UNS – Tim dari program studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Surakarta mendapatkan gelar sebagai pemakalah terbaik (best paper) dalam acara Kongres VIII Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri (BKSTI) Seminar Nasional Teknik Industri (SNTI) dan Seminar Nasional Terpadu Keilmuan Teknik Industri (SATELIT), Rabu- Jumat (4-6/10/2017).

Tim Tim Industri FT UNS Sandang Gelar Pemakalah Terbaik

Tim yang terdiri dari mahasiswa Hansen Kusuma serta dosen I Wayan Suletra, Yususf Priyandari, dan Wakhid Ahmad Jauhari ini menuliskan makalah berjudul “Penentuan Kriteria Pemilihan Lokasi IPAL Bersama Industri Tahu Tempe di Keluarahan Mojosongo dengan Pendekatan Fuzzy AHP”. Pemilihan masalah ini dilatarbelakangi oleh pencemaran air dan udara akibat aktivitas industri Tahu Tempe di kelurahan Mojosongo.

Hansen Kusuma, perwakilan tim teknik industri berhasil singkirkan 200 pemakalah dari seluruh indonesia

Maka dari itu Hansen dan tim tergugah untuk mengurangi pencemaran tersebut dengan menentukan kriteria penentuan lokasi IPAL  (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk industri Tahu Tempe. Diharapkan  kriteria yang telah ditentukan dapat menjadi dasar bagi pemerintah kota Surakarta dalam mengambil keputusan berupa pembangunan IPAL di kelurahan Mojosongo.

“Kriteria-kriteria yang telah terpilih dalam makalah saya diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengambil keputusan berupa pembangunan IPAL bersama bagi industri tahu tempe yang ada di Kelurahan Mojosongo,” ungkap Hansen.

Bertempat di kota Malang, Hansen berhasil menyisihkan 200 peserta dari seluruh Indonesia. Selain itu dalam kesempatan ini, Kepala Program Studi Teknik Industri FT UNS Wahyudi Sutopo juga terpilih menjadi ketua umum BKSTI periode tahun 2017-2020. humas-red.uns/Ref/Dty