PSJ UNS dan ASJI Adakan International Symposium & Seminar on Japanese Studies in Indonesia

UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah ASJI Annual International Symposium & Seminar on Japanese Studies in Indonesia, Kamis (7/12/2023). Kegiatan berlangsung selama dua hari hingga Jumat (8/12/2023), di UNS Inn. Terselenggaranya acara tahunan ini di UNS berkat adanya kerja sama antara Pusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS bersama Asosiasi Studi Jepang Indonesia (ASJI).

Seminar tahunan yang didukung penuh oleh The Japan Foundation ini mengangkat tema “Human Security Issues: Revisiting the Concept of Human Security from the Perspective of Japan and Indonesia”. ASJI Annual dihadiri oleh pimpinan masing-masing institusi. Chairman of ASJI, Julian Aldrin Pasha, M.A., Ph.D.; Director General of The Japan Foundation, Yuichi Takahashi; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D.; Anggota Dewan Kehormatan ASJI Jawa Tengah, Siti Atikoh Suprianti, S.T.P., M.T., M.P.P.

Prof. Irwan dalam sambutannya menegaskan bahwa UNS memiliki perhatian kuat pada isu human security. Isu ini kemudian dapat dibahas secara mendalam di UNS bersama para peneliti, pemerhati budaya Jepang, alumni mahasiswa kampus Jepang, dan masyarakat. Beliau juga mengapresiasi sivitas akademika UNS yang pernah menempuh pendidikan di Jepang. Hal ini karena pengalaman yang mereka dapatkan selama berkuliah semakin memperkaya pengetahuan akan negara tersebut bagi UNS.

“Saya sangat memberi hormat pada pendidikan di Jepang. Banyak akademisi UNS yang pernah menempuh pendidikan di sana. Saya berharap seminar ini dapat menjadi ajang bertukar ilmu dan meningkatkan kesadaran pentingnya isu human security,” tutur Prof. Irwan.

Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S., turut mengapresiasi adanya kegiatan ini. PSJ UNS sebagai salah satu pusat studi yang dimiliki LPPM UNS memberikan wadah untuk bertukar hasil riset para peneliti dan pemerhati Jepang.

“Melalui momentum ini saya berharap PSJ akan berkembang tidak hanya pada aspek riset dan pengabdian, tetapi juga pada aspek pendidikan,” harap Prof. Okid.

Simposium ASJI kali ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai berbagai isu human security dari perspektif Indonesia, Jepang, serta berbagai negara Asia Tenggara. Diskusi multiperspektif dihadirkan oleh para pembicara, yaitu Prof. Kenki Adachi dari Ritsumeikan University dan Julian Aldrin Pasha, M.A., Ph.D., dari Universitas Indonesia (UI).

Diskusi akan diperdalam oleh para pembicara dari Jepang, Filipina, dan Malaysia pada sesi pleno yang menghadirkan Prof. Emiko Ochiai dari Kyoto Sangyo University, Prof. Maria Ela L. Tienza dari University of the Philippines–Diliman, dan Prof. Zarina Othman dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Pada hari kedua, Simposium ASJI akan menampilkan berbagai penelitian termutakhir dari para akademisi Indonesia. Prof. I Ketut Surajaya dari UI akan membuka hari kedua melalui pemaparan tentang gambaran umum perkembangan studi Jepang di Indonesia. Setelah itu, puluhan penelitian studi Jepang akan ditampilkan pada sesi panel. Pada penyelenggaraan kali ini sebanyak 75 abstrak akan ditampilkan dalam 12 sesi panel. Masing-masing penelitian merefleksikan perkembangan mutakhir Studi Jepang di Indonesia.

Julian Aldrin menerangkan bahwa pentingnya isu human security muncul seiring dengan kekhawatiran akibat serangan-serangan terhadap manusia. Berbagai masalah yang berlarut seperti kemiskinan, konflik, dan peperangan. Kami mencoba menawarkan solusi seperti masukan kepada pemerintah.

“Kami ingin jadi bagian dari solusi. Dari apa yang kita diskusikan pada hari ini harapannya melahirkan sebuah kebaruan untuk bisa menjadi kontribusi bagi dunia,” ungkap Julian. Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti

Skip to content