Aplikasi Ciptaan Mahasiswi UNS Dapat Penghargaan dari Menkeu

  • Aplikasi Perfect Ciptaan Mahasiswi UNS Meraih Juara Ketiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

UNS – Aplikasi Perfect ciptaan Ratih Rachmatika mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi karya tulis ilmiah (LKTI) nasional yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Penghargaan telah diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Ratih mengatakan prestasinya tersebut diraih dari proses seleksi yang cukup panjang. Tahap awal adalah menyerahkan karya ilmiah, kemudian dipilih lima karya terbaik. Kelima finalis yang terpilih berhak maju ke tahap tiga besar untuk mempresentasikan karya tulis mereka dengan cara semenarik mungkin di hadapan para juri.

“Saya tidak menyangka bisa menempati posisi tiga teratas. Karena waktu itu, baru pulang KKN, kemudian langsung diundang ke Jakarta untuk presentasi. Sampai di sana, UNS dapat urutan pertama presentasi,” cerita Ratih.

Ratih pun mengaku sempat tidak percaya diri karena semua kompetitornya berasal dari Fakultas Ekonomi. Hanya dia seorang yang berasal dari Fakultas Teknik. Meskipun begitu, mahasiswa semester 7 jurusan Teknik Elektro ini mampu mempresentasi produknya dengan baik.

Perfect (Perishable Food Maturity and Freshness Detector) merupakan aplikasi berbasis android yang mampu mengidentifikasi tingkat kematangan dan kesegaran buah. Aplikasi ini dibuat untuk meningkatkan kualitas ekspor produk makanan tak tahan lahan lama (perishable) Indonesia.

Ratih memaparkan keunggulan Perfect adalah dilengkapi dengan tiga fitur sekaligus yaitu Perfect Maturity, Perfect Fresh Food dan Perfect Fertilizer. Perfect Maturity berguna untuk mengidentifikasi kematangan buah, Perfect Fresh Food untuk mengukur kesegaran buah, sedangkan Perfect Fertilizer bisa digunakan petani untuk menentukan takaran pupuk yang sesuai ketika menanam buah.

Cara penggunaan aplikasi ini pun terbilang sangat mudah. Buah yang ingin diperiksa cukup difoto menggunakan kamera ponsel. Kemudian foto di-crop untuk memperkecil resolusi gambar sehingga mempermudah dalam menentukan tingkat kematangan dan kesegaran buah berdasarkan citra warna kulit buah. Setelah itu, tekan tombol “proses” untuk mengetahui hasilnya.

Menurut pengamatannya, aplikasi untuk mengukur tingkat kematangan dan kesegaran buah menggunakan citra warna belum ada di Indonesia. “Kalau saya lihat adanya di luar negeri, tapi itu menggunakan sensor bau. Jadi belum ada kompetitornya,” kata Ratih.

Aplikasi Perfect ini bisa digunakan siapa saja, tidak terbatas untuk kalangan petani saja. “Misalnya untuk mengecek kualitas makanan masih bagus atau tidak, pengguna yang awam juga bisa. Pengepul hingga retail store juga dapat menggunakannya,” terangnya.

Ke depannya, Ratih berharap aplikasinya benar-benar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk para petani yang akan diekspor. Dengan menggunakan aplikasinya, petani bisa menghindari proses gagal panen atau gagal produksi produk. “Selanjutnya, saya ingin mematangkan lagi strategi memasarkan aplikasi ini,” harap Ratih.

Dalam kesempatan terpisah, Sri Mulyani mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi karya tulis ilmiah bertema “Ekspor Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” ini. Dia mengatakan kompetisi semacam ini bisa menjadi wadah mahasiswa untuk memikirkan kemajuan di bidang ekspor.

“Saya senang karena LPEI bekerja sama dengan beberapa universitas telah menghasilkan kajian dan rekomendasi untuk peningkatan ekspor nasional. Membuat kajian itu sulit, namun masih bisa diatasi, yang lebih sulit adalah melaksanakan apa yang direkomendasikan dari kajian tersebut,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya.

Adapun kompetisi ini diselenggarakan dalam rangkaian ulang tahun Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang ke-9. Selain kompetisi, LPEI juga mengadakan seminar nasional bertajuk “Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan”. Humas UNS

By | 2018-09-30T12:48:41+00:00 25 September 2018|Categories: Mahasiswa UNS|Tags: , |