BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Ngunut Mengunjungi UMKM Progress Jogja yang Sudah Go International

BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Ngunut Mengunjungi UMKM Progress Jogja yang Sudah Go International

UNS — Tim Progam Penguatan Kapasitas (PPK) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama perwakilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah mengunjungi Progress Jogja yang beralamat di Jatigrit, Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). UMKM Desa Ngunut yang merupakan desa binaan BEM FP tersebut terhimpun dalam Kelompok Usaha Produk Lokal (KUPL) Desa Ngunut yang semua produknya berbasis produk lokal dan menjadi produk unggulan desa.

Rombongan dari perwakilan UMKM Desa Ngunut berjumlah lima orang ini terdiri atas pelaku usaha jamu jahe instan, keripik kulit sapi, sale pisang, Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Akseptor (UPPKA), serta dibersamai oleh tokoh pemuda Desa Ngunut. BEM FP UNS memilih Progress Jogja sebagai tempat studi banding karena telah merambah di pasar internasional melalui satu produk yakni tortilo yang telah sampai ke Negeri Tirai Bambu, Cina. Tak hanya itu, produk tepung pisang milik Progres Jogja juga sudah terpasarkan sampai ke Italia pada tahun 2009. Pada tahun 2018 Progress Jogja mendapatkan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadi UMKM pertama di Jogja yang mendapatkan sertifikasi ISO. Ragam produk lainnya adalah minuman rempah wedang uwuh, tepung yang berasal dari biji, umbi, dan buah. 

Selama studi banding, rombongan tampak antusias untuk belajar agar bisa mengembangkan UMKM miliknya dalam hal ini untuk KUPL Desa Ngunut. Hal ini disampaikan oleh Alvien Gusti Prasditio selaku Ketua PPK Ormawa BEM FP UNS 2022. 

BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Ngunut Mengunjungi UMKM Progress Jogja yang Sudah Go International

“Sebanyak lima perwakilan UMKM Desa Ngunut, Karanganyar kami ajak untuk melakukan studi banding ke UMKM Progress Jogja. Mereka antusias. Harapannya mereka terinspirasi, termotivasi, dan meluaskan jejaring, sehingga bisa meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal unggulan Desa Ngunut. Nantinya semua pengalaman dan pembelajaran hasil studi banding itu kami aplikasikan ke kelompok usaha binaan kami dan ke depannya semoga bisa go international seperti mereka,” ungkap Alvien kepada tim uns.ac.idKamis (22/9/2022).

Sayemilah sebagai Ketua UPPKA Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar mengungkapkan rasa terima kasihnya atas fasilitas studi banding yang diterima.

“Studi banding sangat bermanfaat dan membantu keberlanjutan kelompok UPPKA kami. Pengalaman dengan produk lain akan kami dalami lagi dan mencoba dikembangkan untuk menambah kegiatan di kelompok UPPKA. Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dan diajak studi banding ke Progress Jogja,” ungkapnya.

BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Ngunut Mengunjungi UMKM Progress Jogja yang Sudah Go International

Lebih lanjut, Alvien menjelaskan bahwa pada dasarnya, studi banding yang terlaksana pada Sabtu (17/9/2022) ini bertujuan membuka wawasan dan memantik KUPL Desa Ngunut agar lebih terdorong dalam berpacu di dunia pasar. Melalui studi banding besar harapannya mampu membuat KUPL selangkah lebih maju sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Langkah sederhana yang diinisiasi BEM FP UNS Bersama KUPL Desa Ngunut ini menjadi penegas bahwa UMKM harus berdaya dan mampu menjadi pilar penyangga ekonomi kerakyatan. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

LPPM UNS Dampingi Pengrajin Topeng Batik di Patuk, Gunung Kidul

LPPM UNS Dampingi Pengrajin Topeng Batik di Patuk, Gunung Kidul

UNS — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pendampingan kepada pengrajin topeng batik yang tergabung dalam UKM Karya Manunggal di Dusun Bobung, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian dari LPPM UNS dilakukan sejak tahun 2020 melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).

Tim PPPUD terdiri atas 4 personil dengan ketua tim Prof. Slamet Subiyantoro guru besar bidang antropologi seni yang tupoksinya mengembangkan diversitas design topeng, kemudian Prof. Pujiyono dari Fakultas Hukum (FH) UNS ahli dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual atau HKI, Dr. Kristiani pakar ekonomi bidang eksport produk UKM dan Dwi Maryono, M.Kom. pakar IT dari Prodi Pendidikan Teknik Informasi dan Komputer UNS.

Ketua tim Prof. Slamet Subiyantoro mengatakan, bahwa UKM Karya Manunggal ini memproduksi karya seni topeng batik kayu dan beberapa kerajinan berbahan kayu lainnya seperti berbagai jenis hewan, souvenir maupun boneka loro blonyo. Produk topeng ada yang corak klasik dan topeng hias batik, baik dengan Teknik batik tulis maupun Teknik cat.

“Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkaya diversitas desain topeng serta membantu UKM agar dapat memproduksi topeng yang siap eksport,” terang Prof. Slamet di sela-sela acara kunjungan ke UKM Karya Manunggal, Kamis (23/6/2022).

Prof. Slamet menambahkan, Tim PPPUD UNS sejak tahun 2020 secara kompak membantu UKM Karya Manunggal yang mati suri akibat dampak pandemi Covid-19. Pada tahun pertama, berbagai upaya telah dilakukan oleh
Tim PPPUD untuk membantu UKM agar tetap bertahan di tengah sepinya penjualan produk karya seni di tengah pandemi Covid-19. Upaya pertama yang dilakukan oleh Tim adalah melakukan diversitas desain topeng. Diversitas topeng bertujuan untuk meningkatkan nilai fungsi, nilai estetika dan nilai ekonomi dari produk kerajinan topeng. Pengembangan diversitas produk tidak dapat dilakukan dengan spontan, oleh karena itu TIM PPPUD memberikan materi pendampingan terkait proses penggalian ide pengembangan produk.

LPPM UNS Dampingi Pengrajin Topeng Batik di Patuk, Gunung Kidul

“Luaran dari kegiatan ini berupa meningkatnya pengetahuan UKM dan berubahnya paradigma menuju ke memodernisasi topeng. Berdasarkan pendampingan yang telah dilakukan diversitas desain yang dihasilkan misalnya desain topeng yang diterapkan pada kepentingan praktis tempat hp, jam, informasi papan, tempat bolpoin, nomer rumah, tempat surat, tempat lampu, cermin, gantungan kunci dan lain-lain.

Kegiatan kedua yang dilakukan adalah Pendampingan pembukuan. Pendampingan ini bertujuan agar UKM tertib dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran penjual produk. Pembukuan terkait dengan cash flow yang baik juga dapat membantu UKM untuk menentukan harga produk yang dikaitkan dengan biaya proses produksi. Selain pembukuan manual Tim PPPUD juga melakukan pendampingan secara digital dengan menggunakan sebuah aplikasi pembukuan berbasis android. Pada awalnya pihak UKM mengakui bahwa proses pembukuan berbasis digital terasa sulit akan tetapi disadari bahwa manfaatnya lebih efektif dan efisien.

Kegiatan yang ketiga adalah pendampingan HKI atau Hak kekayaan Intelektual. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi para pengrajin bahwa produk karya inovasi seni yang dihasilkan pengrajin harus dilindungi oleh hukum agar kelak kemudian hari tidak ditiru dan di klaim oleh pihak lain. Target dari kegiatan ini berupa kesadaran pengrajin UKM Karya Manunggal agar melindungi produknya dengan HKI supaya tidak dirugikan pihak lain. Beberapa HKI telah didaftarkan dan mendapatkan sertifikat hak kekayaan intelektual dari hasil diversifikasi desain produk yang telah dihasilkan.

Dampak pandemi Covid-19 yang menimpa UKM berimbas pada rendahnya penjualan yang dilakukan secara offline. Langganan yang sedianya rutin membeli produk dari UKM berhenti total karena memang produk karya seni dimasa pandemi sangat sulit untuk dijual karena kebijakan social distancing dan protokol Kesehatan sehingga terasa sulit dalam berinteraksi secara offline.

Mengatasi hal tersebut Tim IT PPPUD, Dwi Maryono M.Kom. berinisiatif mengajak UKM untuk mengembangkan pemasaran berbasis digital. Pemasaran berbasis digital dimulai dengan mengenalkan UKM dengan platform penjualan online seperti shopee dan tokopedia. Selanjutnya untuk menambah pangsa pasar yang lain tim juga membuat website penjualan topeng dan aplikasi topeng batik yang dapat di unduh di playstore.

LPPM UNS Dampingi Pengrajin Topeng Batik di Patuk, Gunung Kidul

Sementara itu, Ketua LPPM UNS, Prof. Okid Parama Astirin menambahkan, selain pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, Tim PPPUD juga memberikan sejumlah peralatan untuk UKM. Alat yang hendak diberikan didiskusikan terlebih dahulu kepada UKM agar spesifikasi dan kegunaan alat yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan. Setelah mencapai kesepakatan alat yang diberikan berupa gergaji chain saw, tatah ukir dan mesin alat aplas. Berbagai peralatan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga proses produksi dapat dilakukan dengan cepat namun tetap dengan kualitas yang terstandar.

Tim PPPUD juga membuat showroom di Disperindag Gunung Kidul, di UKM, di kampus UNS sebagai tanda kegiatan pengabdian yang telah dilakukan serta sebagai bagian dari upya tim untuk membantu pemasaran Produk Topeng. Selain showroom tim PPPUD juga aktif dalam mengikuti pameran misalnya di Jakarta, Bali dan Surakarta.

Sementara itu, Owner UKM Karya Manunggal, Sujiman mengucapkan terima kasih kepada Tim PPPUD UNS. “Terima kasih kepada Prof. Slamet dan tim karena sudah membina dan mendampingi kami. Bahkan 24 jam siap melayani konsultasi kami,” ujar Sujiman.

Sujiman mengaku selama pandemi Covid-19 penjualan topeng batik mengalami penurunan. “Alhamdulillah berkat pendampingan dari UNS, kini penjualan mulai bergairah. Selain diversifikasi desain, UNS juga memberikan bantuan peralatan untuk mendukung produksi topeng batik,” ujar Sujiman. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi digandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menjalankan pilot project konversi kompor gas ke kompor induksi. Kerja sama ini diteken pada Kamis (28/4/2022) di Ruang Sidang II Gedung dr. Prakosa UNS, Kentingan, Surakarta.

Penandatanganan tersebut dilangsungkan secara luring menghadirkan berbagai pihak. Jajaran pimpinan UNS dan PLN hadir dalam acara ini. Pihak PLN diwakili oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Muhammad Irwansyah Putra, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Ari Prasetyo Nugroho, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Endah Yuliati, dan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Surakarta, Joko Hadi Widayat.

Sementara itu, pihak UNS dihadiri langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Jamal Wiwoho. Selain itu, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat Sajidan dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Rektor UNS, Prof. Jamal mengungkapkan bahwa kunci kemajuan negara adalah inovasi. Untuk itu, perguruan tinggi didorong untuk melakukan riset dan inovasi. Namun, riset dan inovasi diharapkan tidak mandek hanya pada artikel ilmiah, tetapi juga dapat disinergikan dengan dunia usaha dan industri agar dapat diimplementasikan.

“Keberhasilan mengakselerasi berbagai produk inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak terlepas dari kemampuanya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan industri dan berbagai institusi pengguna. Seperti halnya pagi ini, UNS berhasil menggandeng PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY dalam rangka pelaksanaan pilot project pengalihan energi berbasis impor menjadi domestik melalui konversi kompor LPG ke kompor induksi,” ujar Prof. Jamal.

Program konversi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang meminta PT. Pertamina dan PT. PLN segera menjalankan program transisi energi. Dua hal awal yang akan dilaksanakan transisi energi yakni penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi. Prof. Jamal berharap UNS dan PLN dapat bersinergi dengan baik untuk memaksimalkan terwujudnya program ini.

“Semoga UNS bersama PT PLN  Unit Induk Distribusi Jawa Tengah Dan D.I. Yogyakarta mampu memberikan kontribusi  dan kinerja yang semakin nyata dalam rangka mensukseskan terwujudnya  kualitas riset dan inovasi pendidikan tinggi dalam mendukung akselerasi program transisi energi di Indonesia,” pungkasnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Muhammad Irwansyah Putra mengatakan bahwa pilot project pengalihan energi berbasis impor menjadi domestik melalui konversi kompor LPG ke kompor induksi ini akan dilaksanakan di dua tempat yakni Kota Surakarta dan Bali Selatan. Khusus pelaksanaan di Kota Surakarta, PLN mempercayakan UNS untuk mengawal program tersebut.

“Kami minta bantuan bapak ibu akademisi Universitas Sebelas Maret untuk bersama-sama mengawal program konversi LPG ke induksi agar berjalan dengan lancar sehingga dapat menjadi percontohan kota-kota lain di Indonesia,” ujarnya.

Pilot project ini akan dilaksanakan awal Juni 2022. Program tersebut berupa pengujicobaan kompor induksi untuk 1.000 warga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) di Kota Surakarta.

Seribu pelanggan yang dipilih dalam uji coba ini sudah disurvei kemudian ditetapkan. Pelanggan-pelanggan tersebut merupakan pelanggan yang mendapat subsidi listrik yang memiliki daya 450—900 VA. Untuk menggunakan kompor induksi, pelanggan yang masuk daftar tersebut akan mendapat fasilitas penambahan daya gratis hingga 2200 VA.

PLN Gandeng UNS Jalankan Pilot Project Konversi LPG ke Kompor Induksi

Dalam menjalankan program ini, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta akan dibantu oleh LPPM UNS. Sejumlah pakar UNS akan dilibatkan pada program ini. Beberapa pakar tersebut di antaranya pakar manajemen proyek, pakar etnografi, pakar ketenagalistrikan, pakar data analis dan teknologi informasi, pakar sosiologi, dan pakar ilmu komunikasi. Kehadiran sejumlah pakar diharapkan membantu PLN mewujudkan target konversi kompor LPG ke kompor induksi mencapai 8,2 juta pengguna pada 2025 mendatang. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) pada Jumat (1/4/2022). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Dari UNS, penandatanganan MoU dilakukan oleh Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi, sedangkan dari PT. PLN (Persero) dilakukan oleh Muhammad Irwansyah Putra selaku General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

PT. PLN (Persero) merupakan sebuah badan usaha milik negara yang mengurus semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Adapun, maksud dan tujuan dari penandatanganan kerja sama ini adalah untuk mengaplikasikan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ketenagalistrikan, serta pengembangan sumber daya manusia. Juga untuk meningkatkan kemampuan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pengelolaan dan pengembangan ketenagalistrikan secara optimal, serta pengabdian kepada masyarakat di wilayah kerja PT. PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan DIY.

Prof. Sajidan berharap agar adanya kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

“Semoga kerja sama ini akan bermanfaat bagi semua pihak, baik untuk PLN dan UNS dalam bidang penelitian, pengabdian, dan pengembangan kelistrikan,” ujar Prof. Sajidan.

Penandatanganan MoU ini bertepatan dengan hari bebas emisi yang berlaku di UNS. Hari bebas emisi ini terlaksana sekali setiap bulan di awal pekan setiap bulannya di hari Jumat. Hal ini senada dengan aksi lanjutan setelah adanya penandatanganan MoU, akan ada pembagian 1.000 kompor listrik bagi warga Solo. Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi penggunaan kompor gas yang mendukung program pemerintah dalam upaya net zero emission.

GM PT. PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan DIY juga berharap agar adanya kerja sama ini dapat memberikan arti bagi bangsa dan negara.

Awali Bulan April, UNS Jalin Kerja Sama dengan PT PLN

“Ke depan merupakan tantangan berat bagi kami. Maka, kami memerlukan bantuan dari perguruan tinggi baik dalam hal sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah dan stake holder. Semoga kerja sama ini dapat memberikan arti bagi bangsa dan negara kita,” harap Irwansyah. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa Agribisnis UNS Ambil Peran dalam Program Riset Kemanusiaan di Kabupaten Gunungkidul

Mahasiswa Agribisnis UNS Ambil Peran dalam Program Riset Kemanusiaan di Kabupaten Gunungkidul

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terjunkan tim riset guna meneliti kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program riset keilmuan ini digagas dengan skema kegiatan kemanusiaan yang dahulu diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini pun turut mendukung suksesnya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan UNS.

Diketuai Dr. Ernoiz Antriyandarti, tim ini melibatkan 8 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) dan 1 mahasiswa Magister Agribisnis Pascasarjana UNS. Tim peneliti terdiri dari Agustono, M.Si, ahli ekologi dari FP UNS dan Dr. Hijrah Saputra, pakar gempa dan geofisika Universitas Airlangga (Unair). Tim peneliti UNS turut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kapanewon Kecamatan Girisubo sebagai sentra lokasi kegiatan riset kemanusiaan.

Kelangkaan air sebagai kendala utama pembangunan ekonomi kawasan karst di Gunungkidul menjadi hal yang disoroti dalam kegiatan ini. Permasalahan tersebut merembet pada kurang suburnya kondisi alam sehingga berdampak pada aktivitas pertanian dan peternakan. Ditambah Kawasan ini masuk dalam daerah rawan bencana alam.

Tim peneliti UNS mencermati perlu adanya intervensi, strategi, rekayasa, dan terobosan untuk mengatasi berbagai tingkat kerentanan dengan memperkuat resiliensi masyarakat karst. Langkah ini diambil dengan tidak mengesampingkan kelestarian ekosistem dan ekologi sosial dalam pembangunan pedesaan. Bentang alam karst memiliki ekosistem yang mudah rusak, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan.

Terdapat beberapa tujuan dari Program Riset Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Kekeringan dan Gempabumi di Kawasan Karst Kabupaten Gunungkidul. Beberapa tujuan diantaranya adalah menerapkan sistem irigasi tetes untuk mengatasi kekeringan di lahan pertanian, memetakan distribusi titik-titik lokasi rawan bencana alam kekeringan dan gempa bumi, membuat kerangka acuan kerja mitigasi bencana alam kekeringan dan gempa bumi, pendampingan dan edukasi mitigasi bencana, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan bencana kekeringan dan gempa bumi dengan pendekatan kultural, ekonomi, spasial dan ekologi.

Mahasiswa UNS juga turut ambil peran dalam menyusun beberapa program pendukung dan berkoordinasi dengan masyarakat mitra. Pada akhirnya, program ini mempersiapkan mahasiswa menjadi calon-calon peneliti yang handal.

“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami mengenai gambaran pembangunan terutama pada bidang pertanian di lahan kering yang akan diwujudkan oleh Kapanewon Girisubo dan bagaimana melakukan mitigasi bencana kekeringan dan gempa bumi,” papar Rifa’i, mahasiswa anggota tim peneliti UNS, Rabu (16/2/2022).

Rochen yang juga menjadi anggota tim peneliti mengaku mendapat pengalaman langsung dalam menganalisis curah hujan disana.

“Curah hujan adalah faktor utama yang mengendalikan proses siklus hidrologi di dalam suatu daerah aliran sungai. Terjadinya hujan harus ada prakondisi tertentu dari unsur data iklim yang tercakup di dalam bagian ilmu klimatologi. Pengelolaan sumber daya air membutuhkan data dan informasi hidrologi,” imbuh Rochen. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti