Manfaatkan Buah Lokal, Tim MBKM SV UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Es Krim dan Selai Jambu Biji

Manfaatkan Buah Lokal, Tim MBKM SV UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Es Krim dan Selai Jambu Biji

UNS — Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan es krim dan selai jambu biji sebagai upaya pemanfaatan buah lokal di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/11/2023).

Kegiatan ini didanai oleh Hibah MBKM UNS dan dilaksanakan oleh Tim MBKM D3 Agribisnis SV UNS bersama Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si. selaku dosen pembimbing. Tim pengusul memilih program dengan topik ‘Inovasi Olahan Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Upaya Pemanfaatan Buah Lokal Desa Puntukrejo”.

Latar belakang dari inovasi tersebut yaitu karena sumber daya alam yang melimpah di Desa Puntukrejo, salah satunya yaitu komoditas jambu biji. Namun, keuntungan yang dihasilkan petani jambu biji relatif rendah akibat minimnya masa simpan serta harga jual yang rendah yakni berkisar Rp750 – Rp4.000 saja per kilo. Budidaya jambu biji yang relatif mudah tapi harga jual yang rendah menyebabkan terjadinya oversupply. Jika terus-menerus terjadi, akan berpengaruh buruk pada pendapatan yang didapatkan para petani jambu.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, tim MBKM SV UNS berinovasi melaksanakan program Proyek di Desa berbentuk pengabdian terhadap masyarakat Desa Puntukrejo. Tim pelaksana membuat program inovasi produk berbahan dasar jambu biji dalam bentuk es krim dan selai. Produk es krim dan selai jambu biji tentunya menjadi olahan yang kaya akan vitamin C sebagai antioksidan tubuh. Vitamin C dalam jambu biji memiliki persentase lebih tinggi dibanding buah lainnya.

Endang Supriyanti, S.E. selaku Ketua Kelompok UMKM Murakabi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan diawali dengan penjelasan terkait latar belakang dan manfaat jambu biji. Selanjutnya, praktik pembuatan bersama petani dan juga UMKM Murakabi yang bertempat di Aula Wisata The Lawu Fresh.

“Pelatihan olahan jambu biji ini diharapkan dapat memberikan ilmu yang lebih luas dan kreativitas kepada masyarakat serta meningkatkan rasa semangat yang dimiliki masyarakat dalam dunia bisnis,” jelas Endang.

Selain itu, Purwanti yang merupakan salah satu anggota UMKM Murakabi juga menjelaskan bahwa praktik pembuatan produk es krim maupun selai melewati beberapa tahapan. Pada pembuatan produk es krim yaitu penghalusan buah, pemisahan biji dengan penyaringan, pemasakan, mixing, dan terakhir proses pembekuan dengan mesin es krim.

“Adapun tahapan pembuatan selai yakni dimulai dengan penghalusan buah, penyaringan, lalu dilakukan pemasakan selai yang kemudian ditambahkan gula dan bahan aktif lainnya selama 45 menit tanpa berhenti mengaduk,” terang Purwanti.

Kemudian, beliau menyampaikan bahwa produk es krim dan selai ini diberikan nama merek “Sagara” yang akan menambah daya tarik produk. Dengan dilaksanakannya pelatihan ini, beliau merasa lebih mengerti terkait olahan jambu biji yang lebih bervariasi sehingga nantinya bisa dipraktikkan sendiri lalu dipasarkan.

Salsabyla Claudinda Virgy selaku Ketua Tim MBKM SV UNS menyampaikan bahwa sosialisasi dan pelatihan terkait olahan komoditas jambu biji tentunya bertujuan sebagai sarana bagi masyarakat desa untuk berkembang dari segi ilmu serta skill dalam memproduksi suatu produk.

“Selepas pelatihan pembuatan es krim dan selai dari jambu biji, nantinya proses produksi dapat dilaksanakan secara mandiri oleh setiap peserta pelatihan sebagai keberlanjutan kegiatan agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja,” jelas Salsabyla.

Olahan es krim dan selai juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa ini karena banyaknya minat konsumen akan olahan tersebut.  “Pelatihan produk olahan jambu biji ini diharapkan dapat memperbaiki masa simpan serta mengubah sifat buah dari low profit menjadi profitable,” tutur Salsabyla lebih lanjut. HUMAS UNS

Reporter: Dhelinta FP.

Redaktur: Dwi Hastuti

Skip to content