelaku UMKM yang dinilai bankable.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian program UMKM Go Fund. Ini merupakan salah satu upaya lembaga keuangan di Kabupaten Wonogiri untuk fasilitasi UMKM sektor unggulan utamanya gula kelapa yang telah mendapatkan perhatian dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinas KUKM dan Perindag) Kabupaten Wonogiri. Melalui program ini UMKM tumbuh cepat karena kemudahan pendanaan. Selain itu, bank mendapatkan debitur yang berkualitas sesuai dengan prinsip prudential banking dalam penyaluran kreditnya.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam program UMKM Go Fund yang dilaksanakan sejak Agustus hingga November 2022. Program ini digawangi oleh Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si sebagai Ketua RG, Johadi, SE., M.Sc, Koordinator Tim Pengabdian, dan Ariyanto Adhi Nugroho, SE., M.Ec. Dev sebagai anggotanya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Redaktur: Dwi Hastuti

Kembangkan Potensi Daerah, Tim KKN UNS Olah Empon-Empon Jahe Menjadi Wedang Jahe Kencur Jeruk Siap Minum

Kembangkan Potensi Daerah, Tim KKN UNS Olah Empon-Empon Jahe Menjadi Wedang Jahe Kencur Jeruk Siap Minum

UNS — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kegiatan pengolahan empon-empon jahe menjadi wedang jamu sehat. Kegiatan ini dilakukan bersama 15 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Karang, Desa Jeblogan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (8/8/2022) bertempat di rumah Ketua RW Dusun Karang, Muslim. Pengolahan empon-empon jahe menjadi wedang jamu sehat dilakukan karena melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) dari Dusun Karang yang kaya akan empon-empon, salah satunya yaitu jahe. Selain itu, masyarakat Dusun Karang juga belum membuat inovasi dalam mengolah empon-empon menjadi wedang jamu.

Oleh karena itu, kelompok KKN UNS mengusung program untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Dusun Karang dengan mengolah empon-empon jahe menjadi wedang jamu dengan inovasi berupa tambahan kencur dan jeruk nipis. Wedang jamu tersebut dikemas menggunakan botol packaging yang diberi label sehingga menambah nilai jual.

Abdul Karim atau yang biasa disapa Abdul selaku Ketua Kelompok KKN 193 UNS menjelaskan mengenai bahan yang diperlukan untuk mengolah empon-empon jahe menjadi wedang jamu sehat. Bahan dan alat tersebut antara lain kompor gas, panci, telenan, pisau, gelas, saringan, pengaduk, botol packaging, stiker labeling, jahe, kencur, gula jawa, gula pasir, dan jeruk nipis.

“Pembuatan wedang jamu jahe kencur jeruk ini dipandu oleh Bu Sutini, Ibu RT Dusun Karang. Langkah pembuatannya yaitu jahe dan kencur yang telah dikupas harus dicuci terlebih dahulu. Sambil menunggu air mendidih, potong kecil-kecil gula jawa dan masukkan ke air rebusan yang sudah mendidih,” jelas Abdul, Jumat (19/8/2022).

Langkah selanjutnya yaitu potong kecil-kecil jahe dan kencur. Lalu, masukkan ke dalam air rebusan dan pada akhir, tambahkan jeruk nipis yang sudah dipotong tipis.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dyah Yuni Kurniawati S.Sn., M.Sn. mengungkapkan potensi empon-empon di Dusun Karang ini sangat melimpah. Akan tetapi, masih sedikit masyarakat yang dapat menikmati olahan seperti jamu siap minum dari empon-empon tersebut.

Kembangkan Potensi Daerah, Tim KKN UNS Olah Empon-Empon Jahe Menjadi Wedang Jahe Kencur Jeruk Siap Minum

Wedang jamu siap minum yang dibuat bersama PKK ditampilkan dalam expo UMKM di Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri. Expo ini diikuti oleh lima desa yang ada di Karang Tengah, meliputi Desa Temboro, Purwoharjo, Ngambarsari, Karang Tengah, dan Jeblogan. Expo UMKM ini dilaksanakan pada 17—18 Agustus 2022. Dalam acara ini, setiap desa diminta untuk menampilkan produk – produk unggulan yang ada di desa masing-masing. Salah satu produk yang ditampilkan Desa Jeblogan yaitu wedang jahe kencur jeruk siap minum yang dikemas dengan botol dan diberikan label.

“Pengolahan empon-empon jahe menjadi wedang jamu siap minum menjadi inovasi yang selanjutnya dapat dikembangkan oleh masyarakat Dusun Karang,” tutup Abdul. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Dosen Pendidikan Geografi UNS Gelar DKT Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kekeringan di Wonogiri

Dosen Pendidikan Geografi UNS Gelar DKT Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kekeringan di Wonogiri

UNS — Dosen Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan tema Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kekeringan. Kegiatan tersebut digelar secara luring di Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Senin (18/7/2022).

Diketuai oleh Dr. Pipit Wijayanti, S.Si., M.Sc., tim tersebut terdiri dari Prof. Dr. Chatarina Muryani, M.Si. dan Lintang Ronggowulan, S.Pd., M.Pd. Mereka merupakan Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, karang taruna, anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan 20 Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Girikikis. Partisipan yang ikut serta dalam kegiatan ini nantinya akan diikutsertakan dalam menggerakkan masyarakat lain untuk menjaga dan mengelola kawasan karst.

Sebelum pelaksanaan DKT, Tim PSB LPPM UNS melakukan penggalian data mengenai tingkat kapasitas awal masyarakat melalui wawancara terbuka. Kemudian, DKT dimulai dengan pemberian materi berkaitan dengan ekosistem karst, hidrologi karst, dan konservasi kawasan karst.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama partisipan berkaitan dengan bencana kekeringan, pencemaran karst, serta konservasi dan adaptasinya. Kegiatan diakhiri dengan pemasangan rambu-rambu larangan membuang sampah pada sinkhole yang menjadi jalan masuknya air pada sistem hidrologi karst. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak membuang sampah pada sinkhole sehingga air tanah pada karst tidak tercemar kualitasnya.

Dr. Pipit mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap konservasi mata air. Dengan demikian, masyarakat akan memiliki kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam konservasi mata air dan terjadi perubahan pola pemanfaatan lahan yang lebih baik dan tepat.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Girikikis mengenai konservasi mata air. Dengan memiliki pengetahuan mengenai konservasi mata air, mereka akan memiliki kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam konservasi mata air. Selain itu, akan memungkinkan juga terjadi perubahan pola pemanfaatan lahan ke arah yang lebih baik dan tepat,” kata Dr. Pipit.

Dosen Pendidikan Geografi UNS Gelar DKT Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kekeringan di Wonogiri

Lebih lanjut, Dr. Pipit berharap kegiatan DKT ini dapat menyadarkan masyarakat yang tinggal di kawasan karst untuk menjaga lingkungannya dari pertambangan maupun sampah. Dengan menjaga kawasan karst, maka kebutuhan air bersih akan terpenuhi

“Kami berharap kegiatan ini akan menyadarkan masyarakat yang tinggal di kawasan karst, khususnya di Kelurahan Girikikis untuk menjaga lingkungannya dari pertambangan maupun sampah. Karena aktivitas yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap kawasan karst justru menjadi kerugian yang amat besar nantinya. Terutama untuk pemenuhan air bersih,” harap Dr. Pipit. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Kepala Desa Slogoretno, Wonogiri Jadi Juara 1 Lomba Pidato Konstitusi di UNS

Kepala Desa Slogoretno, Wonogiri Jadi Juara 1 Lomba Pidato Konstitusi di UNS

UNS — Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi berakhir, Sabtu (18/6/2022). Lomba ini diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) UNS yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi (MK). Suparmanto, Kepala Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri ditetapkan sebagai juara 1 setelah berhasil mengungguli 9 finalis lain di putaran final lomba. Suparmanto juga berhak membawa pulang Piala Bergilir Ketua MK berupa patung Themis atau Dewi Keadilan.

Sementara itu, juara kedua diraih oleh Jalu Setio Bintoro, Lurah Popongan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Juara 3 diraih oleh Sutrisno, Lurah Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Adapun Martantyo Didik Purnomo, Kepala Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, menempati posisi juara harapan 1. Pada posisi juara harapan 2 ditempati oleh Sugeng Sarwono, Lurah Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Kepala Desa Slogoretno, Wonogiri Jadi Juara 1 Lomba Pidato Konstitusi di UNS

Para peraih juara telah melalui beberapa tahapan seleksi sebelumnya. Pertama, babak penyisihian diikuti 405 peserta yang merupakan lurah dan kepala desa se-Solo raya. Peserta disaring menjadi 75 orang yang berikutnya lolos ke babak semifinal. Sebelum tampil di babak semifinal, peserta mengikuti cultural trip, outbound, serta memperoleh pembekalan materi yang disampaikan langsung oleh hakim konstitusi. Usai babak semifinal, 10 peserta dinyatakan lolos dan berhak menjadi finalis untuk berkompetisi di babak final.

Kesepuluh finalis berorasi secara langsung di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, di hadapan para tamu undangan beserta dewan juri yang hadir. Para juri dalam kompetisi ini adalah Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H.; Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si.; Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum.; Prof. Dr. Adi Sulistyono, S.H., M.H.; Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, S.H. M.M.; serta Prof. Dr. Tundjung Herning Sitabuana, S.H., C.N., M.Hum.

Putaran final ini dihadiri oleh Ketua MK, Prof. Dr. Anwar Usman, S.H., M.H.; Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Arif Hidayat, S.H., M.S.; Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H.; Wakil Wali Kota Surakarta, Drs. Teguh Prakosa; Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.; Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M.; serta Bupati di wilayah Solo Raya.

Prof. Jamal Wiwoho selaku Rektor UNS mengatakan, para kepala desa dan Lurah perlu diikutsertakan dalam kegiatan bernuansa konstitusi semacam ini. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan meningkatkan kemampuan dalam memahami dan mensosialisasikan nilai-nilai konstitusi bagi desa dan kelurahannya.

“Untuk itu sudah sepatutnya jika lurah dan kepala desa diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan yang bernuansa konstitusi oleh lembaga-lembaga negara, utamanya MK, serta perguruan tinggi agar kinerja lurah dan kepala desa semakin baik. Khususnya dalam menjamin hak-hak konstitusi masyarakatnya,” ujar Prof. Jamal.

Ketua MK, Prof. Anwar Usman, berharap adanya lomba pidato konstitusi ini mampu menciptakan sinergitas dan koordinasi yang lebih apik antara MK dengan seluruh desa atau kelurahan se-Solo Raya. Beliau juga berharap, kegiatan semacam ini menjadi stimulasi bagi tumbuh dan berkembangnya nilai pancasila dan konstitusi di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kepala Desa Slogoretno, Wonogiri Jadi Juara 1 Lomba Pidato Konstitusi di UNS

Prof. Anwar menjelaskan, MK telah menganugerahkan predikat Desa Konstitusi kepada desa-desa yang dinilai cukup baik dalam mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dan konstitusi. Menurutnya, melalui penyelenggaraan lomba seperti ini, tidak menutup kemungkinan predikat tersebut dapat disematkan ke salah satu desa di wilayah Solo Raya.

“Tidak tertutup kemungkinan di masa yang akan datang desa dan kelurahan di Solo (red: di wilayah Solo Raya) juga dapat dinobatkan sebagai desa konstitusi,” tutur Prof. Anwar. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Bekerja Sama dengan MK, FH UNS Gelar Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya

Bekerja Sama dengan MK, FH UNS Gelar Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya

UNS — Final dan pengumuman pemenang Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya tahun 2022 sukses digelar pada Sabtu (18/6/2022). Ini merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Mahkamah Konstitusi (MK). Tahap final dan pengumuman pemenang berlangsung di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dengan menampilkan 10 finalis.

Sebelumnya, sebanyak 405 peserta yang merupakan lurah dan kepala desa se-Solo Raya bersaing pada babak penyisihan. Peserta disaring menjadi 75 orang yang kemudian lolos ke semifinal. Pada tahap final, didapatkan 10 finalis yang berorasi secara langsung dihadapan para tamu undangan yang hadir.

Putaran final ini dihadiri oleh Ketua MK, Prof. Dr. Anwar Usman, S.H., M.H.; Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Arif Hidayat, S.H., M.S.; Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H.; Wakil Wali Kota Surakarta, Drs. Teguh Prakosa; Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.; Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M.; serta Bupati di Solo Raya.

Bekerja Sama dengan MK, FH UNS Gelar Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya

Prof. Anwar Usman dalam sambutannya menekankan peran kepala desa dan lurah adalah sebagai ujung tombak dalam pemahaman sekaligus pengamalan pancasila dan konstitusi. Melalui perlombaan ini pun beliau meyakini para peserta memiliki semangat lebih dalam menyosialisasikan kedua hal tersebut. Anwar turut menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan menjembatani, mewadahi, memahami, dan mendiseminasi konstitusi di tingkat desa atau kelurahan.

“MK berharap, kegiatan semacam ini mampu menjadi stimulasi bagi tumbuh dan berkembangnya nilai pancasila dan konstitusi di tengah kehidupan bermasyarakat,” tutur Prof. Anwar Usman.

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan rasa senang dan bangganya kepada FH UNS dan MK yang kembali sukses menggelar kompetisi tahunan tersebut. Menurut beliau, ini membuktikan bahwa UNS layak menjadi motor penggerak masyarakat. UNS terbukti mampu mengambil peran dalam menyosialisasikan dan memasyarakatkan nilai serta norma konstitusi bernegara.

Penyelenggaraan lomba pidato ini turut dinilai Prof. Jamal sebagai cara yang efektif, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan kecerdasan hukum dan konstitusi yang telah dilakukan oleh FH UNS dan MK. Hal ini karena kepala desa dan lurah merupakan pemimpin yang langsung bersentuhan dengan masalah kemasyarakatan.

Bekerja Sama dengan MK, FH UNS Gelar Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya

“Karena lurah dan kepala desa adalah pemimpin masyarakat yang langsung bersentuhan dengan masalah-masalah kemasyarakatan, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memahami dan menyosialisasikan nilai-nilai konstitusi bagi desa dan kelurahannya,” tutur Prof. Jamal.

Sementara itu, Teguh Prakosa yang mewakili Wali Kota Surakarta menyampaikan bahwa pengembangan kesadaran konstitusi menghadapi tantangan. Persoalan ini muncul dari kompleksnya kondisi kehidupan dan sosial di masyarakat. Dengan adanya kompetisi ini, Teguh berharap, seluruh kepala desa dan lurah dapat memahami konstitusi dengan baik. Tidak hanya teori tetapi juga yang terpenting adalah mengimplementasikan.

Bekerja Sama dengan MK, FH UNS Gelar Lomba Pidato Konstitusi Antar-Kepala Desa dan Lurah se-Solo Raya

“Maka dari itu, saya berharap, lomba ini dapat menjadi wadah untuk membangun budaya yang sadar berkonstitusi dan memberikan sumbangan positif dalam menjaga agar nilai-nilai konstitusi dapat tetap hidup dalam semua aspek kehidupan yang ada,” harap Teguh.

Pada acara inti, 10 finalis menyampaikan orasinya masing-masing selama 10 menit. Mereka adalah Agus Wahyu Purnomo Anwar selaku Lurah Laweyan, Surakarta; Jalu Setio Bintoro selaku Lurah Popongan, Karanganyar; Martantyo Didik Purnomo selaku Kepala Desa Tawangsari, Karanganyar; Riyadi selaku Lurah Blumbang, Karanganyar; Rusminto Tjiptaning Fajar selaku Kepala Desa Pugeran, Klaten; Slamet Setyo Budi selaku Kepala Desa Borongan, Klaten; Suparmanto selaku Kepala Desa Slogoretno, Wonogiri; Sugeng Sarwono selaku Lurah Gandekan, Surakarta; Sutrisno selaku Lurah Kepatihan Wetan, Surakarta, serta Titik Winarni selaku Kepala Desa Jaten, Boyolali. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti