Laporan realisasi anggaran menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan laporan keuangan. Melalui laporan realisasi anggran, kita mendapatkan informasi realisasi dan anggaran entitas pelaporan. Namun, seringkali didapat realitas anggaran tidak sesuai dengan anggaran yang direncanakan dalam satuan kerja per departemen atau instansi. Umumnya, raihan penyerapan anggaran tinggi di akhir tahun dan sebaliknya.

dwd

Laporan daya serap untuk jajaran pemimpin fakultas.

Tri Utami, staff Bendahara Keuangan Pembantu Fakultas Ilmu Budaya UNS berpendapat, ada beberapa hal penyebab penyerapan anggaran tidak efektif. Salah satunya masalah pengawasan atau monitoring terhadap penyerapan anggaran. Tri Utami menyebut, dasar monitoring penyerapan anggaran terletak pada laporan realisasi anggaran. Dengan adanya laporan realisasi anggaran yang memadai, maka efektifitas penyerapan anggaran dapat terpantau dan sesuai jadwal peraihannya.

Di lingkungan kerja Tri Utami mendapatkan Sistem Informasi Akuntansi sudah digunakan termasuk di dalamnya laporan daya serap atau sering disebut laporan realisasi anggaran. Sayangnya, laporan tersebut dikemas dalam laporan utuh satu fakultas. Padahal, tanggung jawab kinerja keuangan juga menjadi tanggung jawab dari pengguna anggaran langsung (program studi, bidang, dan pimpinan). Terlebih, laporan realisasi anggaran di FIB UNS dibuat secara manual menggunakan microsoft excel. Sumber data didapat dari hasil ekspor data di Sistem Informasi Akuntansi. Sehingga, tingkat keakuratan laporan rendah dan masih ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam pengerjaannya. Selain itu, proses penyusunan laporan membutuhkan waktu yang lama.

Menghadapi masalah tersebut, Tri Utami membuat aplikasi Sistem Informasi Realisasi Anggaran FIB (SIREA FIB) yang hanya diakses oleh pemilik user ID. User ID hanya diberikan kepada kepala prodi, kasubbag, kepala bagian, wakil dekan, dan dekan. Sumber data aplikasi didapat dari hasil ekspor data Laporan Daya Serap di Sistem Informasi Akuntansi fakultas yang disinkronkan dengan Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi universitas agar mendapat data dengan tingkat kebenaran dan validitas data yang tinggi. Selain itu Aplikasi SIREA FIB juga menggunakan data hasil ekspor dari Sistem Perencanaan berupa jadwal peraihan anggaran dan batas peraihan anggaran periode tertentu. Data dari Sistem Perencanaan digunakan untuk dasar penilaian proporsionalitas dan efektifitas peraihan anggaran.

ss

Tampilan import data SIREA FIB.

Aplikasi SIREA FIB dijalankan oleh administator yakni staf sub bagian keuangan. Administrator bertugas mengekspor Laporan dari Sistem Informasi Akuntansi UNS dan mengimpor data yang dibutuhkan aplikasi SIREA. Tugas staf sub bagian keuangan yang awalnya membuat laporan relisasi anggaran secara manual menjadi terbantu. Proses pengerjaan laporan menjadi tepat dengan keakuratan data yang tinggi. Tri Utami menjelaskan, SIREA juga dilengkapi menu komunikasi antar admin dan user. Admin dapat saling berkomunikasi terkait peraihan anggaran  dan PK yang belum dilaporkan.

Tri Utami yakin, aplikasi SIREA di internal FIB mampu mendukung proses monitoring efektivitas penyerapan anggaran karena mampu menyampaikan laporan penyerapan anggaran di periode tertentu disertai jadwal peraihan anggaran sebagai peringatan jika dana yang diraih belum memenuhi batas minimal. Proses pengerjaan laporan yang cepat melalui SIREA memudahkan kinerja pegawai sub bagian keuangan. Sehingga, laporan realisasi anggaran di FIB dapat segera digunakan sebagai informasi bagi pemimpin prodi maupun fakultas dalam mengambil keputusan.[](nana.red.uns.ac.id)