uns berkarya

Sinergisme Lini Menuju UNS Sebagai World Class University

By 26 January 2016 April 13th, 2017 No Comments

1945. Kala itu rakyat dari semua golongan bahu membahu berjuang menumpas penjajahan. Mulai dari pemuda hingga golongan tua, mulai buruh tani hingga kalangan priyayi, semuanya tidak sungkan untuk berjuang bersama mempersembahkan yang terbaik bagi masa depan Indonesia. Ya, saat itu juga dunia menyaksikan bahwa kaum yang dianggap lemah pun jika bersatu akan sanggup mengalahkan musuh yang memiliki amunisi yang jauh lebih kuat. Kekuatan dari berbagai lini ini akhirnya menghasilkan sebuah sinergisme dengan daya ledak yang berlipat-lipat. Dan akhirnya tepat 17 Agustus 1945, sinergisme ini menghasilkan sebuah kemenangan bernama kemerdekaan.

Agaknya dari peristiwa sejarah di atas kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa sebuah permasalahan tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan air mata satu orang, hanya dengan keringat satu orang, hanya dengan darah satu orang. Namun air mata, keringat, dan darah ini haruslah kita gabung bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan itu nantinya. Pun dengan cita-cita Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai World Class Univerity, slogan ini hanya akan menjadi mimpi belaka jika sinergisme ini tidak dapat dibangun dalam mengusahakannya. Maka adalah sebuah keniscayaan bahwa mimpi ini bukanlah mimpi yang hanya diusahakan para petingginya saja, yang hanya diusahakan para mahasiswanya saja, yang hanya diusahakan masyarakat di sekitarnya saja. Namun, mimpi ini haruslah menjadi mimpi bersama yang akan bersinergi demi mewujudkan UNS sebagai World Class University.

Kita bayangkan bahwa sinergisme ini terdiri dari tiga lini. Stakeholder UNS, mahasiswanya, dan masyarakat sekitar. Ketiga lini ini akan saling berkaitan satu sama lain membentuk sebuah sinergisme. Sinergisme positif yang nantinya bukan hanya akan mewujudkan langkah UNS menuju World Class University, namun juga tentang bagaimana menaikkannya kualitas masing-masing lini.
Sinergisme lini pertama adalah hubungan UNS, khususnya adalah para penentu arah kebijakan kampus, dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Beberapa tahun belakangan ini pembangunan infrastruktur di lingkungan UNS semakin dipercepat. Gedung-gedung megah dan mewah mulai bermunculan seiring bertambahnya fasilitas yang semakin lengkap. Namun hal ini akan menjadi ironi nantinya jika kemegahan ini tidak ikut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan, bukan bermaksud bahwa masyarakat harus mendapat bantuan berupa perbaikan rumah. Namun, kebermanfaatan itu secara tidak langsung ikut menjadi hak mereka karena sesungguhnya gedung-gedung itu dibangun atas bantuan uang rakyat. Maka dari itu wajib bagi UNS untuk ikut andil dalam menaikkan taraf hidup masyarakat sekitar. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) lingkungan sekitar UNS untuk bekerja di lingkungan kampus. Keuntungannya adalah UNS akan lebih mudah mendapatkan tenaga kerja dengan biaya yang lebih murah dibandingkan kita menjalin kontrak dengan suatu perusahaan. Mungkin SDM yang ada masih belum mempunyai skill yang tinggi, maka dari itu kita bisa mulai menginisiasi dari hal-hal yang tidak membutuhkan skill tinggi namun dapat menyerap tenaga kerja yang banyak, salah satu contohnya adalah menggunakannya sebagai tenaga kebersihan dan keindahan kampus. Saya yakin mereka cukup kompeten untuk bekerja di kedua bidang tersebut. Poin plus dari sinergisme lini ini adalah ketika masyarakat sekitar dipercaya untuk ikut berkontribusi untuk UNS, maka otomatis akan mudah terjadinya ikatan yang harmonis antara pihak UNS dan masyarakat sekitar, sehingga diharapkan tidak akan ada suara-suara miring terkait keadaan kampus, dan jika UNS mengadakan suatu acara yang melibatkan masyarakat sekitar seperti gerak jalan bersama warga Solo misalnya, antusiasme acara ini akan menjadi tinggi sehingga keuntungan ini kembali lagi ke pihak UNS nantinya agar dipandang sebagai kampus yang merakyat.

Baca selengkapnya: Sinergisme Lini Menuju UNS Sebagai World Class University

Penulis: Naufal Aminur Rahman
Beri Like bila kamu setuju dengan ide Naufal Aminur Rahman

Leave a Reply