Berita Terkini

Manfaatkan E-Commerce, Dosen UNS Ajarkan Anak Yatim Berwirausaha

By 27 August 2019 No Comments

UNS – Sebagai salah satu perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat, dosen dari Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Mohtar Yunianto bersama Budi Purnama dan Utari menginisiasi pelatihan kewirausahaan melalui pengenalan e-commerce bagi anak Panti Asuhan Yatim PKU Muhammadiyah Cabang Blimbing, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian UNS terhadap pemahaman dan peningkatan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi bagi masyakarat, khususnya anak yatim. 

Mohtar Yunianto bersama Budi Purnama dan Utari menyasar anak yatim di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Cabang Blimbing sebab letak panti asuhan tersebut terletak di daerah sentra konveksi. Di sekitar Panti Asuhan Yatim PKU Muhammadiyah Cabang Blimbing terdapat sekitar 200-an kepala keluarga di Desa Wonorejo yang berprofesi sebagai pengusaha konveksi.

Dengan melihat kondisi perekonomian warga Desa Wonorejo tersebut, Tim Dosen FMIPA UNS membekali anak-anak Yatim di Panti Asuhan Yatim PKU Muhammadiyah Cabang Blimbing dengan kemampuan berwirausaha melalui teknologi informasi. Dengan adanya pembekalan ini diharapkan anak-anak yatim tersebut dapat  membuka toko online dengan barang-barang yang merupakan produksi dari pemilik konveksi di sekitar panti asuhan.

“Kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak pengusaha konveksi. Dengan memberikan pelatihan kepada anak-anak asuh asrama untuk ikut menjualkan melalui online marketing sekaligus memupuk jiwa wirausaha yang menjadi tambahan keahlian saat nanti sudah tidak di asrama lagi,” ujar Mohtar saat dihubungi secara terpisah, Jumat (23/8/2019).

Pembekalan yang dilakukan oleh Tim Dosen FMIPA tersebut berusaha menumbuhkan hubungan yang saling menguntungkan antara anak-anak yatim dengan pengusaha konveksi. Sebab, selama ini para pengusaha konveksi di Desa Wonorejo hanya mengandalkan showroom atau boutique yang berada di jalan utama Desa Wonorejo.

Untuk menunjang hal tersebut, telah dilakukan pemasangan jaringan internet di dalam panti asuhan. Mohtar berharap dengan pemasangan jaringan internet ini dapat membantu kegiatan pembuatan toko online serta proses upload barang-barang yang akan dijual. 

“Tahap awal adalah memberikan pemahaman berkaitan dengan dasar-dasar kewirausahaan serta pengenalan teknologi informasi, agar diperoleh pemahaman yang sama karena anak asuh yang dilatih memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda dari usia SD sampai usia SMA,” papar Mohtar.

Tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah mengajari anak-anak yatim mengupload produk-produk serta bagaimana cara menyusun tampilan yang menarik pada toko online agar pembeli tertarik untuk membeli.

Selain itu, anak-anak yatim diberikan tambahan informasi mengenai cara mengetahui produk-produk apa saja yang terjual paling banyak, yang paling diminati, serta produk yang sering masuk dalam wishlist pembeli.

Mereka juga diajarkan melakukan penelusuran dari toko-toko online yang menjual produk serupa dan fokus pada produk-produk konveksi. Strategi yang dilakukan adalah memperbanyak jumlah produk atau lebih sering mempromosikan produk tersebut, dengan demikian maka hal ini akan menarik konsumen tertarik membeli produknya. 

Kegiatan ini sampai sekarang terus berlanjut dengan pendampingan intensif baik dari pihak pengabdi maupun dari pihak pemilik konveksi. Humas UNS/ Yefta