Search
Close this search box.

FK UNS Kembali Luluskan 18 Orang Dokter Spesialis Baru

UNSFakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kembali melepas dokter spesialis baru yang telah lulus pendidikan di FK UNS. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S.; Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K); para Wakil Dekan FK UNS, Direktur Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta, Dr. Cahyono Hadi, dr., Sp.OG(K); Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit UNS, Tonang Dwi Ardyanto, Sp.P.K., Ph.D; serta segenap Kepala Program Studi PPDS FK UNS pada Kamis (13/6/2024) di Auditorium FK UNS.

Pada pelepasan dokter spesialis periode Juni ini, FK UNS melepas sejumlah 18 dokter spesialis baru. Perlu diketahui dari 18 peserta tersebut, terdapat 4 orang penerima beasiswa Tugas Belajar Kementerian Kesehatan, dan sampai saat ini jumlah lulusan penerima beasiswa Tugas Belajar Kementerian Kesehatan sebanyak 351 orang.

Berdasarkan laporan akademik yang dibacakan oleh Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Paramasari Dirgahayu, dr., Ph.D., 18 orang peserta pelepasan terdiri dari 1 orang dari Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, 7 orang dari Program Studi Dermatologi dan Venereologi, 2 orang dari Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, 6 orang dari Program Studi Ilmu Kesehatan Anak dan 2 orang dari Program Studi Psikiatri.

Dalam pelepasan kali ini terdapat 1 peserta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang diraih oleh Nandia Permata Rahma Al Khusna, dr., Sp.A. berasal dari Program Studi PPDS Ilmu Kesehatan Anak dengan IPK 3,88.

Sedangkan lulusan termuda dalam Pelepasan PPDS kali ini adalah Qeis Ramadhan, dr., Sp.A. berasal dari Program Studi PPDS Ilmu Kesehatan Anak dengan usia pada saat lulus 29 tahun 2 bulan.

Satrio Pratomo, dr., Sp.A. mewakili para lulusan, dalam sambutannya menitipkan pesan kepada rekan-rekannya agar tidak cepat berpuas diri karena dengan menyandang gelar dokter spesialis bukan berarti berhenti untuk belajar dan mengabdi.

“Momen pelepasan ini adalah waktu yang tepat untuk kita merefleksikan diri kita, jangan berpuas hati dan tetaplah rendah hati, perjuangan yang sesungguhnya baru saja kita mulai. Mari kita berikan pengabdian yang sebaik-baiknya dari ilmu yang kita dapat disini untuk bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.

Tak lupa dr. Satrio juga mengingatkan pada teman sejawatnya untuk selalu menjaga profesionalisme dalam menjadi seorang dokter.

“Selalu jagalah komunikasi dengan pasien, dengan penuh kasih dan empati sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Tetaplah berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah maupun pelatihan sehingga terjaga kemampuan dan profesionalisme kita. Dengan gelar ini kita memikul amanah dengan menjunjung tinggi norma dan etika serta adab sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dimanapun kita bertugas,” ujar dr. Satrio.

Direktur Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta, Dr. Cahyono Hadi, dr., Sp.OG(K) berpesan kepada para dokter spesialis baru untuk tidak berhenti dalam belajar dan terus menambah pengetahuannya.

“Harapan kami, dalam rangka transformasi kesehatan ini kebutuhan dokter juga akan terpenuhi. Kalau kita melihat bahwa sekarang ini sudah ada dokter asing. Anda sebagai lulusan dokter spesialis nanti akan ikut rebutan peluang kerja ini. Kalau anda mempunyai idealisme untuk membangun bangsa maka anda tidak akan rebutan, namun jika anda orientasinya lain maka peluang ini kan menjadi rebutan,” pesan Dr. Cahyono.

Selain itu beliau berpesan kepada para lulusan dokter spesialis baru ini untuk selalu menjaga etika, karena permasalahan etika saat ini sangatlah mengkhawatirkan.

“Saya berharap anda semua dapat bermanfaat bagi masyarakat, anda berguna untuk negara, bagaimana kita mengurangi angka kesakitan, angka kematian dan ikut mendorong negara untuk promotif dan preventif dalam penanganan kesehatan,” tutupnya.

Dekan FK UNS, Prof. Reviono dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menjadi dokter yang baik salah satunya harus menjadi seorang dokter yang profesional.

“Didalam sebuah profesionalisme terdapat beberapa komponen seperti kompetensi. Anda semua sudah diberikan kompetensi yang cukup di setiap kegiatan keterampilan medik atau cara diagnosis. Selain itu kami juga sudah mencontohkan bagaimana tanggung jawab pada profesi. Untuk pasien safety kita pun juga sudah mengajarkan, jadi itu semua adalah modal untuk menjadi seorang yang profesional,” tutur Prof. Reviono.

Selain itu Prof. Reviono juga berpesan agar para dokter spesialis baru yang sekarang sudah menjadi alumni bisa menjaga nama baik UNS serta terus menjaga silaturahim baik dengan sejawat maupun dengan almamater.

Dengan pelepasan dokter spesialis periode Juni ini maka FK UNS sejak berdirinya tahun 1976, telah meluluskan 1.878 orang dokter spesialis, yang sudah tersebar di seluruh tanah air dan telah mengabdikan ilmunya pada berbagai instansi baik dibidang pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, serta sebagai dokter spesialis pemerintah, swasta, TNI/POLRI maupun lainnya.

Humas UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

Scroll to Top
Skip to content