UNS — Sudah hampir satu tahun semenjak pertengahan Maret 2020 lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi global.  Seluruh sektor yang ada turut terdampak, baik sektor kesehatan, ekonomi hingga pendidikan. Berbagai strategi dan perubahan tata kelola manajemen pun dilakukan pihak-pihak terkait untuk menghadapi pandemi ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2021 yang berlokasi di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

Kelompok 26 KKN UNS yang terdiri dari sembilan mahasiswa dari berbagai jurusan ini membawa tema “Supporting Pemahaman Covid-19” dalam program kerjanya. Dhia Azmi Nabila selaku ketua kelompok menuturkan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini terlebih kasus positif juga sudah tembus satu juta orang.

“Melihat angka penyebaran yang terus merangkak, membuat kami tergerak untuk membuat program kerja berupa pembuatan tempat cuci tangan sistem injak dan pembuatan hand sanitizer bersama karang taruna desa setempat,” tutur Dhia pada Jumat (12/2/2021).

Program tersebut telah dilaksanakan pada Kamis (11/2/2021) yang bertempat di Kantor Kepala Desa Kalikajar. Pembuatan tempat cuci tangan sistem injak sendiri sudah mereka siapkan beberapa hari sebelumnya hingga akhirnya terealisasi menjadi tiga buah tempat cuci tangan yang diletakkan pada tiga titik yang berbeda.

“Lokasi yang kami letakkan tempat cuci tangan ada di balai desa hingga masjid setempat yang berpotensi menjadi titik kerumunan warga sekitar. Lalu dalam pembuatan hand sanitizer, kami dibantu oleh Karang Taruna Eka Kriya 3 RW 05 Desa Kalikajar dan berhasil membuat sebanyak 50 botol semprot siap pakai. Kemudian, kami dibagikan ke beberapa masyarakat sekitar,” jelas Dhia.

Kepala Desa Kalikajar, Ayatno sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kelompok KKN UNS dalam penanganan Covid-19 di desanya.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini karena sudah memfasilitasi tempat cuci tangan sistem injak. Ini adalah tempat cuci tangan pertama tanpa sentuh yang menggunakan sistem injak di Desa Kalikajar.  Saya berjanji akan sangat memanfaatkan alat ini untuk dapat digunakan warga Desa Kalikajar  khususnya yang sedang mengunjungi Kantor Kepala Desa agar dapat menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan takmir Masjid Baitul Ghufron  dan Masjid Baitul Muslimin yang menjadi titik diletakannya tempat cuci tangan sistem injak lainnya. Mereka sangat antusias dan berterimakasih dengan adanya pembuatan tempat cuci tangan  dengan sistem injak tersebut.

Respons warga Desa Kalikajar tergolong cukup baik terhadap program kerja yang dilaksanakan Kelompok KKN UNS 26. Saat ini, masyarakat Desa Kalikajar menjadi lebih peduli dalam menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Semoga Langkah yang dilakukan oleh kelompok KKN kami dapat memberikan dampak yang positif bagi penanganan angka  penyebaran covid-19 khususnya di Kabupaten Purbalingga,” pungkas Dhia. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti