sidang rapat senat tertutup, Kamis (5/2/2015)

Untuk kali kedua, Ravik Karsidi terpilih sebagai Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) periode 2015 – 2019 dalam sidang rapat senat tertutup, Kamis (5/2/2015). Ravik mendapatkan 107 suara mengalahkan Adi Sulistyono dan Ahmad Yunus yang mendapatkan suara berturut-turut 21 dan 57 suara. “Sidang senat hari ini dihadiri 121 anggota senat dari 125 anggota yang memiliki 65% porsi suara ditambah dengan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi yang mendapat 35% porsi suara yaitu 67 suara,” terang Suntoro, sekretaris Panitia Persiapan Pemilihan Calon Pemimpin Universitas (P3CPU). Suntoro menambahkan, dalam pemilihan kali ini 1 suara dinyatakan tidak sah dan 2 suara tidak menggunakan hak pilih atau abstain.

Kementerian Riset, Teknologi,  dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diwakili sekretaris Direktorat Jenderal Kemenristekdikti, Patdono Suwignyo memberi apresiasi atas proses pelaksanaan pemilihan pemimpin universitas di UNS. Patdono mengakui sebagai perguruan tinggi yang sudah memiliki suasana akademik tinggi, pemilihan Rektor UNS berjalan lancar dan sukses. “Presentasi calon rektor memiliki persamaan,yaitu perlunya akselerasi. UNS sudah cukup modal sebagai perguruan tinggi yang baik,” ujar Patdono.

Ravik membawa visi “UNS Bereputasi Internasional dengan Sinergi dan Akselerasi” dalam semangat “UNS-BISA”. Hal tersebut sebagai strategi operasional untuk melaksanakan program kerja, yakni strategi berbudaya kerja UNS-ACTIVE, strategi internasionalisasi, dan strategi akselerasi. “Sinergi dan akselesari adalah sesuatu yang mau tidak mau karena kita tidak hidup dalam kehampaan sendiri. Kita hidup dengan masyarakat sekitar dan stakeholder. Sedang kalau mau maju kita harus melakukan akselerasi,” jelas Ravik usai pemilihan.

Ravik memiliki delapan program kerja utama, yaitu; mensinergikan potensi internal  UNS dalam bingkai budaya kerja ACTIVE, memaksimalkan keunggulan UNS khususnya menuju riset university, penguatan sumber daya manusia UNS untuk mencapai reputasi internasional atau world recognized university, profesionalisme kerja yang transparan, akuntabel, sesuai dengan prinsip Good University Governance (GUG), penguatan sumber daya pendukung, benchmarking dalam eksistensi UNS ke perguruan tinggi luar negeri, dan mewujudkan spin off riset dalam kerangka triple helix Dunia Usaha Dunia Industri.

“Empat tahun yang akan datang, yang akan kami lakukan sebenarnya bagian dari kelanjutan karena kita sudah mempunyai rencana pengembangan jangka panjang (RPJP) sampai tahun 2030. Jadi, sebetulnya siapapun rektornya, panduannya sama,” terang Ravik. Ravik menambahkan satu kata pentingnya akselerasi ini adalah UNS, universitas yang lahirnya nomor 44 tapi dengan pola-pola akselerasi mampu memduduki peringkat ke tiga akreditasi BAN PT, 4 universitas terbaik versi webometrics, pertumbuhan publikasi terindeks internasional 42% dan prestasi lainya. “Ini cara-cara kami melakukan akselerasi,” ujar Ravik.

“UNS sebentar lagi akan menjadi badan hukum. Untuk menjadi badan hukum akreditasi 80% harus A, sedang kita baru 38%. Program Pak Ravik melakukan akselerasi ke sana,” harap Adi Sulistiyono. Adi berjanji, sebagai salah satu warga kampus akan memberi masukan serta pemikiran agar akselerasi itu cepat tercapai. “Saya selaku dosen di UNS ini akan mendukung sepenuhnya program-program rektor empat tahun ke depan,” tutur Ahmad Yunus turut beri dukungan. [anna.red.uns.ac.id]