UNS – Bagi masyarakat umum, orang-orang dengan masalah kejiwaan (OMDK) adalah penyakit masyarakat yang harus dijauhi. Stigma buruk itulah yang membuat masyarakat memberi perlakuan tidak manusiawi kepada para penderita OMDK. Dilatar belakangi hal tersebut, Triana Rahmawati, lulusan terbaik tahun 2015 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) Surakarta, tergerak untuk memanusiakan mereka layaknya manusia pada umumnya dengan menggagas komunitas peduli orang dengan masalah kejiwaan.

Triana Rahmawati, alumni Sosiologi Universitas Sebelas Maret – Penggagas Komunitas Peduli Orang Dengan Masalah Kejiwaan (OMDK), Griya Schizofren.

Perempuan kelahiran Palembang, 23 tahun lalu yang akrab dipanggil Tria inilah penggagas gerakan peduli OMDK dengan mengajak anak muda tergabung dalam sebuah komunitas sosial bernama Griya Schizofren. Secara umum Griya Schizofren memiliki arti gerakan sosial kemanusiaan dengan prinsip persahabatan. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan untuk memanusiakan penanganan penderita gangguan jiwa khususnya skizofrenia.

Triana Rahmawati, Pengurus Komunitas Griya Schizofren, dan Penderita Schizofrenia di Griya PMI Solo

Melalui komunitas ini, Tria mengampanyekan bahwa mereka yang memiliki gangguan jiwa membutuhkan kepedulian. Ia ingin anak-anak muda bisa mengubah anggapan tentang mereka yang memiliki gangguan kesehatan jiwa.

”Mereka ini membutuhkan kita. Kita perlu untuk tidak membuat jarak dengan mereka. Kita di sini peduli dan memerhatikan mereka, bukan sebagai psikolog atau dokter, tetapi sebagai teman,” ujar Tria yang pernah diundang ke Kobe, Jepang untuk berbicara tentang Griya Schizofren.

Komunitas ini sudah aktif sejak tahun 2013. Berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang kemudian disetujui dan didanai, Tria bekerjasama dengan Griya PMI Peduli Solo untuk menampung penderita OMDK. Kegiatannya meliputi membangun interaksi sosial, serta terapi menyanyi untuk membantu penyembuhan gangguan jiwa.

“Kegiatan kami ini bekerja sama dengan Griya PMI Solo. Kebetulan tempat itu menampung orang-orang dengan gangguan jiwa, dan kami masuk ke sana untuk memberikan terapi sosial lewat kasih sayang dan melalui kegiatan terapi menyanyi,” ucap sosok yang pernah diundang sebagai Dewi Inspiratif di Reality Show Kick Andy September lalu ini.

Sebagai sang penggagas, Triana Rahmawati mengaku ingin mengusir stigma negatif masyarakat pada para penderita skizofrenia tersebut. Terlebih lagi, ia ingin mengajak kaum muda agar melek dengan keadaan sekitarnya.

“Kami ingin memuliakan sekaligus membantu penyembuhan penderita gangguan jiwa yang selama ini dianggap sebagai aib dan terpinggirkan,” tutupnya. (Isna Nur Insani/Dty)