Komitmen UNS sebagai Kampus Ramah Lingkungan

Intitusi perguruan tinggi atau kampus awalnya didirikan dengan tujuan mendidik ataupun mengedukasi manusia. Sejarah kampus dimulai dari seorang filsuf dan muridnya yang berkumpul, menelurkan ide-ide yang kelak mengubah dunia. Kumpulan kelompok belajar itu pun mulai berkembang dari sekumpulan guru dan murid menjadi sebuah sistem yang mendidik dan mengedukasi serta berhak memberikan gelar kepada murid-muridnya seperti sekarang ini.

Di Indonesia, fungsi kampus biasa disebut dengan tridharma perguruan tinggi. Kita tentu sudah mengetahui hal tersebut, tridharma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat. Perkembangan zaman menyebabkan terjadinya perluasan fungsi kampus. Kampus mulai menjelma menjadi institusi yang memiliki fungsi positif bagi lingkungan sekitarnya. Hampir semua kampus mulai menyadari bahwa kampus tidak hanya harus memiliki manfaat bagi sesama manusia, akan tetapi harus turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan hidup.

Tidak terkecuali bagi kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang mulai berkomitmen menjadi kampus yang peduli dengan lingkungan. Sejalan dengan komitmen yang telah ditetapkan, kampus UNS mulai berbenah melakukan langkah-langkah perbaikan untuk ‘menghijaukan’ kampus. Salah satunya dimulai  dengan mengikutsertakan mahasiswa baru dalam program menghijaukan UNS. Program orientasi mahasiswa baru ditambahkan kegiatan kerja bakti membersihkan fakultas. Tujuan program ini bukan hanya sebagai ajang mengenal fakultas masing-masing, akan tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan budaya cinta lingkungan kepada mahasiswa baru.

Tidak hanya sampai disitu, untuk lebih membuktikan keseriusan komitmen UNS terhadap lingkungan, program kenal kampus untuk mahasiswa baru pun mulai “disusupi” berbagai tema terkait lingkungan, diantaranya dengan pencanangan “One Student Five Trees” untuk mahasiswa baru. Hal ini guna mendukung program besar UNS yaitu menanam 5000 pohon di sekitar kampus dan ruang terbuka hijau sebesar 1 hektar. Tidak hanya sebatas menanam pohon, penanaman 5 pohon untuk satu mahasiwa pun dijadikan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan. Koordinat lokasi penanaman dicatat untuk kemudian bisa dipantau perkembangan pohon yang ditanam setiap mahasiswa.

Hal yang paling perlu diapresiasi antara lain langkah terbaru kampus UNS yang tidak berhenti hanya pada aspek ruang terbuka hijau, tetapi juga aspek kontribusi pencegahan bencana. Kampus UNS terletak di kecamatan Jebres, kota Surakarta. Dikutip dari perkataan Gatot Sutanto selaku Kepala pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Surakarta,  salah satu wilayah timur kota Surakarta yang sering terkena dampak banjir antara lain kecamatan Jebres. Wilayah Jebres berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo, sehingga apabila ada hujan berintensitas tinggi atau ada banjir kiriman dari Boyolali pasti menguap dan menggenangi wilayah sekitarnya (Tribunsolo, 6/8). Kondisi ini tentu perlu diperhatikan karena ancaman banjir yang dapat mengganggu kegiatan perkuliahan.

Revitalisasi danau kampus mulai dilakukan untuk menghindari ancaman banjir. Bekerjasama dengan Pemkot Surakarta, danau kampus yang sudah mengalami pendangkalan kemudian disulap menjadi danau yang  tidak hanya mumpuni sebagai penampung air, melainkan juga sarana rekreasi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Selain itu, pemasangan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 1.290 meter kubik per hari menjadi salah satu dari sekian langkah kampus untuk mewujudkan kampus UNS sebagai kampus ramah lingkungan. Diresmikan oleh Rektor UNS, Prof. Ravik Karsidi, Maret 2017. IPAL juga diproyeksikan sebagai salah satu sarana untuk mengurangi beban pencemaran Sungai Bengawan Solo (Website UNS, 01/06).

Langkah revitalisasi danau tenyata tidak hanya sebagai sarana menghijaukan kampus, akan tetapi danau juga turut berkontribusi menahan debit air sehingga mencegah terjadinya banjir. Masyarakat sekitar pun merasa senang karena danau kampus UNS menjadi indah dan bisa menjadi sarana rekreasi bagi mereka. Mahasiswa juga turut diuntungkan karena adanya tempat berkumpul berupa gazebo kecil yang bisa mereka gunakan untuk rapat ataupun sekedar bersantai.

Bak gayung bersambut, langkah yang diupayakan UNS membuahkan hasil. Dikutip dari situs resmi uns.ac.id , belum lama ini kampus UNS dianugerahi peringkat 7 perguruan tinggi Indonesia oleh UI GreenMetric dan mendapat peringkat ke 101 di dunia dalam hal komitmen terhadap kesehatan lingkungan. Tidak sekedar menjalankan program, UNS juga sudah mulai mengkategorisasikan program green campusnya sehingga semua orang bisa mengakses dan mengetahui program apa saja yang sedang dijalankan yang dapat dibuka di web greencampus.uns.ac.id.

Saya sebagai mahasiswa percaya bahwa UNS sudah ada di jalur yang benar dalam menuju cita cita green campus. Sebagai mahasiswa, saya hanya berdoa supaya UNS bisa menjadi kampus nomor 1 di dunia dalam hal kebermanfaatannya terhadap lingkungan sekitar.

Denni Ramadhan T.

Ilmu tanah 2015

By | 2019-01-25T19:46:10+07:00 25 January 2019|Categories: Opini|