UNS – Atlet bulutangkis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menjadi juara dalam kejuaraan bulutangkis Universitas Gadjah Mada (UGM) Cup 2019. Dalam kejuaraan yang digelar pada 4-9 November 2019 bertempat di GOR Lembah UGM Yogyakarta tersebut, atlet bulutangkis UNS berhasil membawa pulang 3 gelar juara sekaligus.

Gelar juara yang pertama datang dari mahasiswi asal Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS, Anggepy Mulan Sari. Anggepy yang turun pada sektor tunggal putri berhasil duduk di peringkat ke-2 usai meladeni perlawanan sengit dari atlet bulutangkis asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ratna Sekar Arum pada babak final dengan skor 14-21 dan 20-22.

Selanjutnya, pada sektor ganda putri, atlet bulutangkis UNS juga berhasil menyumbang prestasi melalui pasangan Arieza Rizki Aulia dan Fairuz Kusuma Alifah. Keduanya, berhasil merebut posisi ke-3 ganda putri UGM Cup 2019 di bawah pasangan ganda putri asal Universitas Negeri Malang (UNM) yang masing-masing menduduki posisi ke-1 dan ke-2.

Dan gelar juara terakhir yang diraih kontingen UNS datang dari tim beregu Sudirman. Dalam kesempatan tersebut, tim beregu Sudirman UNS yang menurunkan 10 atlet terbaiknya juga berhasil membawa pulang gelar juara 3.

Saat diwawancarai pada Minggu (10/11/2019), Anggepy Mulan Sari, yang merupakan salah satu mahasiswi UNS peraih juara mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya hanya mempunyai waktu rehat 1 bulan usai gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2019 untuk menghadapi UGM Cup 2019 ini.

“Iya,waktu itu setelah selesai Pomnas, kuliah cuma 1 bulan. Kemudian, lanjut di UGM Cup itu. Jadi, 1 bulan buat persiapan lagi supaya lebih matang,” imbuhnya.

Walau ia sendiri merasa kelelahan akibat jadwal bertanding yang cukup berdekatan, Anggepy Mulan Sari mengatakan bahwa ia bersama rekan-rekannya memilih untuk tetap fokus berlatih dan mensyukuri kesempatan bertanding yang masih bisa dirasakannya.

Ia tidak lupa juga mengutarakan rasa terima kasihnya kepada kedua orangtuanya yang senantiasa mendukungnya. Dukungan dari kedua orangtua tersebut dirasanya sangat penting sebagai suntikan semangat. Sebab, kedepannya ia bersama rekan-rekannya akan kembali menghadapi kejuaraan yang lebih besar lagi, yaitu Liga Mahasiswa Badminton.

“Iya, kalau harapan saya sendiri harus tetap lebih semangat. Punya prinsip motivasi untuk diri sendiri juga penting dan tidak lupa orangtua yang sudah selalu mendukung sampai sekarang. Kemudian, kedepannya harus bisa lebih maksimal dan memberikan yang terbaik,” katanya. Humas UNS/ Yefta