Search
Close this search box.

Pakar Ekonomi UNS Bahas Perkembangan Ekonomi Soloraya Pascapandemi Covid-19

UNS — Pakar ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Mulyanto, memberikan analisis seputar kondisi makro ekonomi dan sosial di wilayah Soloraya di tahun 2021. Hal tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Solopos Virtual Outlook Ekonomi Solo 2021: “Saatnya Bangkit” yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Solopos TV pada Senin (18/1/2021) pagi.

Dalam analisisnya bertajuk “Kondisi Makro Ekonomi dan Sosial di Wilayah Soloraya: Basis Perencanaan Pascapandemi Covid-19”, Dr. Mulyanto mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi manusia, bidang sosial dan ekonomi, dan perubahan perilaku masyarakat dan pemerintah.

Ia mengatakan selama Indonesia diterjang pandemi Covid-19, pemerintah dihadapkan pada sejumlah risiko besar, seperti krisis/ resesi ekonomi, perubahan dan pergeseran rencana, perubahan kebijakan keuangan negara, dan optimalisasi pengembangan IPTEK.

“Sudah ada program pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (EN) pada bidang usaha, insentif UMKM, dan bantuan sosial. Sehingga, baik provinsi maupun kabupaten/ kota, harus menganggarkan,” ujar Dr. Mulyanto.

Selain itu, melihat adanya pergantian Walikota Surakarta pada 2021 ini, Dr. Mulyanto menambahkan ada mandat pembangunan daerah yang harus dituntaskan oleh Gibran Rakabuming Raka sebagai walikota terpilih.

Mandat tersebut tertuang dalam Pasal 258 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Gibran Rakabuming Raka dituntut untuk mampu melaksanakan pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik, dan daya saing daerah.

Di kesempatan ini, ia juga menerangkan perbandingan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan kontribusi bagi Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Khusus di wilayah Soloraya, dari data yang dilansir pada tahun 2019, Kota Surakarta mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5.78% yang diikuti dengan distribusi PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar 3,53%,” jelas Dr. Mulyanto.

Dari angka tersebut, Kota Surakarta dapat dikatakan unggul daripada wilayah di sekitarnya. Hanya Kabupaten Boyolali yang mampu mengungguli Kota Surakarta pada laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5.96%.

Catatan akhir ekonomi

Di hadapan Gibran Rakabuming Raka, Dr. Mulyanto juga menyampaikan sejumlah catatan penting yang dapat dimanfaatkannya jika kelak sudah mengemban jabatan sebagai walikota.

Seperti potensialnya sejumlah sektor industri kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menggenjot perekonomian Kota Surakarta. Hal tersebut meliputi kuliner, fashion, kriya, TV dan radio, penerbitan, arsitektur, aplikasi dan game development.

“Masih ada pula sektor periklanan, musik, fotografi, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, film, animasi, video, desain interior, dan desain komunikasi visual,” tambah Dr. Mulyanto.

Dr. Mulyanto juga mengingatkan pentingnya Gibran Rakabuming Raka untuk fokus pada realisasi nilai investasi. Sebab, jumlah dan nilai realisasi ekonomi akan menentukan besarnya pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli masyarakat, mengurangi pengangguran.

“Semakin mudah perijinan investasi maka semakin banyak investor datang. Diharapkan semakin banyak tenaga kerja yang bisa disediakan dan akan memberikan pemasukan ke APBD melalui instrumen perpajakan/ retribusi daerah,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Skip to content