FT UNS Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PRTH BRIN

FT UNS Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PRTH BRIN (2)

UNS — Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk melaksanakan riset dan inovasi bersama dalam bidang teknologi konversi energi laut.

Dikutip dari ft.uns.ac.id, Selasa (24/10/2023), Dekan FT UNS, Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad. M.T. mengatakan, ruang lingkup dari kerja sama ini adalah riset dan inovasi bersama di bidang teknologi konversi energi gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut serta riset dan inovasi bersama di bidang struktur apung teknologi konversi energi angin laut. “Pada perjanjian kerja sama ini para pihak sepakat untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang diajukan pada jurnal internasional bereputasi dan draf proposal untuk skema pendanaan sumber program internal BRIN dan UNS,” terang Dr. Techn. Ir. Sholihin.

Energi Baru Terbarukan (EBT) atau renewable energy adalah sumber energi yang berasal dari alam dan mampu memproduksi tingkat energi lebih tinggi dari pada yang dikonsumsi. Saat ini, EBT banyak dikembangkan sebagai alternatif untuk mendapatkan sumber energi baru menggantikan energi berbahan bakar konvensional. Salah satu energi baru terbarukan yang sedang dikembangkan adalah energi laut.


Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki wilayah laut terbesar. Hal tersebut menjadi keuntungan bagi Indonesia dari segi besarnya potensi energi laut. Energi laut dihasilkan dari gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut. Sumber energi laut berupa energi pasang surut, energi gelombang arus laut, dan energi perbedaan suhu lapisan laut.

Energi angin laut merupakan energi alternatif yang mempunyai prospek baik karena selalu tersedia di alam, dan merupakan sumber energi yang bersih dan terbarukan kembali. Angin laut merupakan angin yang bertiup dari laut ke daratan. Adanya perbedaan sifat antara lautan dan daratan mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Lautan menyerap dan melepas energi panas lebih lama daripada daratan. Angin laut terjadi pada waktu pagi hingga sore hari karena energi panas yang ada di daratan diserap lebih cepat daripada energi panas yang diserap dilautan. Oleh karena itu, kerja sama antara PRTH dan BRIN dalam bentuk kolaborasi riset dan inovasi ini dilakukan.

Penandatanganan ini dilakukan secara desk to desk pada Senin (2/10/2023) yang ditandatangani oleh Kepala PRTH BRIN, Widjo Kongko dan pada Rabu (18/10/2023) yang ditandatangani oleh Dekan FT UNS, Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad. M.T. Humas UNS

Skip to content