Ciptakan SIAB, Mahasiswa UNS Ini Juara I Startup TOP Generation Challenge

UNS – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ratih Rachmatika, Sifa’us Wulaning Arsri, dan Muhammad Imam,  berhasil menciptakan aplikasi  Siaga Air Bersih (SIAB) yang kemudian menyabet juara 1 dalam kompetisi startup TOP Generation Challenge.

Tiga Mahasiswa FT UNS Ciptakan Aplikasi Siaga Air Bersih (SIAB)

Berawal dari keresahan melihat seringnya banjir melanda sungai Bengawan Solo yang menyebabkan air menjadi keruh, serta pengecekan kualitas air yang masih manual, 3 mahasiswa tersebut tergerak untuk menciptakan alat untuk menangani masalah tersebut. Menurut Ratih, SIAB merupakan aplikasi yang digunakan untuk memantau kualitas dan distrubusi secara online dan realtime berbasis Internet of Things (IoT).

Alat SIAB hasil karya mahasiswa FT UNS

Lebih lanjut, Ratih memaparkan bahwa alat ini terdiri dari dua fitur yaitu SIAB monitoring dan SIAB distribusi. SIAB Monitoring terdiri dari beberapa sensor waterproof seperti sensor pH, sensor suhu, dan sensor kekeruhan untuk monitoring kualitas air secara online. Sedangkan SIAB Distribusi terdiri dari sensor flow meter untuk mengetahui grafik debit dan volume air, mendeteksi kebocoran pipa, dan menghitung biaya konsumsi air sehari-hari. Data yang diperoleh dikirim ke server menggunakkan konektivitas wifi, kemudian pengguna dapat memantaunya melalui aplikasi smartphone secara online

Menangkan Juara 1 Startup TOP Generation Challenge

Aplikasi SIAB berhasil mengantarkan tiga mahasiswa FT ini menyabet juara 1 dalam ajang TOP Generation Challenge di Jakarta, Kamis (14/12/2017).  Ratih, Sifa, dan Imam berhasil menyisihkan 1300 proposal dari seluruh Indonesia yang kemudian diseleksi menjadi masing-masing 5 finalis untuk kategori startup dan pre-startup.

Ratih, Sifa, dan Imam menyabet juara 1 dalam ajang TOP Generation Challenge 2017

Ratih memaparkan bahwa produk mereka akan melakukan pembaharuan sebelum disebarkan ke masyarakat luas.

“Kedepannya kami akan melakukan pengembangan recycle secara digital, packaging produk yang lebih ringkas, dan mendistribusikan alat ini ke daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih, serta bekerja sama dengan sektor industri dan pengembangan big data dengan NB IoT (Narrow Bands- Internet of things),” papar Ratih. Humas-red.uns/Ref/Isn

 

By | 2018-02-14T23:11:41+00:00 08 January 2018|Categories: Mahasiswa UNS|