UNS — Mengapa kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) perlu Berbahasa Indonesia baik secara lisan dan tulis? Bukankah penggunaan bahasa tersebut telah menjadi bahasa yang melekat dan digunakan untuk keseharian?

Merespon hal tersebut, Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum mengatakan bahwasanya dengan Berbahasa Indonesia sejatinya sebagai upaya kita membangun persatuan bangsa dan negara. Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia.

“Kita sebagai orang Indonesia yang harus menjunjung tinggi bahasa persatuan kita yaitu Bahasa Indonesia. Dengan Berbahasa Indonesia dapat menyatupadukan antar individu yang beragam. Ini tentu akan menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari upaya kita untuk membangun kebinekaan, membangun persatuan kesatuan bangsa dan negara,” ujar Dr. Rohmadi melalui kanal YouTubenya, M Rohmadi Ratulisa pada Senin (9/5/2022).

Selain itu Indonesia terdiri atas 34 provinsi dengan memiliki beragam suku, ras, golongan, dan agama yang bervarian. Tentu saja dalam berkomunikasi diperlukan sebuah strategi komunikasi. Dan untuk menghasilkan strategi komunikasi yang baik, diperlukan pemahaman akan berbahasa Indonesia lisan dan tulis yang baik pula. Ketika telah diperoleh strategi komunikasi yang baik, nantinya akan menghasilkan strategi tutur yang santun.

Kemudian Dr. Rohmadi juga menambahkan bahwa menggunakan Bahasa Indonesia menjadi salah satu pilihan yang harus dijaga. Misalnya saja, ketika bertemu dengan orang yang berbeda daerah tentu menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi bukan pilihan yang tepat. Karena hanya akan menjadi kurang dipahami dan strategi komunikasi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dengan demikian, menggunakan Bahasa Indonesia menjadi solusinya.

“Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang mampu menyatupadukan dalam berbagai dimensi. Hal ini yang bisa menjadi salah satu titik temu untuk melakukan komunikasi dengan baik, strategi tutur yang baik, dan tentu akan memberikan dampak yang sangat nyata,” lanjut Dr. Rohmadi.

Maka dari itu, Dr. Rohmadi juga mengajak untuk melestarikan Bahasa Indonesia. Upaya ini bisa diwujudkan dengan memahami eksistensi Bahasa Indonesia di Negara Indonesia tercinta. Kemudian menyadari bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa kita, Bahasa Indonesia ialah bahasa persatuan kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa kebhinekaan kita. Berbahasa Indonesia yang akan menyatukan berbagai ras, yang menyatukan berbagai suku, yang menyatukan berbagai golongan, yang menyatukan berbagai ragam bahasa, serta yang menyatukan berbagai macam agama menjadi satu kesatuan yang bisa membangun bangsa dan negara.

“Ini menjadi titik temu yang tak terpisahkan sebagai upaya kita untuk membangun Indonesia. Dengan begitu, kita bisa membangun bangsa dan negara tercinta ini dengan segala rasa cinta yang berbeda, namun dengan satu persatuan yang sama. Dengan satu visi untuk Indonesia maju, untuk Indonesia bangkit, untuk Indonesia tercinta, untuk Indonesia bersatu, dan tentu saja akan memberikan warna yang berbeda,” terang Dr. Rohmadi.

Lebih lanjut kita harus mampu mewujudkan Berbahasa Indonesia lisan dan tulis dengan baik, benar, dan santun.

“Sementara bahasa yang baik ketika berkomunikasi terjalin secara komunikatif. Artinya lawan tutur memahami apa yang diungkapkan penutur. Kemudian Bahasa Indonesia yang benar yakni sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Selanjutnya Bahasa Indonesia yang santun yakni kita perhatikan dengan siapa akan bertutur. Kemudian akan menggunakan media apa. Terakhir kita pandai memilih dan memilah tuturan yang akan kita sampaikan. Ini supaya mampu menjadi titik temu saat berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan baik,” jelas Dr. Rohmadi.

Belajar Berbahasa Indonesia secara lisan dan tulis menjadi upaya penting agar kita turut serta melestarikan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

“Juga sebagai upaya kita belajar dan upaya perbaikan bagi bangsa Indonesia. Serta menjadikan kita sebagai manusia yang hebat dan bermanfaat,” pungkas Dr. Rohmadi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Pentas Seni Budaya UNS Kembali Digelar, FKIP UNS menjadi Tuan Rumah

UNS --- Pentas seni dan budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali digelar. Kali...

FISIP UNS Raih Juara 1 Lomba Kampus Inklusi antar Fakultas di Lingkungan UNS

UNS --- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46 UNS

UNS --- Rangkaian acara Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah...

Seminar ABP HMJA FEB UNS, Matangkan Persiapan menjadi Wirausahawan

UNS --- Departemen Business Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan...

Perluas Jejaring Internasional, FT UNS Tandatangani PKS dengan Tongmyong University, Korea

UNS --- Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani...

FP UNS Gelar Seminar Nasional Bahas Digitalisasi Pertanian Menuju Kebangkitan Ekraf

UNS --- Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar seminar...

Dosen Sosiologi FISIP UNS Gelar FGD, Bahas Persiapan Akreditasi Internasional Prodi S1 Sosiologi

UNS --- Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Bisnis Mi Ayam Goreng Mahasiswa UNS Dapat Investasi 50 Persen dari Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Siapa Sosoknya?

UNS --- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia,...

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Perencanaan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

UNS --- Masifnya perkembangan era digital, mengakibatkan kemunculan beragamnya profesi yang...

Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Lomba Feature News Kusala Jurnalistik 2022

UNS --- Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas...