Loyal dan Kontributif, Alumnus UNS Terima Beasiswa Program Doktor

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menerima 7 mahasiswa Program Doktor melalui Jalur S-3 Beasiswa untuk lulusan Magister UNS yang berprestasi tinggi. Bentuk beasiswa tersebut berupa pembebasan Sumbangan Pengembangan Intitusi (SPI) dan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 6 semester.

Tidak hanya itu, lulusan program ini juga akan ditempatkan di unit-unit terkait UNS. Hal ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (UNS) yaitu 80% dosen harus lulus S-3 atau merupakan seorang doktor.

uns.ac.id pun berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu penerima beasiswanya, yakni Rizka Ayu Setyani,. SST., MPH yang merupakan alumnus magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Rizka yang kembali menjadi mahasiswa pada Periode II Tahun Akademik 2020/2021 ini menuturkan bahwa ia harus bersaing dengan 30 lebih pendaftar hingga terpilih sebagai satu-satunya penerima beasiswa di Program Studi (Prodi) IKM untuk jenjang doktor.

“Jadi ini seleksi terbuka kepada alumni S-2 UNS. Saya mendapat informasi di grup alumni, kemudian saya mencari keterangan lebih lanjut dan memastikan. Di laman SPMB UNS memang ada informasi tersebut,” ujar Rizka, Minggu (22/3/2021).

Kriteria pendaftar di antaranya berusia maksimal 35 tahun, memiliki IPK S2 >= 3,5, berbahasa Inggris baik ditunjukkan dengan nilai TOEFL >= 475 atau IELTS >= 5,5, Memiliki Nilai TPA >= 500, memiliki calon promotor yang menjamin dapat dibuatnya publikasi minimal 2 artikel di Jurnal Internasional bereputasi, serta bersedia menjalani ikatan dinas selama 2n+1.

Rizka menjelaskan, para pendaftar juga diminta untuk menyertakan pengalaman publikasi jurnal internasional dan menandatangani surat kesediaan menyelesaikan kuliah tepat waktu serta kesediaan menjalani ikatan dinas di UNS.

“Pemberian beasiswa doktoral ini sekaligus penerimaan dosen, setelah lulus akan ditempatkan di unit terkait yang membutuhkan. Sesuai kontrak beasiswa, insyaallah saya akan ditempatkan di Fakultas Kedokteran. Ini merupakan rezeki yang double untuk saya. Disekolahkan dan diterima sebagai dosen UNS,” imbuh Rizka.

Dua hal yang diperoleh Rizka itu tentu membuatnya bersyukur dan merasakan kebermanfaatannya. Awalnya, Rizka memang ingin melanjutkan program doktor pada 2021 ini. Namun, ia masih mencari-cari universitas yang tepat sekaligus mencari beasiswa. Hingga akhirnya kesempatan meraih beasiswa dari UNS ini terbuka.

Selain harus bersaing dengan 30 pendaftar lain yang tidak kalah prestasinya, Rizka pun harus melewati serangkaian seleksi. Seperti Tes Potensi Akademik (TPA) dan English for Academic Purposes (EAP) secara daring, serta empat tes wawancara. Yakni wawancara psikologi, wawancara dengan fakultas yang dipilih, wawancara dengan Prodi, dan wawancara kesiapan studi dengan pihak rektorat.

Saat ditanya terkait keunggulan apa yang ia miliki sehingga memperoleh beasiswa, Rizka mengatakan pihak universitas tentu lebih paham. Akan tetapi, Rizka berpendapat bahwa loyalitasnya yang menempuh studi dari jenjang diploma hingga magister di UNS menjadi nilai tambah.

Terkait pengalaman dan kontribusi, Rizka pun berhasil menginisiasi Sekolah Komplementer Cinta Ibu (SEKOCI), inovasi pengembangan Kelas Ibu Hamil di dua Puskesmas di Yogyakarta. Bahkan, SEKOCI menyabet predikat Peserta Terbaik untuk Kategori Health di Paragon Innovation Awards 2021 gelaran PT. Paragon Technology and Innovation.

“Ini bukan penerimaan beasiswa sekolah saja, tapi penerimaan dosen. Hal ini juga adanya kebutuhan Prodi di Kebidanan UNS yang akan mendirikan jenjang S-1 dan Profesi. Sehingga, salah satunya diperlukan SDM dosen berkualifikasi doktor yang mendukung,” ungkap Rizka

Sementara itu, berbicara perihal disertasi, Rizka ingin mengarahkan ke penanganan HIV pada generasi millenial berbasis teknologi informasi atau mobile health. Saat ini teknologi informasi sangat dekat dengan masyarakat, khususnya kaum muda, apalagi di masa pandemi Covid-19 ada pembatasan sosialisasi serta screening HIV yang juga sangat penting dalam upaya Three Zeroes.

Padahal, tambah Rizka, angka HIV masih tinggi khususnya pada usia 20-39 tahun. Sehingga walaupun pandemi, upaya pencegahan harus tetap dilakukan. Maka, Rizka ingin mengembangkan aplikasi untuk mengakses informasi yang tepat terkait HIV sekaligus melakukan self screening.

“Rencananya, aplikasi ini juga berfungsi sebagai sistem tracking yang memudahkan Komisi Penanggulangan AIDS atau LSM dalam melakukan penjangkauan kelompok risiko,” jelasnya yang saat ini juga sebagai Public Relation di Tokoved start up informatics technology. Humas UNS

Reporter: Kaffa Hidayati
Editor: Dwi Hastuti

Dubes RI untuk Panama Buka Guest Lecturer Series Prodi Arsitektur FT UNS

UNS --- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk...

Inilah Perasaan Mahasiswa UNS Usai Ikuti Uji Coba PTM

UNS --- Penantian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang telah rindu dan ingin...

Targetkan WCU, Wedangan IKA UNS Usung Tema Peningkatan Mutu Pendidikan

UNS --- Alumni mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam IKA UNS...

Bagaimana Membangun Personal Branding bagi Job Seeker? Berikut Tips dari Webinar AIESEC in UNS

UNS --- ‘Kesan’ merupakan salah satu hal penting yang menjadi penilaian recruiter atau perekrut...

Kajian Ramadan UNS: Tekankan Kesungguhan Niat serta Pentingnya Menjaga Lisan dalam Berpuasa

UNS --- Mengawali Ramadan 1442 Hijriah, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan...

Optimalkan Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, UNS Jalin Kerja Sama dengan Taman Satwa Taru Jurug

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melebarkan kerja samanya ke sejumlah pihak untuk...

Gandeng Distanbun Jawa Tengah, Filosofi Padi UNS Terlibat dalam Sarasehan Petani Peternak Muda

UNS --- Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang...

Tiga Mahasiswa UNS Raih Juara dalam Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Sukoharjo

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berkompetisi dalam Grand...

Bangun Public Awareness dengan Infografis, Mahasiswa UNS Menang di STATFEST 2021

UNS --- Pada usianya yang terhitung muda, Program Studi (Prodi) Statistika Fakultas Matematika dan...

Takjil yang Perlu Dihindari Saat Berbuka Menurut Ahli Gizi RS UNS

UNS --- Mengawali buka puasa dengan menyantap takjil yang menyegarkan, manis, dan berminyak,...