Berita TerkiniCovid-19

AIESEC in UNS Ajak Pemuda Bangkit di Masa Pandemi

By 19 June 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS – Organisasi kepemudaan internasional dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Association Internationale des Etuadiants Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) in UNS mengadakan Forum Muda Surakarta (FMS), Kamis (18/6/2020). Agenda ini diadakan dengan tujuan agar pemuda dan Pemerintah Kota Surakarta mempunyai kanal publik untuk bersinergi dan mempunyai relasi yang terjalin harmoni.

Mengangkat tema Sinergi Pemuda Pada Reversal Ekonomi Kota Surakarta, AIESEC in UNS menghadirkan dua pembicara ahli yaitu Sumilir Wijayanti selaku Kepala Bidang Sosial, Budaya, dan Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Surakarta dan Bhima Yudhistira Adhinegara selaku analis ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Pada agenda tersebut turut hadir Co-Founder Kopi Bertopi, Emmanuele Rendi yang saat ini juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

Board of Advisor (BOA) AIESEC in UNS, Irwan Trinugroho, Ph.D mengatakan, AIESEC in UNS tidak saja mengirimkan mahasiswa untuk melakukan pertukaran budaya ke luar negeri, tetapi saat ini juga aktif mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang digalakkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sumilir Wijayanti sebagai pembicara pertama menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran yang penting untuk memberikan kontribusi pada kepentingan negara. “Saat ini kita sudah memasuki masa bonus demografi bahwa proporsi penduduk usia produktif dalam hal ini adalah pemuda untuk usia 15 sampai 35 tahun itu sudah mencapai angka 30,04% di Surakarta, ini bisa menjadi sebuah peluang tetapi bisa menjadi sebuah ancaman apabila tidak dikelola dengan baik,” tutur Sumilir.

Sumilir menambakan, bahwa angka pengangguran meningkat akibat banyak pegawai yang dirumahkan. Menghadapi hal tersebut, sejalan dengan pemerintah pusat, Pemkot juga akan mendukung agenda-agenda guna memperbaiki kondisi yang ada.

Sedangkan pembicara kedua, Bhima Yudhistira Adinegara menjelaskan kondisi global dan mengambil sudut pandang di berbagai negara. Kemudian mulai mengerucut pada bagian yang berhubungan dengan keadaan pemuda saat ini khususnya di Indonesia.

Perlu disadari bahwa kini semua terjadi begitu cepat dan perlu ada penyesuaian terhadap kondisi. Salah satu yang disampaikan ialah anak muda harus bisa melihat peluang-peluang yang ada dimasa pandemi ini bahkan setelah pandemi ini berakhir. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melihat secara jeli perubahan perilaku yang terjadi pada konsumen.

Kolaborasi untuk melakukan advokasi atau diskusi juga penting untuk diagendakan sebagai jembatan masyarakat dengan pemerintah. Seperti pada agenda hari ini misalnya, pemuda, perwakilan Pemkot dan seorang ahli dipertemukan untuk berdiskusi bertukar opini mencari solusi.

“Untuk membangkitkan ekonomi pascapandemi, teman-teman harus melihat potensi pascapandemi nanti orang akan beli apa sih? Nanti orang arahnya kemana sih? Sehingga harapannya pascapandemi bukan barang impor yang kemudian masuk, tapi justru pascapandemi ini adalah anak-anak muda rasio kewirausahaannya yang cuma 3,1% bisa naik luar biasa,” harap Bhima.HUMAS UNS/Ratri/Dwi

Leave a Reply