UNS — Hadir dalam acara Pekan Vokasi yang digelar secara daring oleh Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Kamis (29/7/2021), Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan kekuatan Sekolah Vokasi atau sering disebut dengan The Power of Vokasi. The Power of Vokasi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh lulusan Sekolah Vokasi, yakni meliputi bekerja, melanjutkan studi atau wirausaha. Ketiga aspek tersebut dikenal dengan BMW. Artinya, lulusan Sekolah Vokasi bisa langsung bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha.

Akan tetapi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa kedepannya paradigma BMW akan diubah menjadi WBM, di mana wirausaha menjadi fokus utama para lulusan Sekolah Vokasi. Perubahan paradigma tersebut akan dilakukan melalui sejumlah kebijakan.

Tentunya, The Power of Vokasi juga tidak terlepas dari kompetensi. Kompetensi lulusan Sekolah Vokasi merupakan perpaduan dari tiga aspek, yakni softskill, karakter, dan hardskill. Menurut Wikan, ketiga aspek tersebut sangat menentukan karir lulusan Sekolah Vokasi di dunia kerja.

“IPK memang penting. Tapi kenyataan di lapangan itu softskill, karakter, dan hardskill yang takes place forever,” ungkap Wikan.

Dirjen Pendidikan Vokasi Paparkan ‘The Power of Vokasi’

Kompetensi lulusan Sekolah Vokasi juga meliputi kognitif dan integriti. Guna mendukung lahirnya generasi berkompetensi, Menteri Kemendikbud Ristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). MBKM didesain untuk mewujudkan karakter pelajar Pancasila di antaranya beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

Selama ini, kompetensi lulusan perguruan tinggi —baik Sekolah Vokasi maupun Sarjana, menjadi keluhan utama para pengusaha. Pengusaha menilai bahwa lulusan perguruan tinggi kurang tahan dalam menghadapi tekanan di dunia kerja, kurang mampu berkomunikasi baik lisan maupun tertulis, kurang mampu bekerja sama dalam sebuah tim, dan kurang inisiatif serta mudah bosan.

Oleh karena itu, sejumlah kebijakan mulai diberikan untuk mendukung terwujudnya lulusan Sekolah Vokasi yang kompeten, salah satunya kebijakan link and match. Kebijakan link and match tersebut merangkul 2.200 Perguruan Tingga Vokasi, 14.000 SMK, 17.000 Lembaga Kursus dan Pelatihan, dan Kemitraan & Penyelarasan DUDI.

“Kebijakan link and match tidak cuma sekadar tanda tangan MoU, foto-foto masuk koran, tetapi sampai link and match yang sangat komprehensif,” jelas Wikan.

Kebijakan link and match meliputi 8 + 1 yang terdiri dari penyusunan kurikulum secara bersama-sama, pembelajaran berbasis proyek nyata dari dunia kerja, jumlah peran pengajar baik dari pendidikan formal maupun industri, magang di dunia kerja, sertifikasi kompetensi, pelatihan bagi para pengajar, riset terapan yang mendukung teaching factory, dan komitmen serapan lulusan. “Kedepannya, kebijakan ini bisa saja bertambah,” imbuh Wikan. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...