Search
Close this search box.

Peringati Dies Natalis ke-48, UNS Gelar Pagelaran Wayang Kulit Abiyasa Boyong

UNS– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara pagelaran wayang kulit dengan mengangkat lakon Abiyasa Boyong. Acara ini diselenggarakan secara luring di Pendapa Javanologi UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret pada Senin (20/5/2024) malam. Terselenggaranya kegiatan ini juga masih dalam rangkaian memperingati Dies Natalis ke-48 UNS.

Pagelaran wayang kulit Abiyasa Boyong dipentaskan oleh dalang Ki Dr. Ir. Warseno Slenk, M.Si. Acara ini dimeriahkan juga oleh Karawitan Sekar Rinonce oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS serta Tari Sesaji Sebelas Maret oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS.

Dalam kesempatan ini, UNS turut mengundang bintang tamu Endah Laras. Pagelaran wayang kulit turut didukung oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH) UNS yang memberikan beragam doorprize menarik.

Dalam sambutannya Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., menuturkan bahwasanya pemilihan lakon Abiyasa Boyong telah sesuai sebagai perwujudan tekad UNS untuk bertransformasi menuju mental spiritual dan prestasi yang semakin baik. Pagelaran ini diharapkan mampu memberi dorongan dan semangat sebagai sebuah bangsa yang intelektual dan berbudaya.

“Kebersamaan sivitas akademika UNS akan mengantarkan pada kesiapan menghadapi berbagai tantangan dunia dengan kecerdasan intelektual dan keluhuran budi pekerti,” tutur Prof. Yunus.

Ketua Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, Ph.D., juga menyampaikan bahwa berdirinya UNS di Kota Solo, yang merupakan pusat dan jantung kebudayaan jawa, turut menguatkan tekad dan upaya dalam melestarikan warisan yang ada di dalamnya. Pada kesempatan ini, wayang kulit atau yang juga dikenal dengan ringgit wacucal dipentaskan kepada sivitas akademika UNS dan masyarakat sekitar dalam momentum yang juga spesial.

“Hal ini (pagelaran wayang kulit) juga sesuai dengan visi UNS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul secara nasional maupun internasional. Pagelaran ini juga sekaligus sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei setiap tahunnya,” ujar Prof. Sahid yang juga sebagai Ketua Bidang Seni dan Kebudayaan Panitia Dies Natalis ke-48 UNS.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-48 UNS, Drs. Harjana, Ph.D., menegaskan jika pagelaran wayang kulit ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni. Melainkan juga sebagai bukti bahwa UNS peduli sekaligus bertanggung jawab memperkenalkan kebudayaan kepada generasi berikutnya. Kebudayan yang beragam di setiap daerah patut untuk dilestarikan dengan berlandaskan pada budaya nasional.

Di akhir sambutannya, Beliau yang juga menjabat sebagai Plt. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit menjadi penanda bahwa rangkaian acara peringatan dies natalis hampir usai. Sebagai penutup, UNS akan menggelar pameran pada bulan Juni 2024.

Wayang kulit dengan lakon Abiyasa Boyong menceritakan negara Astina yang sedang menghadapi masalah tentang siapa yang kelak menggantikan Prabu Sentanu. Resi Bisma sendiri sudah bersumpah bahwa ia tidak akan menjadi raja di astina.

Ditengah perundingan tersebut, datanglah serangan prajurit Gajahoya yang dipimpin Prabu Gajah Sura. Ia adalah sosok yang ingin mengambil alih negara Astina. Prabu Sentanu dan Resi Bisma pun dibuat bingung dan kewalahan menghadapinya.

Bisma pun berkata, bahwa hanya Abiyasa yang mampu menghentikan serangan musuh. Serta, ia juga yang kelak menggantikan tahta negara Astina. Berangkatlah Bisma mencari Abiyasa.

Usai bertemu, akhirnya Abiyasa dinobatkan sebagai raja Astina dengan sebutan Prabu Kresna Dipayana. Ia juga berhasil mengalahkan Raja Gajah Sura.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti

Skip to content