Mahasiswa UNS

Ciptakan Fungisida dari Kulit Jeruk, Mahasiswa FP UNS Raih Juara di Tingkat Nasional

By 23 March 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS – Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil membuat fungisida dari bahan kulit jeruk pamelo. Melalui produk inovasi yang dibuat, mereka mampu merebut juara harapan 1 pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara (USU). Kompetisi yang diikuti oleh 15 finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini diadakan dalam rangka memperebutkan piala Dekan FMIPA USU pada 12-16 Maret 2020.

Dalam kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari Ahmad Imam Syafii, Gallanta Andre, dan Adita Muskharini membuat fungisida organik dari kulit jeruk pamelo. Fungisida ini mampu mencegah kebusukan pada buah tanaman tomat yang diakibatkan oleh jamur Thanatephorus cucumeris. Kelebihan dari fungisida ini adalah ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Terlebih fungisida pada buah-buahan akan menempel pada buah sehingga akan terserap masuk ke tubuh manusia ketika dikonsumsi.

“Fungisida yang kami buat lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan fungisida kimia yang dapat merusak lingkungan dan berbahaya terhadap kesehatan manusia” tutur ketua tim, Ahmad Imam Syafii kepada uns.ac.id, Senin (23/3/2020).

Cara membuat fungisida berbahan kulit jeruk pamelo yakni dengan metode ekstraksi yang di maserasi dengan menggunakan etanol, kemudian dilakukan destilasi dengan menggunakan rotary evaporator.

Sebelum membawa produknya untuk diikutkan dalam kompetisi, mereka sudah melakukan uji lapangan terhadap tanaman tomat. Hasilnya dapat mengurangi lingkar pertumbuhan hifa jamur Thanatephorus cucumeris. Namun, fungisida organik ini belum bisa bekerja secara intens seperti fungisida kimia yang dapat mematikan jamur secara instan dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu penggunaan fungisida ini disarankan untuk disemprotkan pada tanaman yang belum terserang jamur Thanatephorus cucumeris untuk mencegah adanya serangan jamur yang menyebabkan buah tomat menjadi busuk.

Imam berharap dengan adanya inovasi ini mampu meminimalisir limbah kulit jeruk pamelo dan kedepannya dapat bekerjasama dengan dinas terkait. “Semoga produk kami bisa bermanfaat untuk orang banyak terutama masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Magetan karena Magetan merupakan salah satu penghasil jeruk pamelo terbesar di Indonesia. Selain itu, kami juga berharap bisa bekerjasama dengan masyarakat atau petani dan Dinas Pertanian Magetan untuk mengembangkan produk ini” harapnya. Humas UNS/Bayu

Leave a Reply