UNS – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bertajuk “Menggagas Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan”, Rabu (8/11/2017). Dialog Kebangsaan ini merupakan salah satu rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.

Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo hadir di Dialog Kebangsaan

Acara yang diinisiasi oleh IKA UNS dan PUSTAPAKO UNS ini bertempat di Auditorium UNS  dengan mengundang beberapa tokoh nasional, yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Dewan Pertimbangan Kagama), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Ketua Harian Kagama), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (Wakil Ketua Umum IKA UNS), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Ketua Umum Kagama), Direktur Utama BTN Maryono (Ketua IKA Undip), Koordinator Presidium Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia Ridwan Djamaluddin, dan Dewan Penasihat ILUNI UI Budi Arie Setiadi.

Dalam acara ini, Rektor UNS Ravik Karsidi mengucapkan selamat kepada koordinator, pengurus, dan anggota Himpuni yang telah berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia dengan menyelenggarakan Dialog Kebangsaan. Selanjutnya, Ketua Pustapako UNS, Agung Nur Probohudono menyampaikan bahwa Pembangunan Nasional Berkelanjutan merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan iklim kehidupan berbangsa yang berorientasi pada masa depan yang berintegritas baik dari aspek pembangunan infrastruktur, perhubungan, perekonomian, serta birokrasi dan sosial politik.

Rektor UNS Memberikan Sambutan dalam Dialog Kebangsaan di Auditorium UNS

Rektor UNS Ravik Karsidi memberikan sambutan dalam Dialog Kebangsaan di Auditorium UNS

“Mengangkat isu-isu pembangunan nasional dari perspektif pembangunan infrastruktur, perhubungan, keuangan, dan perbankan, serta peran alumni perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan,” jelas Agung.

Dalam Dialog Kebangsaan ini diusulkan tiga pilar penyangga pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan keberlanjutan pembangunan nasional. Pertama, pengembangan kebijakan nasional yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat bangsa dan generasi Indonesia di masa depan. Kedua, perlunya internalisasi karakter bangsa dalam setiap program dan kegiatan pembangunan dan terkakhir perlunya penciptaan sistem integrasi nasional berbasis inovasi sosial untuk mewujudkan sistem sosial yang kokoh dalam kebhinekaan. humas-red.uns/Can/Dty