UNS — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (13/9/2021) lalu, mengunjungi Aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk menghadiri pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Di hadapan rektor perguruan tinggi negeri se-Indonesia, Presiden Jokowi mendorong kampus agar memfasilitasi para mahasiswanya untuk mengembangkan talenta.

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar perguruan tinggi negeri memberikan kemerdekaan belajar bagi mahasiswanya, para rektor harus mengawasi perilaku mahasiswa di luar dan di dalam kampus, hingga bertanggung jawab untuk melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh, serta bebas dari paham radikal.

Menanggapi sejumlah pesan penting yang disampaikan Presiden Jokowi, Ketua MRPTNI yang juga Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho mengatakan saat ini perguruan tinggi negeri tengah menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.

Hal itu dapat dilihat dari dimulainya program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang telah di-launching oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim pada Januari tahun lalu.

Program MBKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu di luar Program Studi (Prodi) atau jurusannya selama tiga semester. Rinciannya, satu semester di luar program studi, satu semester di luar fakultas, dan satu smester di luar kampus.

“Jadi, para mahasiswa yang nanti lulus setidak-tidaknya memiliki pengalaman di luar Prodinya selama tiga semester, artinya, pilihan makul ini sangat variatif. Bisa sains, bisa pilihan itu diajukan para mahasiswa karena mereka lebih mengetahui yang di dunia luar,” ujar Prof. Jamal dalam dialog Good Morning Indonesia di MNC News, Jumat (17/9/2021) pagi.

Prof. Jamal mengatakan, untuk mendukung kesempatan belajar bagi mahasiswa di luar Prodi dalam program MBKM, perguruan tinggi harus senantiasa menyempurnakan kurikulum.

Ia tidak ingin kurikulum ‘dikeramatkan’. Justru, menurut Prof. Jamal, kurikulum harus disusun secara bersama-sama, baik dengan dosen, alumni, dan masyarakat.

“Oleh karena itu dalam konteks ini dinamisator dari kurikulum harus terjaga. Kurikulum tidak boleh dikeramatkan. Kurikulum harus banyak-banyak disempurnakan. Mari bersama-sama menyempurnakan kurikulum itu,” tambah Prof. Jamal.

Selain penyempurnaan kurikulum, Prof. Jamal mengutarakan apabila usaha perguruan tinggi negeri untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman juga dapat dilihat dari pembukaan Prodi baru.

Prodi baru yang diinginkan Prof. Jamal adalah Prodi yang ‘kekinian’. Dalam artian, Prodi baru yang didirikan harus mampu menjawab tantangan jaman dan relevan hingga 5-10 tahun yang akan datang.

“Prodi jadul itu kemarin Pak Presiden kalau di FEB ada Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan sebagainya. Kita tidak menafikan bahwa Prodi-Prodi itu sudah cukup lama, udah dari dulu sampai sekarang. Tetapi, di era yang begitu cepat perubahannya maka diharapkan kampus itu kalau mengajukan Prodi baru, ya Prodi yang keininian, yang menjawab tantangan jaman,” terang Prof. Jamal.

Kekhawatiran radikalisme di kampus

Dalam dialog Good Morning Indonesia di MNC News, Prof. Jamal juga memberikan tanggapannya atas kekhawatiran Presiden Jokowi terhadap paham radikal di kampus.

Prof. Jamal mengatakan, perbedaan yang terjadi di dalam kampus pasti ada. Namun, tidak boleh ada paham radikal yang berkembang.

Prof. Jamal mengungkapkan, sesuai dengan peraturan pemerintah soal pembinaan aparatur negara, dosen dan tenaga kependidikan akan dibina. Tujuannya, agar memahami visi pemerintah.

Selain itu, pembinaan dosen dan tenaga kependidikan di kampus, juga ditujukan agar perguruan tinggi negeri dapat turut serta menyukseskan program-program yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Saya rasa salah satu keputusan yang bisa dilakukan melakukan dialog, pertemuan-pertemuan karena kampus adalah tempat untuk menyemai berbagai perbedaan. Di situlah berbeda namun kita bersama-sama memfokuskan dan melakukan program-program perbaikan untuk menyukseskan program pemerintah itu sendiri,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Gandeng CV. Bina Cipta Abadi, FIB UNS Adakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

UNS --- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan...

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

UNS --- Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap membuka kelas...

Kajian Dies Natalis ke-25 FMIPA UNS, Habib Novel Alaydrus Sampaikan Ceramah Tentang Keberkahan Hidup

UNS --- Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh Habib Novel Alaydrus memberikan ceramah...

RG Indigenous Psychology UNS Bagikan Strategi Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi Melalui SALAM SMART

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM)...

UNS Raih Poin Tertinggi Pencapaian IKU di Tahun 2020/2021

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih penghargaan pencapaian Indikator Kinerja...

Upaya Mengembangkan Potensi Desa, BEM FP UNS Tandatangani Kontrak Kerja Sama dengan Pemerintah Desa Ngunut

UNS --- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Buat Poster tentang Kewirausahaan, Mahasiswa UNS Sabet Dua Gelar Sekaligus di Ajang Aection 3.0

UNS --- Kabar baik datang dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mahasiswa...

Bagikan Tips Obat Pegel Linu, Grup Riset Filologi Sastra Daerah UNS Kunjungi Warga Pajang Surakarta

UNS --- Minuman tradisional Jawa dengan sejuta khasiat sejatinya sudah sering ditemui sejak jaman...

Kuliah Umum UNS Bersama BPK Bahas Globalisasi dalam Sistem Perekonomian Indonesia

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Kuliah Umum bertajuk Globalisasi dalam...

Ulas Bahasa dan Penerjemahan di Era Digital, Prodi S-2 Linguistik UNS Menggelar Seminar Internasional SEMIOTICS

UNS --- Program Studi (Prodi) S-2 Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelaas Maret (UNS)...