Berita Terkini

PSJ UNS bersama SAAI Bagikan Pengalaman Program SSP–JST Jepang

By 2 July 2020 No Comments
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

UNS – Pusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Sakura Association Alumni Indonesia (SAAI) mengadakan webinar bertajuk `Sharing dan Diskusi Pengalaman Merajut Rasa Beasiswa Sakura Science Plan (SSP), Jepang`. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Fakultas Teknik (FT) UNS, Sabtu (27/6/2020). Webinar ini menghadirkan dua orang pembicara yaitu Helen Kristin, President SAAI sekaligus alumni SSP 2019 yang merupakan mahasiswa Biologi UNS dan Ika Arofa Setiawati, Director SAAI – alumni SSP 2018. Webinar yang dimoderatori oleh Kepala PSJ LPPM UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah N.H., ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari berbagai provinsi di Indonesia.

Program SSP yang diinisiasi Japan Science and Technology Agency (JST) sejak 2014, merupakan program pertukaran pelajar, peneliti dan lainnya yang tertarik di bidang sains dan teknologi. Tujuan dari program SSP ini adalah untuk memperkenalkan dan menawarkan pengalaman sains dan teknologi di Jepang.

Pada webinar kali ini, Helen Kristin memberikan tips agar dapat ke luar negeri namun dibiayai secara penuh. “Tips yang pertama yaitu kita memasang target, kemudian juga harus cari-cari info. Info ini bisa datang dari siapa dan mana saja, lalu kita juga harus menjaga koneksi dengan dosen. Jadi dulu saya cerita ke dosen pembimbing, kemudian saya dapat info dari dosen tentang SSP ini melalui akun Instagram dosen Fakultas Pertanian UNS,” jelasnya.

Beberapa hal yang harus Helen siapkan untuk mendaftar program ini antara lain English proficiency certificate, passport, curriculum vitae, dan motivation letter. Kegiatan yang Ia lakukan bersama rombongan selama sepuluh hari di Jepang antara lain berupa penelitian di laboratorium, presentasi, open campus, dan mempelajari budaya Jepang. Selain membagikan tips sebelum mendaftar, Helen juga memberikan tips selama mengikuti program SSP di Kyoto Sangyo University (KSU).

“Tips dan trik saat di sana, kita harus belajar dulu supaya ada bekal karena mereka mencontohkan eksperimennya, kemudian kita mempraktikan, kemudian jangan malu bertanya. Kendala utama di sana adalah bahasa, jadi harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti atau menggunakan gestur tubuh. Lalu kita juga harus berani bercerita, berani mengajak mereka berkenalan. Tips terakhir yaitu mau mencoba hal baru dan enjoy, tidak usah dibawa tertekan yang penting kita belajar sesuatu dan menikmatinya,” paparnya.

Pengalaman mendapatkan SSP juga dibagikan oleh Ika Arofah alumnus Universitas Udayana. Ia mengatakan, bahwa salah satu outcome dari SSP selain pengalaman belajar di Jepang, ia juga dapat melanjutkan jenjang Pendidikan S2 di Jepang.

“Sebagai alumni SSP, kita jadi punya koneks iProfessor (Sensei) di Jepang. Misal beasiswa MEXT dari Jepang, kita bisa mendaftar beasiswa itu dengan beberapa prioritas. Terlebih, alumni SSP sudah mengetahui tentang topik-topik riset, senseinya, bisa menyesuaikan dengan riset yang kita inginkan, bisa langsung berkenalan face to face dengan senseinya,” jelasnya.

Sebelum mendaftar SSP, Ika melakukan observasi singkat tentang program tersebut, khususnya mengenai kampus tujuan. Ia rajin membuka website kampus serta riset-riset di kampus tujuan.

Ketua PSJ LPPM UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah N.H mengatakan, penerima beasiswa program SSP dari UNS telah terlaksana sejak tahun 2015.
“Penerima beasiswa program SSP yang berasal dari FT UNS sebanyak tiga mahasiswa yang diikuti oleh Prodi Teknik Mesin (2015), Teknik Kimia (2016), Arsitektur (2018) serta Prodi Kimia FMIPA (2019), semuanya berpatner dengan Kyushu University. Sedangkan Fakultas Pertanian selama dua kali keikutsertaan tahun 2018-2019 berpartner dengan Kyoto Sangyo University (KSU),” jelasnya.

Kegiatan PSJ LPPM UNS dan SAAI merupakan bentuk kolaborasi kegiatan bersama yang bertujuan untuk menghubungkan alumni SSP di Indonesia khususnya alumni SAAI yang berasal dari UNS. “Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan dan mendorong bagi mereka yang berminat di bidang sains dan teknologi untuk melanjutkan studi lebih lanjut di Jepang,” ujar Dr. Eng. Kusumaningdyah. Humas UNS

Penulis: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Leave a Reply