Berita TerkiniProduk & Penelitian

Dukung Kampus Inklusi, Tim RG FISIP UNS Hibahkan Difa Elektra ke UNS

By 18 December 2020 No Comments

UNS — Tim Pengabdian Research Group (RG) Pelayanan Publik Berbasis Human Governence Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Komunitas Difabel Solo Mandiri menyerahkan tempat sampah pintar kepada UNS pada Selasa (15/12/2020). Penyerahan tempat sampah pintar dengan nama “Difa Elektra” ini dilakukan sebagai bentuk luaran pengabdian masyarakat serta dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Mainstreaming Disabilitas Melalui Literasi Difa Preneurship” menjadi judul pengabdian masyarakat yang diangkat oleh tim riset yang beranggotakan Dr. Rina Herlina Haryanti dan Sudaryanti, M.Si. Koordinator Tim, Dr. Rina Herlina Haryanti mengatakan, penyerahan tempat sampah pintar dengan nama “Difa Elektra” ini dilakukan sebagai bentuk luaran pengabdian masyarakat serta dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

“Pengabdian ini dilakukan bekerja sama dengan mitra yaitu Komunitas Difabel Solo Mandiri yang diwakili oleh Heru Sasongko selaku penanggungjawab. Lalu untuk ketiga tempat sampah pintar tersebut ditempatkan di FISIP, LPPM dan Gedung Rektorat dr. Prakosa UNS,” terang Dr. Rina, Jumat (18/12/2020).

Dr. Rina menambahkan bahwa kegiatan ini mendapatkan dukungan dari dana Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) UNS.
“Proses Kolaborasi dilakukan atas dasar hasil penelitian terdahulu tentang platform digital Difashop dalam pemberdayaan difabel di Kota Solo. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan platform ini tidak efektif. Salah satunya adalah karena masyarakat tidak mengetahui platform tersebut dan masih adanya stereotype tentang keberadaan difabel,” ujar Dr. Rina.

Lebih lanjut, Rina juga menambahkan bahwa Difashop ini memiliki hampir 50 produk buatan difabel, salah satunya adalah Difa Elektra tersebut. Produk berupa tempat sampah pintar ini menjadi unggulan mereka karena berhasil menjadi juara produk inovasi di Surakarta. Melihat kondisi tersebut, RG ini mencoba untuk memasarkan produk Difa Elektra melalui dua pendekatan yaitu community governence dan mainstraiming disabilitas.

Kepada tim uns.ac.id, Dr. Rina menjelaskan bahwa pendekatan community governance adalah pendekatan dengan meningkatkan kapasitas komunitas berbasis linking dan networking. Pendekatan ini bertujuan agar difabel berdaya. Ketika produk mereka terjual maka mereka mendapat penghasilan dan mereka bisa mengembangkan terus kapasitas mereka tanpa stereotype bahwa difabel identik dengan charity.

Kemudian kedua, pendekatan mainstreaming disabilitas yang dilakukan dengan memasukan literasi tulisan berupa “UNS Inklusi Difabel Berdaya”. Kalimat tersebut menekankan bahwa UNS Inklusi mau bekerja sama dengan komunitas difabel dan menggunakan produk hasil karya komunitas tersebut sehingga mereka tetap berdaya.

Tempat sampah pintar ini dirancang ramah difabel, dimana produk ini menggunakan sensor yang berfungsi bisa membuka dan menutup sendiri serta memberikan pesan suara kepada seseorang yang akan membuang sampah dengan radius 75 cm. Tujuannya bagi rekan-rekan tunanetra bisa mengetahui jika disekitarnya terdapat tempat sampah. Selain itu sensor membuka dan menutup berfungsi bagi rekan-rekan daksa yang menggunakan kursi roda.

Selain itu tempat sampah ini juga mendukung Green Campus yang diusung oleh UNS karena tersedia bagian organik dan nonorganik. Kemudian, produk ini juga dilengkapi wifi yang berfungsi memberikan informasi kepada petugas melalui notifikasi berbasis aplikasi khusus apabila sampah telah penuh. Terakhir Difa Elektra adalah tempat sampah berliterasi mainstreaming disabilitas. Pesan suara mensosialisasikan penggunakan kata difabel dan bukan penyandang cacat. Tagline pada bagian depan tempat sampah juga mengandung ajakan untuk berkomitmen terhadap inklusi sosial dan mendukung UNS sebagai kampus inklusi.

Namun produk ini masih memerlukan penyempurnaan untuk kedepannya, Dr. Rina menyampaikan jika harga produk ini masih relatif mahal. Selain itu, desain dari produk ini bisa dibuat lebih menarik dan dengan ukuran yang lebih kecil. Kemudian ada beberapa tombol yang belum otomatis, seperti tombol volume suara dan kecepatan waktu yang mengatur buka tutup tempat sampah serta pesan suara dalam produk ini juga bisa dibuat lebih menarik lagi.

“Harapannya kedepan UNS mau menyediakan ruang workshop untuk komunitas ini. Sehingga mereka punya tempat khusus untuk memproduksi dan memasarkan produk-produknya,” ujar Dr. Rina. HUMAS UNS

Reporter: Ratri Hapsari
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply