UNS — Salah satu budaya kerja Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tercantum dalam ACTIVE adalah entrepreneurship. Dengan memasukkan entrepreneurship atau kewirausahaan ke dalam tatanan prinsip kehidupan kampus, mahasiswa UNS diharapkan dapat memulai sebuah usaha yang membuatnya mampu menjadi pribadi yang mandiri. Hal serupa telah dilakukan oleh Anglas Bayu Rendra, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS.

Pria yang kerap disapa Anglas ini telah memulai bisnis berupa pemberdayaan ikan guppy yang ia mulai semenjak tahun 2017 silam. Saat dihubungi tim uns.ac.id, Anglas masih sebatas iseng-iseng saja.
“Jadi awal masuk kuliah masih iseng-iseng mencoba dan mulai merintis bisnis ini,” ujar Anglas, Jumat (5/2/2021).

Berawal dari hobinya untuk menekuni budidaya ikan guppy, ia meneruskan usaha tersebut hingga menjadi bisnis yang dikenal dengan nama Jet Guppy yang beromzet kotor Rp. 10 juta – Rp. 15 juta per bulan. Anglas mengaku, ia tertarik dengan ikan guppy karena tidak serepot mengurus anjing, kuncing, maupun ayam yang menghasilkan banyak kotoran.

“Saya ingin memelihara ikan guppy yang tidak mengurus kotoran. Kan banyak banget kalau anjing, kucing, atau ayam yang mengurus kotoran. Kalau ikan, sekalian enak dilihat juga dan enggak ngurus kotoran banyak dan nilai jualnya tinggi,” kata Anglas.

Anglas mulai mengembangkan branding usaha ikan guppynya dengan cara mengikuti kontes ikan guppy. Ikan yang ia ikut sertakan dalam lomba harus memenuhi kriteria penilaian lomba. Biasanya, ikan yang dinilai baik adalah ikan yang berekor lebar dan coraknya menarik. Pria yang juga hobi bermain bulu tangkis ini, pernah ikut serta kontes ikan guppy di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan Tegal. Dalam kompetisi tersebut, ia pernah menyabet juara sebanyak 7 kali di tingkat nasional. Hebatnya, ia juga pernah menyabet juara runner up kelas juve pattern pada kompetisi ikan guppy berskala internasional bernama Swasti International Guppy Festival yang diselenggarakan di Plaza Ambarrukmo Mall Yogyakarta pada tahun 2019 lalu.

Pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, Anglas mengaku penjualan ikan guppy miliknya meningkat. Ikan guppy yang dijual Anglas sudah berstandar kontes semua. Mulai tahun 2020 lalu, Anglas sudah memutuskan untuk fokus pada kualitas ikannya yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000– Rp. 3 juta per pasang. Ia juga mengekspor ikan guppynya ke negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Biasanya, ia berkomunikasi dengan pembeli melalui aplikasi Facebook. Anglas mengaku, paling tidak ia bisa menjual sepasang ikan guppy ke luar negeri dengan harga minimal 50 USD.

Walau meraup banyak keuntungan, Anglas juga membeberkan bahwa terdapat hal tidak menyenangkan yang pernah ia alami selama menjalani bisnis seperti ikan yang baru ia beli mati atau pun terserang penyakit. Dalam mengurus bisnisnya, ia dibantu oleh satu teman fakultasnya untuk memberi makan ikan dan mencuci akuarium.

Kedepannya, Anglas mengaku ingin mengejar cita-citanya menjadi seorang guru dengan segera mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) setelah menyelesaikan pendidikan S1-nya. Walaupun, bercita-cita menjadi guru, Anglas akan tetap menekuni bisnis ikan guppy miliknya.

Anglas berpesan kepada mahasiswa UNS yang hendak merintis usaha untuk terus bekerja keras dan pantang menyerah.
“Wirausaha itu kan harus kerja keras, harus kuat , dan pantang menyerah. Kalau masalah modal itu banyak orang memikirkannya, padahal, sebenarnya kita bisa usaha dengan modal orang lain seperti menjadi reseller,” pungkas Anglas. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...