Menjadi Mahasiswa Mandiri, Aktif dan Berprestasi

Masa perkuliahan adalah masa-masa dimana kita dapat menemukan passion, mengembangkan potensi diri, dan memperluas relasi. Tentu akan sangat merugi jika sebagai generasi muda hanya menghabiskan waktu luang seusai kuliah untuk bersantai ria di kost-an atau rumah. Sebagai generasi muda, alangkah lebih baik jika waktu luang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti mengikuti kegiatan organisasi (baik internal maupun ekternal kampus), aktif mengikuti kompetisi, dan mengembangkan minat dan bakat melalui pelatihan-pelatihan.

Menjadi mahasiswa UNS yang progressive dan berprestasi!

Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh melupakan tugas utama, yaitu mengikuti perkuliahan dan mendapatkan nilai baik dalam hal akademis. Tak sedikit mahasiswa di luar sana yang sambat, menyalahkan sistem pendidikan, karena menganggap mustahil mahasiswa yang aktif di organisasi akan kesulitan mendapatkan nilai yang baik di bidang akademis.

Well, everthing is all about management time. Soal manajemen waktu. Tidak sedikit mahasiswa di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang aktif di bidang sosial dan organisasi, namun juga berprestasi di bidang akademik. Contohnya teman saya, dia adalah mahasiswa FISIP, jurusan ilmu komunikasi angkatan 2015 yang bernama Isna Nur Insani. Seorang mahasiswa yang aktif di bidang sosial (Founder Semarak Inspirasi) dan juga menjadi MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) FISIP 2018.

UNS merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Hal ini terbukti dari hasil yang disematkan oleh lembaga pemeringkat Internasional uniRank bahwa Universitas Sebelas Maret berada di urutan ketiga nasional. Menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia tentu berkat peran dari para pengajar dan pembelajar yang ada di UNS.

Di era globalisasi ini, pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat pesat. Iskandar Simongkir (Deputi bidang ekonomi makro dan keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) menyebutkan saat ini UMKM menyumbang terhadap PDB hingga 60,32% (Liputan6.com , 6/7). Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik, dan United Nation Population Fund memprediksi jumlah pelaku UMKM di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 58,97 juta orang (keuangan.kontan.co.id).

Mencetak mahasiswa UNS yang mandiri & kreatif

Seiring berkembangnya UMKM di Indonesia, ternyata UNS pun juga sudah mempersiapkan dan mendorong para mahasiswa untuk melakukan kegiatan wirausaha. Salah satunya dengan adanya Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) yang merupakan lembaga non struktural yang berada di bawah naungan LPPM UNS. PPKWU secara nyata mewadahi dan membantu para pelaku bisnis mahasiswa UNS untuk menjalankan sebuah kegiatan wirausaha. Sebagai contoh Alif Aubertsyah, mahasiswa yang akrab dipanggil Alif ini merupakan mahasiswa UNS dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan manajemen 2015 yang saat ini menjalankan wirausaha di bidang kuliner yaitu KESUSU.

KESUSU menawarkan sebuah produk olahan susu sapi murni, kemudian diblend dengan berbagai macam rasa, dan dipackage secara menarik. Alif memulai usahanya sejak semester 4. Berbekal pengalaman saat bekerja part time di sebuah kafe pada semester 3. Alif kemudian memberanikan diri untuk memulai usahanya sendiri. Pada tahun 2017, Ia menjadi salah satu mahasiswa yang menerima dana hibah dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang dikelola oleh PPKwu.

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mendorong dan memberikan pendampingan kepada para mahasiswa UNS yang sudah atau akan menjalankan kegiatan wirausaha. Selain pendampingan, para penerima PMW juga akan mendapatkan dana hibah untuk menjalankan usahanya tersebut. Dalam proses seleksi PMW dibagi menjadi 3 tahapan, pertama adalah pengumpulan berkas, kedua adalah wawancara & presentasi Business Plan, dan yang ketiga adalah tes psikotes.
Dengan adanya program semacam ini, akan membantu mahasiswa UNS untuk menjadi generasi pembangun bangsa. Terus jaya UNS! UNS Bisa!

Alif Aubertsyah, Mahasiswa Manajemen UNS 2015

By | 2019-01-13T12:26:07+07:00 13 January 2019|Categories: Opini|