UNS – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melakukan kunjungan ke PT Mega Andalan Kalasan Yogyakarta (PT MAK) untuk diskusi kerjasama riset bidang standardisasi, Rabu (7/6/2017). Kerjasama dengan pendekatan triple helix ini melibatkan para akademisi, pelaku industri dan pihak pemerinta, dalam hal ini adalah Badan Standardisasi Nasional (BSN).  

Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas komitmen kesiapan dan peran masing-masing pihak triple helix untuk mewujudkan riset tentang Rancangan Standar Nasional Indonesia untuk produk Kursi Roda. Hal ini dilatarbelakangi dengan tingginya jumlah permintaan kursi roda di Indonesia yang merupakan alat bantu paling vital  bagi kalangan difabel dan lansia.

Buntoro (tengah) diapit Ir. Mangasa Ritonga, MM, (kanan) dan Ir. Bendjamin B. Louhenapessy M.H, (kiri) bersama para perserta diskusi.

Pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri ini juga berkaitan dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Sebagai upaya pengimplementasiannya, BSN dilibatkan dalam proses standardisasi untuk meningkatkankan kualitas produk.

“UNS telah memiliki pengalaman penyusunan RSNI,  kami siap  melakukan Pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kursi Roda. Pendekatan FACTS (Framework for Analysis, Comparisson and Testing Standard) akan digunakan dalam merumuskan RSNI ini, papar Fakhrina Fahma, peneliti dari Grup Riset Rekayasa Industri dan Tekno-ekonomi FT UNS.

Sedangkan, Bendjamin B. Louhenapessy dari BSN menyatakan akan mengawal agenda riset bersama ini menjadi agenda riset Puslitbang Standardisasi dan BSN. Sementar itu, Susanto dari PT MAK juga menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif dalam penyusunan draft SNI. Selain itu, kerjasama ini juga akan diisi dengan pelibatan mahasiswa dan dosen dari prodi Teknik Industri UNS untuk memecahkan persoalan nyata pada sistem produksi kursi roda, antara lain keseimbangan lintas produksi, peningkatan utilitas mesin, cost reduction dan peningkatan produktivitas.

“Pada libur semester genap bulan Juli hingga Agustus 2017 akan diupayakan tiga sampai lima topik masalah untuk dikerjakan sebagai bagian dari kerja sama ini. Adapun pelaksanaanya dapat melalui Kuliah Kerja Praktek, Magang dan Tugas Akhir,” ujar Wahyudi Sutopo selaku ketua prodi Teknik Industri.

Sebelumnya, UNS telah menjalin kerjasama dengan PT MAK yakni dengan penandatangan MoU yang meliputi bidang Pendidikan dan Penelitian Pengembangan Alat Kesehatan dan Perlengkapan Rumah Sakit pada Senin, (8/5/2017) lalu. Oleh karena itu, kunjungan ini merupakan tindak lanjut pengimplementasian kerjasama dalam proses manufaktur, pengujian dan standardisasi. Selain itu, kerjasama ini juga mencakup kegiatan lain yakni kuliah umum dan atau seminar, penyediaan tenaga ahli untuk memberikan konsultasi, pendidikan terkait teknologi dan proses perancangan dan penelitian bersama. humas-red.uns/Dty