Berita TerkiniCovid-19

Kiprah Alumni FP UNS dalam Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia

By 1 August 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS-Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar wedangan alumni dengan tema ketersediaan pangan. Dalam wedangan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2020), IKA UNS menghadirkan 7 narasumber yang merupakan alumni Fakultas Pertanian (FP) UNS yaitu Prof. Samanhudi, Ir. Mugiharjo, Ir. Gatut Sumbogodjati, Ir. Sunarti, Ir. Triyana, Ir. Andreas Gunapradangga, dan Dr. Joko Sutrisno. Selain itu, hadir pula Ketua IKA UNS, Ir. Budi Harto dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho yang sekaligus memberikan sambutan.

“Alumni FP UNS tidak hanya berada di sektor pertanian saja, tetapi juga ada yang di perbankan, pemerintahan, akademisi, perpajakan, perusahaan-perusahaan, pengusaha, dan banyak sektor lainnya,” ungkap Prof. Jamal saat memberikan sambutan.

Dalam materi yang disampaikan oleh Ir. Triyana yang saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan Bulog, Ia menyampaikan bahwa harga beras global terus meningkat.

“Kebutuhan beras dunia ada pada kisaran 493 juta ton per tahun, sedangkan produksinya sekitar 498 juta ton. Hal ini karena 60% penduduk dunia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Selain itu, harga beras global juga selalu meningkat sejak 2003 berkisar 9-17% tiap tahunnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir, peningkatan harga lebih tinggi lagi karena pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari pertumbuhan produksi,” terangnya.

Triyana juga menambahkan bahwa Bulog berperan dalam menjaga stabilisasi harga baik di hulu maupun hilir.
“Stabilisasi di hulu melalui program penyerapan gabah atau beras petani baik secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2015 dan Permendag No. 24 Tahun 2020. Sedangkan di hilir dilakukan pada tingkat konsumen, Perum Bulog selalu melakukan Program Ketersediaan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ir. Sunarti yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Tengah menjelaskan mengenai pemanfaatan kawasan eks-PLG di Kalimantan Tengah. Salah satunya melalui pengembangan kawasan food estate di lahan rawa yang didukung melalui pengembangan sumber daya manusia dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi, serta penataan dan pengembangan sarana prasarana.

Hal tersebut juga senada dengan yang disampaikan oleh Gatut Sumbogodjati, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
“Diversifikasi perlu dilakukan untuk mengembangkan pangan lokal seperti ubi kayu, pisang, sagu, dan sebagainya,” terang Gatut.

Kemudian, dalam materi yang dipaparkan oleh Prof. Samanhudi, Ia membahas mengenai strategi bidang pertanian dalam ketahanan pangan di era new normal. Prof. Samanhudi menyampaikan bahwa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga terlebih dahulu.
“Pemanfaatan lahan pekarangan dapat menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. Jadi, sistem penyediaan pangan dapat teratasi dari hal yang paling kecil,” ungkap Prof. Samanhudi.

Lain halnya dengan pembicara sebelumnya, Ir. Mugiharjo yang saat ini menjabat sebagai Principal PT Bumi Perkasa Agrindo lebih membagikan mengenai informasi tanaman perkebunan. Beberapa tanaman perkebunan yang dihasilkan oleh PT Bumi Perkasa Agrindo antara lain cabai, pare bona, gambas monica, timun nimas, kacang panjang, buncis, kangkung, dan banyak tanaman perkebunan lainnya.

Pada akhir sesi, Ir. Andreas Gunapradangga selaku principal PT Agrikencana Perkasa menyampaikan mengenai inovasi produk yang telah dihasilkan.
“Dalam pemberian pakan dapat dilakukan dengan probiotik. Jadi, kami mengefisiensikan pakan dengan pemanfaatan probiotik yang merupakan mikrobiologi penghasil enzim. Dalam dunia peternakan, ini merupakan nutrisi yang akan diubah menjadi protein daging, lemak daging, dan sebagainya,” terang Andreas.

Melalui wedangan IKA UNS yang menghadirkan alumni FP UNS dari berbagai angkatan ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat agar berperan dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui ketahanan pangan yang bagus, maka masyarakat tidak perlu khawatir apabila sewaktu-waktu terjadi krisis karena telah melakukan antisipasi. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply