Mahasiswa Farmasi UNS Ciptakan Plester Microneedle dari Tanaman Daun Afrika untuk Penderita Diabetes Melitus

by | Nov 28, 2022 18:00 | Berita Terkini, Mahasiswa UNS

UNS — Empat mahasiswa S-1 Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat inovasi pengobatan Diabetes Melitus. Inovasi tersebut menggunakan teknologi Microneedle Transdermal Patch yang berisi senyawa 11 beta dan 13 dihydrovernolide dari tanaman daun afrika. Mereka adalah Amalia Daryati, Meila Tunjung Suryaningrum, Ahmad Prakoso, dan Ikke Rahmandita.

Amalia dan timnya memanfaatkan tanaman daun afrika yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar secara lebih canggih dan praktis. Inovasi baru tersebut dilatarbelakangi karena keprihatinan rendahnya kepatuhan mengonsumsi obat bagi para penderita Diabetes Melitus.

“Kepatuhan konsumsi obat merupakan tonggak utama keberhasilan pengobatan penyakit, khususnya Diabetes Melitus. Faktor ketidaktepatan bentuk sediaan yang diberikan dan faktor lupa karena umur menjadi salah satu penyebab menurunnya kepatuhan minum obat. Sediaan yang mudah dipakai dan nyaman serta dapat memberikan efek terapi dalam jangka yang cukup panjang merupakan sebuah solusi yang sangat dibutuhkan saat ini,” jelasnya, Senin (28/11/2022).

Amalia dan timnya tersebut tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) di bawah bimbingan apt. Syaiful Choiri, S.Farm., M.Pharm.Sci.

“Sistem microneedle dapat membuat obat mampu menembus lapisan stratum corneum kulit dan selanjutnya melebur sehingga zat aktif yang di dalamnya dapat keluar dari sistem dan masuk ke peredaran darah. Selain itu, senyawa yang sifatnya nonpolar dibuat menjadi sistem nanoemulsi yang dapat meningkatkan permeabilitas senyawa 11 beta dan 13 dihydrovernolide,” terangnya.

Sistem microneedle tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat utamanya pada terapi jangka panjang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim PKM RE UNS ini menunjukkan bahwa nanopartikel patch transdermal nanoemulsi menunjukkan penurunan yang lebih baik, yaitu sekitar 60% dari kadar glukosa awal dibanding kelompok dengan patch transdermal non nanoemulsi yang hanya turun sekitar 20%. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Viral di Tiktok, Aksi Bersih-Bersih Sampah oleh Mahasiswa UNS Tuai Pujian Warganet

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam beasiswa Rumah...

Prodi Magister Pendidikan Sains FKIP UNS Bersama PPII Jateng Selenggarakan Webinar Nasional

UNS --- Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan...

Peringati Hari Gizi Nasional, Rumah Sakit UNS Gelar Talkshow Bahas Stunting

UNS --- Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ialah dengan...

LPM Novum FH UNS Gelar Webinar Bahas Dekadensi Regulasi Perlindungan Anak

UNS – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Novum Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Bagaimana Keikutsertaan Masyarakat dalam Mewujudkan Siaran Berkualitas? Berikut Tanggapan Pakar Hukum UNS

UNS --- Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi semakin berkembang cepat terlebih di era...

FK UNS Jalin Kerja Sama dengan LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah

UNS --- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kerja sama...

Koordinasi Kemitraan antara UNS dan SEA Today Bahas Beberapa Kesepakatan

UNS --- Rapat bersama antara Pusat Unggulan Iptek (PUI) Perguruan Tinggi (PT) Center of Fintech...

Prodi S-3 Pendidikan Ekonomi FKIP UNS Luluskan Doktor Baru

UNS — Program Studi (Prodi) S-3 Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)...

Tergabung dalam Dhaharan.id, Mahasiswa UNS Gelar Bakti Sosial di Dua Tempat

UNS --- Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar bakti sosial di...

FEB UNS Jalin Kerja Sama Pengabdian dengan BNI Hong  Kong

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama...