Oleh: Rumi Iqbal Doewes, S.Pd., M.Or. (Dosen Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS)

Olahraga didefinisikan sebagai aktivitas manusia yang mampu mencapai suatu hasil yang membutuhkan tenaga fisik dan/atau kemampuan fisik secara alamiah, terorganisasi, dan kompetitif. Olahraga merupakan aktivitas fisik penunjang kesehatan tubuh manusia. Olahraga prestasi diartikan sebagai olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

Dalam proses mencapai kesuksesan atlet, selain menjaga dan meningkatkan performa tubuh dengan latihan keras, hal yang perlu ditanamkan dalam jiwa seorang atlet ialah bertanding dengan menerapkan norma fair play. Fair play dalam olahraga didefinisikan sebagai konformitas pada aturan, rasa hormat pada afficials dan keputusannya, serta menghormati sesama lawan. Fair play merupakan prinsip yang melekat pada jiwa seorang atlet untuk dapat bersikap adil dan menghargai hak orang lain dalam memperoleh kesempatan yang sama sebelum, selama dan sesudah dilaksanakannya sebuah kompetisi. Tanpa fair play, olahraga serta upaya kompetitif lainnya hanya menjadi masalah dengan segala cara.
Namun, dalam pelaksanaannya terdapat atlet yang memilih jalan pintas demi meningkatkan performa tubuh maksimal dengan waktu yang singkat dengan sengaja ataupun tidak sengaja atas ketidaktahuaannya mengkonsumsi atau menggunakan metode yang termasuk dalam doping. Jelaslah ini termasuk pelanggaran kode anti doping.

Adapun peraturan pengecualian menggunakan terapeutik yaitu izin menggunakan zat atau metode terlarang Therapeutic Use Exemption (TUE) untuk pengobatan medik akut atau kronik hanya diperbolehkan atas syarat dan ketentuan yang dikeluarkan oleh LADI.
RG Biomekanika dan Teknologi Olahraga telah melakukan survei kepada atlet dan pelatih difabel dengan jumlah 24 atlet dan 10 pelatih yang akan berlaga di Asean Para Games di Philipina di tahun 2020 data menunjukan pelatih dan atlet Asean Para Games Indonesia memiliki pemahaman yang kurang yaitu 49,5% sampai 50,15%.
Dari hasil wawancara tentang indikator pendidikan atau sosialisasi anti doping, sebagian besar atlet mengaku sosialisasi anti doping jarang dilakukan.

Melihat permasalahan tersebut, penulis berinovasi untuk membuat aplikasi pengetahuan doping yakni aplikasi RumiDoping untuk membantu olahragawan dan pelaku olahraga mengetahui zat dan jenis obat-obatan, metode terlarang yang termasuk dalam doping serta memberikan informasi mengenai TUE (Therapeutic Use Exemption). Penulis berharap aplikasi ini dapat digunakan sebagai akses wawasan dan menjadi salah satu media dalam mengupayakan pencegahan penggunaan doping agar olahragawan dan pelaku olahraga lebih selektif dalam mengkonsumsi obat, makanan dan minuman.

Aplikasi RumiDoping memudahkan pelaku olahraga untuk melakukan pencarian zat dan metode yang termasuk dalam doping. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui website dan aplikasi bagi pengguna android dapat diinstal di PlayStore. Dirancang dengan bahasa pemrogaman web panel menggunakan PITP dengan Framework Lareval 8, dan menggunakan basis data MySQL. Untuk basis android menggunakan bahasa Kotlin, dengan Android Studio versi Android 5.
Pengembangan aplikasi RumiDoping menggunakan model perencanaan Agile Sprint. Tahap pengembangan dimulai dengan Plan (Peneliti dan mitra merencanakan penyusunan kompenen perangkat lunak), Develop (Mitra memulai pengerjaan perangkat lunak sesuai dengan permintaan peneliti), Test/QA (Menguji perangkat lunak dan mendokumentasikan hasil), Deliver (Mitra mempresentasikan produk perangkat lunak kepada peneliti), dan Assess (Peneliti menilai dan memberi feedback terhadap hasil pembuatan perangkat lunak).

Tahap uji dan evaluasi perangkat lunak menggunakan testcases. Testcase mempartisi domain input dari suatu program dan mengetahui seberapa luas kemampuan perangkat lunak fitur-fitur aplikasi. Pengujian dilakukan secara langsung oleh user dan apabila terdapat kejanggalan atau ketidaksesuaian serta fungsi fitur tidak berfungsi akan dilakukan evaluasi.
Iptek yang akan diimplementasikan pada mitra sasaran adalah aplikasi RumiDoping.

Dalam aplikasi tersebut tersedia penjelasan mengenai doping seperti pengertian doping, daftar terlarang, zat doping, metode doping, therapeutic use exemptions, proses kontrol doping, lembaga anti doping, dan sanksi bagi pengguna doping serta fitur search yang dapat digunakan sebagai pencocokan kandungan yang terdapat dalam obat, makanan dan minuman yang akan dikonsumsi untuk menginformasikan zat tersebut termasuk kategori doping atau tidak. (*)

Suka dengan artikel ini?

Gandeng CV. Bina Cipta Abadi, FIB UNS Adakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

UNS --- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan...

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

UNS --- Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap membuka kelas...

Kajian Dies Natalis ke-25 FMIPA UNS, Habib Novel Alaydrus Sampaikan Ceramah Tentang Keberkahan Hidup

UNS --- Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh Habib Novel Alaydrus memberikan ceramah...

RG Indigenous Psychology UNS Bagikan Strategi Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi Melalui SALAM SMART

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM)...

UNS Raih Poin Tertinggi Pencapaian IKU di Tahun 2020/2021

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih penghargaan pencapaian Indikator Kinerja...

Upaya Mengembangkan Potensi Desa, BEM FP UNS Tandatangani Kontrak Kerja Sama dengan Pemerintah Desa Ngunut

UNS --- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Buat Poster tentang Kewirausahaan, Mahasiswa UNS Sabet Dua Gelar Sekaligus di Ajang Aection 3.0

UNS --- Kabar baik datang dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mahasiswa...

Bagikan Tips Obat Pegel Linu, Grup Riset Filologi Sastra Daerah UNS Kunjungi Warga Pajang Surakarta

UNS --- Minuman tradisional Jawa dengan sejuta khasiat sejatinya sudah sering ditemui sejak jaman...

Kuliah Umum UNS Bersama BPK Bahas Globalisasi dalam Sistem Perekonomian Indonesia

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Kuliah Umum bertajuk Globalisasi dalam...

Ulas Bahasa dan Penerjemahan di Era Digital, Prodi S-2 Linguistik UNS Menggelar Seminar Internasional SEMIOTICS

UNS --- Program Studi (Prodi) S-2 Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelaas Maret (UNS)...