UNS — Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berkompetisi dalam ajang Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021 berhasil meraih hasil yang membanggakan.

Dalam Grand Final Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021 yang digelar di Desa Wisata, Kecamatan Mojogedang, Sabtu (4/9/2021), Falista Kusuma Ayu asal Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Bahasa Jawa berhasil menyabet Juara 2 Putri Lawu.

Sedangkan, mahasiswa UNS lainnya, Cahya Ichsan Pralambito asal Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan dinobatkan sebagai Juara Fotogenik Putra lawu 2021.

Adapun, ajang yang diikuti keduanya merupakan pemilihan duta wisata yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar untuk mempromosikan potensi pariwisata di Bumi Intanpari.

Saat dihubungi uns.ac.id pada Rabu (8/9/2021), keduanya menceritakan perjuangan mereka selama bersaing dalam pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar tahun ini.

Peraih Juara 2 Putri Lawu 2021, Falista, menuturkan proses yang harus dilaluinya dalam ajang tersebut tidaklah mudah. Hal itu dimulai ketika Falista mendaftar sebagai peserta Putri Lawu 2021.

Usai mendaftar, Falista langsung menyiapkan materi seputar pariwisata dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Karanganyar. Selain itu, ia juga harus melalui tes tertulis dan wawancara sebelum dinyatakan lolos ke babak grand final.

“Saat seleksi itu ada dua tes, yaitu tertulis dan wawancara. Alhamdulilah, selama tes berjalan dengan lancar. Saya juga harus melalui seleksi minat/ bakat dengan mengirimkan video tanggap wacana / sesorah bahasa Jawa tentang pariwisata di Karanganyar,” ujar Falista.

Rekan Falista, Cahya juga membagikan perjuangannya selama bersaing dalam ajang pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021. Ia menuturkan, selama proses seleksi, ia harus jelih dan pandai mengatur waktu.

Sebabnya, proses seleksi Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021 digelar saat perkuliahan semester gasal telah dimulai. Sehingga, Cahya harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan seleksi Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021.

“Proses yang saya lalui ketika saya melewati berbagai seleksi di pemilihan Putra Lawu Duta Wisata Karanganyar sedikit membuat saya hectic. Dan, tantangan selanjutnya ketika penampilan minat/ bakat karena untuk video penampilan hanya diberi waktu tiga hari dan saya harus kuliah dan saya memiliki tanggung jawab proker di organisasi,” kata Cahya.

Walau harus melalui berbagai kegiatan yang menguras energi, namun Cahya berhasil melaluinya dengan baik dan maksimal.

Perjuangan Menuju Grand Final

Falista menceritakan jika butuh waktu sekitar seminggu untuk mempersiapkan diri ke babak grand final.

Ia menuturkan, pihak panitia juga membekali para finalis Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021 dengan pembekalan dan latihan koreografi.

Menyambung penuturan Falista, Cahya mengatakan, sebelum tampil di Grand Final Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021, ia mendapat materi seputar dunia pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Tahapan terakhir dari pemilihan adalah grand final. Saat grand final, ada sesi yang sangat menantang, yaitu sesi tanya jawab di hadapan juri dan banyak penonton. Alhamdulilah karena rasa percaya diri yang kuat saya bisa melakukannya dengan baik dan lancar,” sambung Cahya.

Dengan prestasi yang berhasil diraih dalam Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar 2021, baik Falista dan Cahya memiliki harapan dan motivasinya masing-masing.

Pertama, Falista ingin mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar dengan memanfaatkan perkembangan Iptek. Selain itu, ia juga ingin menjadi contoh yang baik dalam mencerminkan sikap dan etika Putri Lawu 2021 kepada masyarakat.

“Yang terakhir saya ingin mengenalkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sejarah, adat, dan tradisi di kabupaten Karanganyar. Saya ingin bisa dan mampu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang betapa indahnya serta betapa berharganya sektor pariwisata di Karanganyar,” ucap Falista.

Tak berbeda jauh dengan Falista, Cahya juga menuturkan hal yang hampir serupa. Namun, ia secara khusus ingin menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai ujung tombak promotor dari pariwisata Kabupaten Karanganyar.

“Saya akan merangkul seluruh generasi saya, generasi muda untuk sadar dan juga mencintai daerah kita, karanganyar. Bagaimana kita bisa membawa nama daerah karanganyar dan bagaimana kita memperkenalkan,” tutup Cahya. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...