Search
Close this search box.

Mahasiswa MBKM FP UNS Binaan LPTP Surakarta Ikut Serta dalam Imbal Jasa Lingkungan di Boyolali

UNS – Tim Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut serta dalam Imbal Jasa Lingkungan (IJL). Kegiatan ini menjadi salah satu program di Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta. Di sana merupakan tempat dilaksanakannya program magang atau praktik kerja Mahasiswa UNS pada periode Februari-Juli 2024.

Tim MBKM UNS selaku fasilitator program IJL ini terdiri dari para mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) UNS. Mereka beranggotakan Anarayana Eka Setya, Dea Ayu Shinta Rahmadani, Septia Wahyu Pamungkas, Hana Permata Nur Fadhila, Aina Raisyafelia Ernawati, Dhea Fadilah Rizki, Brilian Dhanis Raditya, dan Dion Pratama Ramadhan dengan Dr. Ir. Dwiningtyas Padmaningrum, S.P., M.Si sebagai dosen pembimbing lapangan.

Dion Pratama selaku perwakilan tim menyampaikan, fokus dari IJL yaitu untuk mencegah kerugian ekonomi terkait dengan perubahan lingkungan. Hal ini turut memberikan dukungan pada pelestarian lingkungan dan mendorong pendapatan pengguna lahan yang saling menguntungkan.

IJL yang telah dilaksanakan pada bulan Maret ini merupakan program LPTP Surakarta bersama Aqua. Kegiatan ini dilakukan di beberapa wilayah diantaranya yaitu Dukuh Gumuk dan Dukuh Kayulawang yang terletak di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dan Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.  

“Program IJL merupakan skema berbasis pasar yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan dengan memberikan kompensasi kepada pemilik lahan atau pengelola ekosistem atas jasa lingkungan yang mereka sediakan,” tutur Dion kepada uns.ac.id, Jumat (7/6/2024).

Muslim Afandi selaku pembimbing lapangan menjelaskan bahwa program IJL ini merupakan salah satu instrumen penting untuk melestarikan jasa lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Program IJL ini merupakan salah satu bentuk kompensasi atas kinerja nyata yang telah dilakukan oleh petani dalam penyediaan jasa lingkungan seperti pengurangan emisi karbon atau peningkatan keanekaragaman hayati,” ujar Muslim Afandi.

Kegiatan IJL ini dilakukan dengan cara mengukur diameter dan tinggi keanekaragaman hayati yang ada di suatu lahan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan, penerapan IJL di Kawasan DAS Pusur akan dilakukan untuk pembayaran jasa lingkungan layanan penyerapan air di kawasan hulu. Jenis tanaman yang termasuk dalam perhitungan IJL adalah semua jenis tanaman kehutanan termasuk tanaman Multi-Purpose Trees Species (MPTS) berdasarkan ketentuan kehutanan dan perkebunan.

“Program IJL ini diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk keberlanjutan pembangunan di masing-masing kawasan. Imbal jasa dari kawasan tengah dan hilir kepada hulu diharapkan dapat menjadi insentif dan bentuk apresiasi bagi para aktor yang melakukan kegiatan konservasi yang akan menghasilkan berbagai macam manfaat serta jasa lingkungan,” imbuh Muslim Afandi.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti

Scroll to Top
Skip to content