Search
Close this search box.

Miliki Banyak Manfaat, Tim MBKM UNS Melatih Petani di Desa Wangen, Klaten Membuat Asap Sekam Cair

UNS – Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 817 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi berkolaborasi melakukan pelatihan kepada petani di Desa Wangen, Kabupaten Klaten untuk mengolah asap sekam cair. Asap sekam cair sangat membantu petani dalam pengurangan bahan kimia selama proses budidaya padi.

Fasilitator petani KOMPAK di Klaten, Lilik mengatakan, asap sekam cair sendiri memiliki beberapa kegunaan dalam membantu petani dalam proses budidaya. Kegunaan lain juga dirasakan petani untuk memberantas hama tanaman.

“Tidak hanya berfungsi sebagai pupuk saja tetapi asap sekam cair juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida yang ampuh,” jelas Lilik.

Asap sekam cair dapat menjadi solusi inovatif bagi petani di sawah, khususnya bagi mereka yang menghadapi tantangan seperti tanah yang miskin nutrisi dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Lilik juga menuturkan selain banyak kegunaan bagi budidaya, asap sekam cair ini juga hemat biaya.

“Takaran untuk asap sekam cair ini terbilang hemat karena dengan setengah gelas bisa untuk 1 tangki 17 liter,” sambung Lilik.

Asap sekam cair ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas tanah, menetralisir asam tanah, mengontrol pertumbuhan tanaman, serta mempercepat pertumbuhan pada akar, batang, umbi, daun, daun, bunga, dan buah. Lilik juga menjelaskan proses dan bahan pembuatan mudah dilakukan oleh petani karena menggunakan bahan yang kerap ditemukan di sekitar.

“Pembuatan asap sekam cair ini cukup mudah, hanya dengan membakar sekam padi nantinya asap pembakaran akan masuk ke pipa untuk kemudian dialirkan ke pipa pendingin sehingga nantinya akan dihasilkan asap cair yang menetes pada akhir proses ini,” jelas Lilik.

Lilik juga menuturkan, asap sekam cair ini memiliki kandungan utama fenol, asam karbonat, asam propionat, asam asetat, asam dodekanoat, asam miristat, asam palmitat, dan asam butirat. Kandungan utama tersebut memiliki peran menghambat pembentukan spora, menghambat pertumbuhan bakteri dan fungi, serta bersifat antifeedant (penghambat makan) bagi hama sehingga sangat ampuh digunakan sebagai fungisida dan pestisida.

Bagi petani di Desa Wangen, fasilitasi pembuatan asap sekam cair dari Gita Pertiwi dan Tim MBKM UNS ini membantu mereka dalam mempercepat pertumbuhan padi dan memberantas hama yang saat ini mengganggu budidaya padi.

Salah satu anggota Tim MBKM UNS, Fitriya Adiputri

mengatakan, Tim MBKM 817 dibimbing oleh Widiyanto S.P., M.Si., Ph.D. dan LSM Gita Pertiwi. Kegiatan pelatihan pembuatan asap sekam cair digelar pada Selasa (7/5/2024).  Tujuan dari kegiatan ini untuk mendampingi petani guna mewujudkan padi sehat konsumsi bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Tim MBKM UNS juga mendapat pengalaman baru dalam program-program pemberdayaan petani yang didapatkan melalui kolaborasi bersama Gita Pertiwi

“Bagi saya dan teman-teman magang lain, adanya praktek pembuatan asap sekam cair ini menjadi pengalaman baru bagi kami dan nantinya bisa menjadi bekal saat terjun langsung ke petani. Dari praktek pembuatan asap sekam tersebut kita bisa tau apa saja bahan bakunya, bagaimana proses pembuatannya, bagaimana cara kerja alatnya, serta tau apa manfaat dan kandungan utama dari asap sekam cair tersebut sehingga ampuh digunakan sebagai pupuk, fungisida, dan pestisida. Pada intinya praktik ini menambah wawasan dan memperkuat pemahaman kami mengenai asap sekam cair dan harapannya ilmu yang kami dapat ini bisa kami sebarluaskan,” jelas Fitriya kepada uns.ac.id, Senin (27/5/2024).

HUMAS UNS

Reporter: Annisa Fakhira Redaktur: Dwi Hastuti

Skip to content