Kurang lebih 300 mahasiwa UNS berkaos hijau “one student five trees” ramai memadati halaman depan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UNS Pabelan, Kartasura, Sukoharjo pada Jumat pagi (13/5/2016). Seharusnya pukul 08.00 WIB acara penanaman pohon di sekitar RSP UNS sudah mulai, namun mereka masih menunggu kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Pagi itu, langit Solo Raya berkabut, pesawat menteri tidak bisa mendarat di Bandara Adi Sumarmo.

Pukul 9.30 WIB, acara penanaman pohon dimulai. Para mahasiswa mulai menimbun pohon yang sudah disiapkan panitia, seperti ketapang kencana, trembesi, tanaman buah dan tanaman langka. Mereka menanam di lokasi lahan terbuka hijau seputaran RSP UNS yang memiliki luas 5 hektar itu. Dila, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum yang turut serta dalam penanaman terlihat sumringah membersihkan tangannya di salah satu keran air di belakang RSP. Baseball cap hijau senada dengan kaosnya, ia kenakan terbalik. “Kemarin dapet jarkoman acara ini, kuotanya terbatas. Saya daftar sendiri mbak, kebetulan rumahnya dekat sini (RSP UNS),” ujar Dila sembari membetulkan posisi topinya.

Dukung “Go Green”

Penanaman pohon di seputaran RSP UNS merupakan bagian kecil target kawasan penghijauan yang dilakukan civitas akademika UNS. Belum lama ini, penanaman juga dilakukan di kawasan hutan pendidikan UNS yang terletak di Mojosongo. Penanaman pohon RSP UNS juga bagian dari pelaksanaan program “one student five trees” yakni setiap mahasiswa UNS harus menanam, merawat, dan melaporkan kondisi 5 pohon yang mereka tanam hingga lulus nanti.

Pelaksanaan penanaman pohon oleh mahasiswa dipantau dan masuk dalam laporan secara online. Selain itu, bukti mahasiswa telah menanam dan memelihara lima pohon, akan menjadi salah satu syarat yang disertakan saat mahasiswa mendaftar wisuda.

“Di rumah sakit perlu juga penghijauan. Yang ditanam mahasiswa itu memang daerah-daerah yang seterusnya untuk penghijauan. Kaitannya dengan pelestarian alam, supaya lingkungan ini teduh,” terang Bambang Pujiasmanto, Dekan Fakultas Pertanian UNS terkait dengan penanaman di RSP UNS. Bambang menambahkan, panitia penanaman pohon telah bekerja sama dengan tim perencanaan gedung RSP terkait lokasi yang bisa ditanami pohon. Bambang juga menjelaskan alasan pemilihan pohon trembesi, ketapang serta tanaman lain yang ditanam di RSP UNS. “Pohonnya teduh, tapi tidak mudah patah,” terangnya.

Menteri LHK Beri Apresiasi 

Meski batal menanam pohon bersama 300 mahasiswa UNS, Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK tetap menanam “jatah” pohonnya setibanya di Solo, Jumat tengah hari. Di dampingi Rektor UNS, Ravik Karsidi, Siti Nurbaya menanam pohon keben (Barringtonia Asiatica) di area depan RSP UNS. Siti Nurbaya mengapresiasi UNS atas program one student five trees serta perguruan tinggi lain yang mengangkat program green campus  dan peduli pada lingkungan. (Baca juga: https://uns.ac.id/id/uns-update/kuliah-umum-menteri-lhk-jaga-ekosistem-hingga-persepsi-plastik-berbayar.html)

Menteri LHK didampingi Rektor UNS tanam pohon keben di area RSP UNS, Jumat (13/5/2016).

Menteri LHK didampingi Rektor UNS tanam pohon keben di area RSP UNS, Jumat (13/5/2016).

“Masih ada 24 juta hektar lebih lahan kritis di Indonesia yang perlu ditangani secara cepat. Kami berharap kampus dan sekolah menerapkan bagi setiap mahasiswa atau siswanya. Dengan langkah ini kita tidak lagi perlu menunggu puluhan tahun untuk memperbaiki kerusakan lingkungan,” Siti menjelaskan. Siti menyatakan data kementerian yang dibawahinya menunjukkan ada sekitar 179 perguruan tinggi yang siap membantu Kementerian LHK memperbaiki kerusakan lingkungan hidup. Meski demikian, Siti Nurbaya mengungkapkan, baru UNS yang menerapkan kewajiban menanam pohon satu mahasiswa lima pohon. Usai menanam Siti Nurbaya melanjutkan perjalanan menuju lokasi di Karanganyar yang akan dijadikan kampus cabang UNS dan selanjutnya menuju kampus Kentingan untuk memberikan kuliah umum. [] (nana.red.uns.ac.id)