Berita Terkini

Pesan Nadiem Makarim dalam Pembukaan PKKMB UNS 2020

By 15 September 2020 No Comments

UNS – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, mengajak Mahasiswa Baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi agen perubahan dan penggerak untuk menjawab berbagai permasalahan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) luring dan daring UNS, melalui siaran langsung kanal Youtube UNS dan Zoom Cloud Meeting, Senin (14/9/2020) pagi.

Menjadi agen perubahan dan penggerak disebut Nadiem Makarim dapat mengubah paradigma belajar di perguruan tinggi dari kuliah untuk bekerja menjadi kuliah untuk belajar dan belajar untuk berkarya sehingga mampu bekerja diberbagai bidang.

“Pendidikan adalah kunci solusi atas krisis pembelajaran dari berbagai krisis yang dihadapi bangsa. Bersama-sama belajar dan terus haus belajar untuk menjadi manusia yang bermanfaat,” ujar Nadiem Makarim.

Walau saat ini perkuliahan masih dilangsungkan secara daring, Nadiem Makarim tetap meminta seluruh pihak di lingkungan perguruan tinggi untuk mengambil hikmah sebagai modal pembelajaran

Nadiem Makarim mengatakan metode berbasis teknologi dalam pembelajaran secara daring menjadi suatu hal yang harus diadaptasikan dan dikembangkan seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang harus dilakukan perguruan tinggi. Nadiem Makarim meyakini kondisi ini dapat memacu kreativitas dan inovasi semua pihak, disamping menguatkan implementasi kebiasaan baru.

Menyinggung soal kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, Nadiem Makarim mengatakan program Kemendikbud RI tersebut mampu memerdekakan unit pendidikan untuk meningkatkan budaya pembelajaran demi inovasi yang juga memantik growth mindset bagi generasi penerus bangsa.

“Perguruan tinggi didorong untuk lebih adaptif dalam melakukan transformasi kurikulum sesuai kebutuhan nasional dan global serta disesuaikan dengan karakteristik generasi mahasiswa Indonesia,” lanjut Nadiem Makarim.

Di masa lalu, mahasiswa tidak memiliki fleksibilitas dalam belajar, sebab semua kegiatan belajar dimaknai secara klasikal dengan Satuan Kredit Semester (SKS) sehingga kegiatan yang dilakukan mahasiswa di luar kampus dan di luar ruang kuliah tidak bisa diakui sebagai pembelajaran.

Saat ini, Kemendikbud RI mengubah kekurangan tersebut sehingga SKS dapat dimaknai sebagai jam belajar yang fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menuntut ilmu, baik secara perkuliahan maupun kegiatan lainnya, seperti magang dan mengajar di desa.

“Berbagai kegiatan di luar kampus ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk memberikan solusi riil yang dihadapi masyarakat. Kampus Merdeka mendorong kita menjadi pembelajar sepanjang hayat kehausan untuk terus belajar, menggali bakat sesuai minat, dan meningkatkan keunggulan kompetensi di era baru pendidikan tinggi,” terangnya.

Selain Nadiem Makarim, sejumlah tokoh turut menghadiri jalannya pembukaan PKKMB UNS 2020 secara daring. Seperti Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Prof. Mahfud MD, dan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud RI, Prof. Nizam. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply