AIESEC Ajak Generasi Muda Untuk Mulai Berbisnis

  • AIESEC

UNS – AIESEC Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta adakan kegiatan tahunan Youth Speak Forum di Ballroom Hotel Aziza Surakarta pada Sabtu (12/5/2018). Tahun ini AIESEC mengangkat tema “Edge of Youth in Digital Entrepreneur Collaboration” sebagai langkah untuk mewujudkan program UNICEF Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 dan 17 yaitu Decent Work and Economic Growth dan Partnership for the Goals.

Kegiatan ini fokus pada dorongan para generasi muda khususnya mahasiswa UNS untuk menjadi startup dalam dunia bisnis, Sebanyak empat CEO muda dihadirkan guna menginspirasi para peserta. Mereka adalah Irvandias Sanjaya (CEO Design For Dreams), Ryo Juara (CEO & Founder EVO & DELIVO), Gisneo Pratala (CEO & Founder Wideoboard), dan Agustinus Adhityap (CEO Triponyu).

Pemaparan materi oleh Irvandias Sanjaya, CEO Design for Dreams

Pemaparan materi oleh Irvandias Sanjaya, CEO Design for Dreams

“Contohnya dari dua pembicara (Irvandias dan Gisneo) dengan term of references berbeda kita minta menjadi sebagai speaker untuk  menginspirasi pemuda untuk berprestasi dalam startup,” papar Rafa selaku ketua pelaksana Youth Speak Forum 2018.

Sebanyak 70 perserta hadir mengikuti rangkaian acara Youth Speak Forum yang terbagi menjadi dua sesi, seminar dan workshop. Pada sesi workshop para peserta dibagi ke dalam kelompok berjumlah lima orang dan diminta untuk membuat sebuah ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Kedepannya ide yang dibuat akan dikembangkan dalam bimbingan guna mengikuti kompetensi nasional Youth Speak Summit.

“Nanti ide-ide mereka itu, kalo deadline dari nasional itu H+ satu minggu (dari acara berlangsung) boleh mereka ajukan, dikumpulkan untuk level nasional, kemudian nanti dari partner kita di nasional itu akan memilih satu kemudian diberangkatkan ke Jakarta pada bulan Juni nanti,” jelas Tara.

Gisneo menjelaskan bahwa dalam memulai sebuah bisnis, seseorang perlu mengetahui alasan memilih sebuah bisnis dan harus berdasarkan keinginan hati.

“Arahkan mata angin bisnis anda ke sesuatu yang anda sukai, kenapa saya harus disini dan kenapa saya gak harus disitu. Jangan melakukan sesuatu yang kita gak bagus disitu,” pesan Gisneo.

Pernyataan ini sangat memotivasi peserta khususnya Rahmi mahasiswi Teknik Industri UNS untuk bisa lebih mengikuti bakat dan minatnya.

“Aku merasa lebih berani buat nggak hanya jadi pekerja saja. Kamu punya passion apa gitu ya lakuin yang kamu suka, tidak perlu harus nurut sama orang misalnya jadi pekerja gitu,” tanggap Rahmi. Humas.red-uns/Imr/Dty

By | 2018-05-17T16:37:26+00:00 17 May 2018|Categories: Berita Terkini|