Search
Close this search box.

Mahasiswa UNS dan Tim Berhasil Meraih Empat Penghargaan pada Global Youth Innovation Summit

UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama tim berhasil meraih 4 penghargaan di ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) tahun 2024. Mahasiswa tersebut adalah Izzatunisa Anandari Santosa yang menjadi delegasi mewakili UNS dalam GYIS.  GYIS digelar di Singapura dan Malaysia pada 22 hingga 25 April 2024 kemarin.

Izzatunisa Anandari Santosa atau yang akrab disapa Izza mengatakan, GYIS merupakan program yang berfokus dalam mendorong generasi muda untuk mewujudkan SDGs melalui cultural and educational exchange yang sekaligus memfasilitasi para delegasi untuk berkompetisi dalam SDGs Project Presentation. Dalam kompetisi ini, delegasi dibagi menjadi sejumlah kelompok untuk berlomba-lomba menciptakan dan atau mengembangkan project yang dapat menjadi jawaban atas masalah yang berkaitan dengan poin SDGs.

Izza bersama anggota kelompoknya menjunjung tinggi perwujudan dari poin SDGs nomor 4 dan 10, quality education dan reduce inequalities (pendidikan berkualitas dan mengurangi kesenjangan), dengan menyoroti masalah tingginya angka putus sekolah di Sulawesi Barat yang disebabkan oleh economic hardships (kesulitan ekonomi) dan high cost of education (biaya pendidikan yang tinggi).

Setelah melakukan survei secara daring di Polewali Mandar (kabupaten penyumbang angka putus sekolah terbesar di Sulawesi Barat) dan juga wawancara dengan salah satu anggota kelompok yang merupakan orang asli Sulawesi Barat, kelompoknya mendapati banyak keluhan atas mahalnya biaya pendidikan, sulitnya akses terhadap informasi, diskriminasi gender, dan lain sebagainya yang membuat permintaan terhadap beasiswa pendidikan sangat tinggi. Merespon hal ini, Izza dan kelompoknya memutuskan untuk membangun Non-Profit Organization (NPO) yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu Youth Inclusive Education Corner atau YIECO.

“Program utama dari YIECO adalah scholarship mentoring yang bertujuan untuk membantu para pelajar, gap year (tahun jeda), dan orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikan mendaftar beasiswa dengan bantuan pendampingan mentor yang berpengalaman atau memiliki wawasan mengenai suatu beasiswa,” terang Izza, Jumat (17/5/2024).

Izza menambahkan, keberadaan YIECO adalah respon atas keluhan mahalnya uang pendidikan dan sulitnya mengakses informasi beasiswa yang dipaparkan oleh para pelajar melalui survey, dengan menjadi jembatan para pelajar untuk memanfaatkan beasiswa-beasiswa yang ada untuk menunjang pendidikan. YIECO akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di daerah sekitar untuk membantu memfasilitasi jalannya mentoring dan memperluas kebermanfaatan.

“Untuk mendukung pendanaan program, YIECO juga akan bekerja sama dengan pihak lain yang berjalan dalam lingkungan Pendidikan,” imbuhnya.

Izza dan kelompoknya sukses mempresentasikan dan memperkenalkan project YIECO di International Islamic University Malaysia (IIUM) pada 23 April 2024 lalu kepada juri, delegates, dan audien lainnya. Bukan hanya itu, mereka berhasil menampilkan performa, kekompakan, dan kerja sama terbaik selama acara sehingga meraih prestasi Juara 1 dalam kategori Best Team. Prestasi selanjutnya adalah Juara 2 dalam kategori Best SDGs Project Video yang menyoroti masalah tingginya angka putus sekolah di Sulawesi Barat, sekaligus memperkenalkan YIECO. Tidak cukup dalam kejuaraan kelompok saja, Izza juga meraih kejuaraan dalam kategori individu yaitu Juara 1 Best Team Leader karena kualitas dan kemampuannya dalam memimpin kelompoknya, dan Juara 2 Best Delegate atas keaktifan, performa dan kontribusinya selama program berlangsung. Humas UNS

Skip to content