Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kuliah umum bertema “Menjaga Lingkungan dari Kampus” bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Aula Fakultas Pertanian UNS, Jumat (13/5/2016). Sebelumnya, Siti bersama pejabat kampus dan beberapa mahasiswa UNS melaksanakan gerakan menanam pohon one student five trees di Rumah Sakit Pendidikan UNS. Selain itu, ia juga menilik lokasi yang nantinya akan dibangun kampus cabang yang rencananya akan dibangun Fakultas Kehutanan di Karanganyar.

(Baca juga https://uns.ac.id/id/uns-update/penghijauan-rsp-uns-menteri-lhk-apresiasi-program-one-student-five-trees.html)

Rektor UNS Ravik Karsidi dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam gerakan one student five trees yang diwajibkan untuk mahasiswa 2015, setidaknya dalam satu tahun UNS akan menanam 40 ribu batang pohon. “Hari ini, tadi sudah 2 ribu pohon di Rumah Sakit UNS yang ditanam, saya mohon dukungan Ibu Menteri, Pak Dirjen, Kepala Bapedas, dan Ibu Bapak dari dinas di Surakarta dan sekitarnya agar gerakan ini bisa meningkat,” ucapnya.

Ravik memohon dukungan agar gerakan one student five trees bisa berhasil dan meningkat.

Ravik memohon dukungan agar gerakan one student five trees bisa berhasil dan meningkat.

Mengawali pidatonya, Siti membicarakan keberlanjutan sumber daya alam, di mana akses generasi sekarang dalam memanfaatkan sumber daya alam itu harus tetap dimiliki generasi yang akan datang. Yang kemudian terjadi adalah bahwa manusia menjadi tokoh sentral dan hampir seluruh persoalan lingkungan berasal dan bermuara pada perilaku manusia.

Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi gerakan one student five trees karena ada masalah cukup yang berat dalam upaya memulihkan lahan-lahan yang sudah terdegradasi. “Sebanyak 24 juta hektar lahan kita terdegradasi. Artinya lahan-lahan dengan tanaman dan kayu-kayuan yang sudah kosong, dan ini harus disehatkan kembali. Termasuk tambang-tambang yang non-korporat yang ditinggalkan begitu saja oleh pengelolanya,” tuturnya. Siti mengajak untuk menjaga ekosistem dengan menanam pohon karena langkah ini sama dengan menyelesaikan beberapa masalah utama dalam lingkungan dan kehutanan.

Siti Nurbaya Bakar memberikan kuliah umum bertema "Menjaga Lingkungan dari Kampus" di Aula FAPERTA, Jumat (13/5/2016).

Siti Nurbaya Bakar memberikan kuliah umum bertema “Menjaga Lingkungan dari Kampus” di Aula FAPERTA, Jumat (13/5/2016).

Ia juga menyentil pemahaman rancu yang beredar di masyarakat terkait dengan kantong plastik berbayar. Pihaknya tidak memberikan beban kepada masyarakat untuk membayar kantong plastik tersebut. “Polluter pays principle, jadi siapa yang memberikan kontribusi polusi (termasuk sampah plastik—Red.) kepada lingkungan maka dia harus membayar,” ungkapnya menjelaskan prinsip yang diterapkan. Ia menganjurkan kepada para pembeli untuk jangan menggunakan plastik berbayar dan menggunakan kantong sendiri dari rumah. Hal tersebut patut dipertimbangkan mengingat Indonesia menjadi penghasil sampah plastik kedua di dunia di bawah Tiongkok (262,9 juta ton) dengan 187,2 juta ton sampah palstik per tahun (data 2016). Penerapan tersebut juga masih dalam tahap uji coba dan pihaknya menampung masukan-masukan yang ada.

One student five trees ini saya sebut gerakan, dan jangan hanya berhenti pada tataran peduli dan sadar, tapi juga aksinya ditampilkan ke seluruh aspek, mau soal sampah, mau menghabisi illegal logging, dan sebagainya,” tutupnya. [] (dodo.red.uns.ac.id)