UNS – Mempelajari kebudayaan Arab memberikan kesan tersendiri bagi Gun Gun Gunawan, mahasiswa program studi Sastra Arab UNS. Mawapres FIB UNS 2016 ini adalah satu dari sedikit mahasiswa yang tertarik menekuni dan mencintai kebudayaan Arab. Hal itulah yang kemudian mengantarnya menuju negeri para nabi: Mesir, tempat ia dan ketiga mahasiswa UNS lain, yakni Ahmad Falahuddin, Rusy Dahtun Fathonah, dan Mohamad Yaser mengikuti Program Double Degree Maharatu Lughatil Arabiyah (Kemahiran Bahasa Arab dan Transfer Kredit) di Suez Canal University Mesir.

Gun Gun Gunawan, mahasiswa program studi Sastra Arab yang mengikuti program kemahiran bahasa arab dan transfer kredit UNS di Mesir

“Saya termotivasi belajar kebudayaan arab karena dulunya saya bercita-cita menjadi diplomat di negara Timur Tengah, terlebih sekarang bahasa Arab termasuk bahasa resmi PBB yang resmi digunakan di 25 negara, sehingga penguasaan bahasa Arab penting untuk kepentingan pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik Indonesia dengan Timur Tengah,” tutur Gun Gun.

Terkait hobi menekuni kebudayaan Arab, mahasiswa asal Jawa Barat ini menyatakan bahwa ia lebih banyak belajar secara mandiri, bukan mengandalkan perkuliahan karena keterbatasan waktu dan SKS. Selain praktik berbicara, Gun Gun mengimbangi dengan membaca koran arab online, majalah arab, buku-buku berbahasa arab, mendengarkan lagu arab, dan menonton film berbahasa arab.

Piramida, salah satu tempat yang dikunjungi Gun Gun Gunawan di Mesir

Dari hobi dan ketekunannya mempelajari kebudayaan Arab, laki-laki kelahiran Pangandaran tersebut  dapat menginjakkan kaki di Mesir. Selain sebagai wakil kampus dan bangsa, Gun Gun juga membawa misi meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia. Salah satunya dengan menampilkan tarian Indonesia di Mesir.

“Menjadi wakil UNS sekaligus wakil Indonesia di negeri para nabi adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Hari-hari kami di Mesir disibukkan dengan belajar meningkatkan kemampuan bahasa Arab, mempelajari sosial budaya masyarakatnya, dan mengeksplor  peninggalan sejarah mereka yang tak ternilai.” ujar Gun Gun yang mendapatkan anugerah insan ilmiah dari Festival Apresiasi Mahasiswa (FAM UNS) yang diselenggarakan oleh BEM UNS di tahun 2016.

Terkait manfaat dari program Kemahiran Bahasa Arab dan Transfer Kredit di Suez Canal University Mesir ini, mahasiswa yang baru saja terpilih menjadi presenter di The International Conference on Arabic Studies and Islamic Civilization di Malaysia awal April lalu itu mengaku bisa meningkatkan kemampuan bahasa Arab dengan mempelajari bahasa Ammiyah. Bahasa tersebut merupakan bahasa arab yang tidak diajarkan di bangku kuliah, namun justru menjadi bahasa sehari-hari masyarakat Arab. Sedangkan, di perkuliahan hanya mempelajari bahasa arab fusha, bahasa yang sering digunakan untuk acara formal atau kenegaraan. humas-red.uns/Isn/Dty