UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengelar pameran International Batik Short Course Exhibition untuk kedua kalinya dengan mengusung tema Wonderful Batik #2. Diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS, pameran berlangsung di Galeri FSRD UNS, Rabu (29/11/2017) silam.

Pameran IBSC “Wonderful Batik #2”  menyajikan berbagai macam karya dan foto hasil kegiatan International Batik Short Course untuk mahasiswa asing yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada bulan Juli dan Oktober. Pada tahun ini, pameran batik telah melibatkan lebih dari 18 mahasiswa yang berasal dari 14 negara.

Suasana pameran International Batik Short Course kedua yang berlangsung di Galeri Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada tanggal 29 November 2017

“Sebagai salah satu fakultas yang berkecimpung dalam desain dan seni rupa, FSRD berkomitmen untuk tetap mengembangkan unsur budaya lokal sebagai salah satu daya tarik,” ujar Dekan FSRD UNS Ahmad Adib.

Menurut ketua panitia pameran Dyah Yuni Kurniawati, kedelapan belas mahasiswa asing yang mengikuti IBSC 2017 berasal dari 14 negara yakni Peru, Vietnam, Jerman, India, Myanmar, Polandia, Mesir, Slovakia, Filipina, Thailand, Kamboja, Tajikistan, Timor Leste, dan Yunani.

Di samping mahasiswa asing, pameran juga diikuti oleh mahasiswa, alumni dan dosen FSRD UNS. Berbagai bentuk karya batik dengan paduan beragam teknik, jenis, warna, dan pemanfaatannya pun disuguhkan.

“Karya-karya mereka divisualkan melalui teknik batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi dengan pewarnaan alami kayu dan pewarnaan sintetis naphtol serta Remasol,” imbuh Dyah.

Dekan FSRD UNS Ahmad Adib menjelaskan, sejatinya pameran IBSC merupakan bentuk apresiasi dan sebagai tanda bahwa FSRD UNS memiliki kursus membatik bagi mahasiswa asing.

Mereka diajarkan tentang proses membatik yang ada di Indonesia dan diberi kebebasan untuk berkreasi dengan keterampilan dasar yang telah diperoleh selama kursus.

“Kegiatan ini mendukung internasionalisasi UNS, FSRD khususnya, juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa FSRD UNS telah mengenalkan batik ke mancanegara, serta bentuk kepedulian FSRD UNS terhadap pengembangan dan pelestarian batik di Indonesia”, tutup Ahmad. humas-red.uns/Oss/Eln