FP UNS Paparkan Cara Jitu Mengelola Sampah

UNS — Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Webinar Pengabdian Masyarakat dalam rangka Dies Natalis Ke-45 UNS. Ini merupakan webinar seri 1 yang mengangkat tema “Green Campus ‘Zero Waste’ Fakultas Pertanian”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (7/4/2021) melalui Zoom Cloud Meeting dan disiarkan secara livestream pada kanal Youtube resmi FP UNS.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si.,IPM, ASEAN Eng. berharap dengan rangkaian kegiatan rintisan sistem pengolahan sampah kampus dapat menjadi contoh bagi kampus lain maupun masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang kami rintis nanti betul-betul dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada masyarakat dan lebih dari itu bagaimana kita bisa membantu melakukan edukasi kepada masyarakat dan instansi lain sehingga permasalahan di waktu yang akan datang nanti akan bisa tertangani dengan baik,” tutur Prof. Samanhudi.

Webinar yang dipandu oleh Asri Nursiwi, S.T.P., M.Sc. ini menghadirkan Muhammad Muslim selaku Assistant Manager 2 Komunikasi dan Literasi PT. Pegadaian (Persero), Dwi Ishartani, S.T.P., M.Si. yang merupakan Dosen Program Studi Ilmu Teknologi Pangan UNS, serta Prof. Dr. Ir. MMA Retno Rosariastuti, M.Si. yang merupakan Guru Besar FP UNS.

FP UNS Paparkan Cara Jitu Mengelola Sampah

Literasi Pengelolaan Sampah “Memilah Sampah Menabung Emas”

Produksi sampah platik di Indonesia yang besar tentu menimbulkan persoalan pula pada aspek lingkungan hidup. Kontribusi akademisi, industri/korporasi, hingga masyarakat maupun komunitas menjadi sebuah triple helix dalam perannya menyelesaikan persoalan sampah. Dalam hal yang lebih rinci, Muhammad Muslim mengatakan setidaknya ada dua hal yang melatarbelakangi permasalahan sampah yang tak kunjung usai. Hal tersebut merupakan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan serta lemahnya pengelolaan limbah sampah oleh masyarakat dan industri.

Dalam upayanya, PT. Pegadaian (Persero) mengusung Bersih-Bersih Lingkungan (Pro Planet) yang menjadi salah satu dari tiga variabel utama dalam program Pegadaian Bersih-Bersih. Bersih-Bersih lingkungan ini diimplementasikan dalam sebuah program Memilah Sampah Menabung Emas yang dirintis sejak 2018. Program ini sebagai kontribusi dari PT. Pegadaian (Persero) dengan menciptakan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga secara mandiri untuk mengentaskan persoalan lingkungan hidup.

“Jadi memang kita ingin mengajak masyarakat untuk aware terlebih dahulu terhadap persoalan yang memang sangat nyata berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kemudian kita link-an program ini dengan satu produk yang ada di pegadaian yaitu tabungan emas,” tutur Muslim.

Pengelolaan ‘Food Waste’

Food Waste diartikan sebagai pangan yang terbuang atau limbah pangan yang umumnya terjadi di tingkat retail dan konsumsi. Masalah yang muncul akibat food waste ini dapat meliputi inefisiensi penggunaan air dan tanah, emisi gas karbon dan metana, terancamnya biodiversitas, serta menimbulkan masalah kesehatan. Dwi Ishartanti bagikan langkah jitu dalam mengatasi food waste dalam webinar ini. Hal tersebut mulai dari meminimalkan munculnya food waste, mendonasikan makanan berlebih, memisahkan sumber food waste, hingga mendaur ulang food waste.

“Kesimpulannya adalah ini, stop wasting food. Jadi mulai saat ini kita mengikrarkan diri dalam hati untuk tidak menyia-nyiakan makanan dan berhenti menghasilkan food waste,” terang Dwi Ishartanti.

Sementara itu, Guru Besar FP UNS, Prof. Retno Rosariastuti menyampaikan jumlah penduduk yang tinggi di Indonesia diikuti tinggi nya konsumsi. Hal ini tentu berakibat pada tingginya sampah yang dihasilkan. Perilaku ramah lingkungan tentu menjadi hal yang amat krusial saat ini. Prof. Retno menambahkan bahwa terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan ini mencakup mengenai bangunan ramah lingkungan, pemanfaatan energi yang bijak, serta pengelolaan sampah yang baik.

Dalam pengelolaan sampah khususnya sampah organik, eco enzyme menjadi salah satu solusi terkini yang telah hadir di tengah masyarakat. Eco enzyme berbahan dasar limbah organik basah karena sampah jenis ini mudah busuk sehingga perlu untuk diolah. Prof. Retno menjelaskan bahwa eco enzyme ini berbahan dasar khusus hanya kulit buah dan sayuran.

Eco enzyme ini memiliki banyak kegunaan. Diantaranya berperan dalam mengurangi efek rumah kaca dan global warming, bermanfaat bagi kehidupan laut, mengurangi polusi, dan masih banyak manfaat lain.

“Dengan membuat eco enzyme dari sampah nabati, berbasis sampah organik non hewani, ini dapat menciptakan budaya hidup bersih dan sehat dalam mendukung tujuan terciptanya zero waste pada kehidupan manusia,” ujar Prof. Retno. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Dubes RI untuk Panama Buka Guest Lecturer Series Prodi Arsitektur FT UNS

UNS --- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk...

Inilah Perasaan Mahasiswa UNS Usai Ikuti Uji Coba PTM

UNS --- Penantian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang telah rindu dan ingin...

Targetkan WCU, Wedangan IKA UNS Usung Tema Peningkatan Mutu Pendidikan

UNS --- Alumni mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam IKA UNS...

Bagaimana Membangun Personal Branding bagi Job Seeker? Berikut Tips dari Webinar AIESEC in UNS

UNS --- ‘Kesan’ merupakan salah satu hal penting yang menjadi penilaian recruiter atau perekrut...

Kajian Ramadan UNS: Tekankan Kesungguhan Niat serta Pentingnya Menjaga Lisan dalam Berpuasa

UNS --- Mengawali Ramadan 1442 Hijriah, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta selenggarakan...

Optimalkan Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, UNS Jalin Kerja Sama dengan Taman Satwa Taru Jurug

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melebarkan kerja samanya ke sejumlah pihak untuk...

Gandeng Distanbun Jawa Tengah, Filosofi Padi UNS Terlibat dalam Sarasehan Petani Peternak Muda

UNS --- Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang...

Tiga Mahasiswa UNS Raih Juara dalam Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Sukoharjo

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berkompetisi dalam Grand...

Bangun Public Awareness dengan Infografis, Mahasiswa UNS Menang di STATFEST 2021

UNS --- Pada usianya yang terhitung muda, Program Studi (Prodi) Statistika Fakultas Matematika dan...

Takjil yang Perlu Dihindari Saat Berbuka Menurut Ahli Gizi RS UNS

UNS --- Mengawali buka puasa dengan menyantap takjil yang menyegarkan, manis, dan berminyak,...